dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG (K) – “Tes kesehatan pranikah dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing pasangan. Pemeriksaan ini bertujuan mengurangi risiko penyebaran penyakit menular seksual dan gangguan kesehatan turunan.”

Tes kesehatan pranikah atau nama kerennya pre-marital check-up, adalah rangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Hal ini diperlukan terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun, atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin. Tes kesehatan pranikah ini merupakan salah satu hal yang sebaiknya dilakukan sebelum memulai persiapan pernikahan karena pernikahan bukan hanya sekadar pesta, kue, baju pengantin, dan semacamnya.

Mengapa tes kesehatan pranikah penting dilakukan?

Beberapa manfaat melakukan cek kesehatan pranikah :

  • Mengetahui status kesehatan pasangan.
  • Mendeteksi penyakit menular seksual, seperti Hepatitis B dan HIV/AIDS.
  • Mendeteksi penyakit atau kelainan genetik, seperti anemia sel sabit, thalasemia, dan hemofilia.
  • Menghindari masalah sosial dan psikologis yang mungkin muncul apabila kondisi atau penyakit tertentu ditularkan kepada anak.
  • Mengurangi beban keuangan pasangan, yang mungkin mengalami masalah saat merawat anak dengan kondisi medis tertentu.

Siapa saja yang membutuhkan tes kesehatan menjelang nikah?

Semua pasangan yang akan menikah atau telah menikah dan sedang berencana punya anak tentunya perlu untuk melakukan tes ini. Terlebih lagi jika salah satu pasangan mempunyai penyakit keturunan terkait genetik atau mempunyai riwayat penyakit infeksi dan menular.

Tidak hanya wanita yang akan menjadi calon ibu saja yang perlu melakukan, tetapi juga pria perlu. Sebaiknya datang berdua dengan pasangan saat melakukan pemeriksaan ini.

Kapan tes kesehatan pranikah perlu dilakukan?

Sebenarnya tes kesehatan pranikah bisa dilakukan kapan saja, tetapi waktu yang terbaik adalah 6 bulan sebelum menikah sehingga bila ditemukan masalah kesehatan bisa segera dilakukan tindakan pengobatan pada calon mempelai agar risiko yang mungkin timbul (baik terhadap pasangan ataupun calon anak kelak) dapat diminimalkan.

Jenis tes kesehatan pranikah?

Pemeriksaan yang akan dijalankan berfokus pada penyakit infeksi dan penyakit yang mempengaruhi kesehatan reproduksi, serta penyakit bawaan yang mungkin diturunkan.

Beberapa jenis pemeriksaan kesehatan sebelum menikah yang umum dilakukan :

  1. Tes Golongan Darah Serta Rhesus Darah

Tes ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah serta rhesus darah. Hal ini berguna khususnya untuk pasangan beda negara yang biasanya memiliki rhesus yang berbeda. Orang Asia mayoritas memiliki rhesus positif sedangkan untuk orang-orang Eropa memiliki rhesus negatif. Hal ini sangat penting diketahui sejak dini karena apabila rhesus Anda dan pasangan berbeda ada kemungkinan di kehamilan kedua berisiko meninggal dalam rahim atau setelah lahir. Selain itu, bayi akan berisiko terserang penyakit kuning, bengkak hati, anemia hingga gagal jantung.

  1. Tes Urin

Tes urin dilakukan untuk mengetahui apakah ada Infeksi Saluran Kemih (ISK). Apabila positif terinfeksi ISK maka akan mengganggu kehamilan seperti ancaman terjadinya keguguran.

  1. Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual

Pemeriksaan ini terdiri dari pemeriksaan VDRL/RPR untuk mendeteksi ada penyakit sifilis atau tidak. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan HbSAg untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B dan pemeriksaan anti HIV untuk mendeteksi penyakit HIV.

  1. Pemeriksaan Gula Darah

Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan kadar glukosa puasa untuk menentukan kondisi hiperglikemia seseorang. Hal ini diperlukan untuk mencegah atau mengurangi komplikasi yang disebabkan oleh diabetes saat hamil.

  1. Pemeriksaan Hormon Tiroid

Kegunaan dari tes ini untuk mendeteksi apakah hormon tiroid yang dimiliki kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid), dua hal ini dapat menganggu seseorang untuk hamil. Apabila seseorang tersebut hipotiroid dapat mengganggu proses ovulasi, sedangkan pada orang yang hipetiroid dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran bayi prematur.

  1. Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex pada ibu hamil atau yang berencana hamil untuk mencegah komplikasi pada janin.

  1. Tes Sperma

Laki-laki dapat melakukan tes analisis sperma untuk mengetahui kuantitas dan kualitas sperma, meliputi bentuk dan pergerakannya.

  1. USG Ginekologi

USG ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan pada rahim atau indung telur dan salurannya. Misal : bentuk rahim duplek, mioma uteri, kista ovarii, hidrosalping, dan lain-lain.

 

Dalam kehidupan rumah tangga, ada konflik antara suami dan istri, bahkan bisa berujung pada perceraian, yang dipicu oleh masalah kesehatan, kesuburan, dan keturunan.

Dengan saling mengenal kondisi kesehatan masing-masing, masalah itu dapat diantisipasi dan dicegah sejak awal menikah. Tes kesehatan pranikah bukan bertujuan untuk membatalkan pernikahan bila ditemukan masalah, tetapi justru untuk dicarikan solusi yang tepat guna mencegah timbulnya masalah di kemudian hari.

Anda bersiap menikah? Tidak ada salahnya mengetahui kesehatan masing-masing kan? Semoga lancar sampai hari H yaaa…