Pentingnya Kesehatan Mata pada Anak, Khususnya di Tengah Pandemi COVID-19

PKRS RSST – Belajar online, dapat tugas dari sekolah via online, main game online, semua serba online. Sebentar sebentar handphone, sebentar sebentar laptop, sebentar sebentar tablet… Aktivitas online nggak bisa dong tanpa handphone, laptop / komputer, maupun tablet… Otomatis semua aktivitas online harus dilakukan dengan ‘mantengin’ layar  handphone, laptop, maupun tablet. Apalagi di masa pandemi seperti ini, semua serba online dan proses belajar mengajar dilakukan jarak jauh. Akibatnya aktivitas keseharian anak lebih banyak dihabiskan untuk berinteraksi dengan layar handphone, laptop, maupun tablet.

Beberapa akibat yang terjadi apabila mata anak sering dihabiskan terlalu lama untuk menatap layar pada handphone, laptop / komputer, maupun tablet :

  1. Menimbulkan rabun jauh atau mata minus.
  2. Ukuran kacamata bertambah bagi penderita mata minus.
  3. Mengalami kelelahan mata (mata anak berair, tampak lebih merah, sering dikucek, berkedip atau timbul keluhan pusing).
  4. Kurang kontak sosial dengan teman.
  5. Perubahan perilaku pada anak.
  6. Stres

Banyak dilakukan penelitian terdahulu terkait dengan kelelahan mata, namun masalah kesehatan dalam penggunaan layar handphone / komputer belum menjadi pusat perhatian yang intensif pada masyarakat. Sehingga banyak orang yang enggan menghiraukannya dampak kesehatan ini karena menurutnya imbas dari dampak terhadap kesehatan jarang dirasakan secara langsung dalam kurun waktu singkat.

Akan tetapi dalam kurun waktu tertentu masalah kesehatan ini akan menjadi masalah yang serius apabila kesadaran terhadap kesehatan sejak dini tidak segera dibangun.

Bagaimana tips menjaga kesehatan mata, khususnya pada anak :

  1. Usahakan setiap 20 menit alihkan pandangan mata sejauh 6 meter selama 20 detik untuk mengurangi ketegangan mata. Atau istirahatkan mata selama 15 menit tiap 2 jam sekali. Jika mata terasa kering seringlah mengedipkan mata.
  2. Posisi saat berhadapan dengan layar tidak boleh membungkuk.
  3. Jarak mata dengan layar 30 – 50 cm.
  4. Pastikan pencahayaan cukup.
  5. Bagi yang sudah berkacamata minus, tetap gunakan kacamata pada saat berhadapan dengan layar, untuk menghindari melihat lebih dekat ke monitor.
  6. Lebih banyak melakukan aktivitas fisik di halaman rumah sambil melihat yang hijau-hijau dan batasi paparan layar handphone dan komputer.
  7. Apabila menemukan gejala gangguan penglihatan, segera periksakan ke dokter mata yang terdekat.

Sebagai orang tua, terus jalin komunikasi yang intens kepada anak. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, di mana penggunaan handphone dan komputer harus lebih mendapat kontrol dari orang tua. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi                    :

  1. instagram.com/p2ptmkemenkesri/
  2. Dessy Widhya Putri dan Mulyono. Hubungan Jarak Monitor, Durasi Penggunaan Komputer, Tampilan Layar Monitor, dan Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata. Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga. 2018.
  3. https://www.ayosemarang.com/read/2020/07/09/60016/penting-peran-orang-tua-agar-anak-tak-kecanduan-gadget.