Pengkajian dan Pencegahan Jatuh Pada Lansia

Tika Listiyanti – Lansia bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu tahap dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan. Pada umumnya proses menua mulai tampak sejak usia 45 tahun dan akan menimbulkan masalah pada usia sekitar 60 tahun.

Faktor Penyebab Jatuh :

   Faktor Intrinsik (Dari Dalam Diri)

  1. Gangguan gaya berjalan;
  2. Kelemahan otot anggota gerak bawah;
  3. Kekakuan sendi; dan
  4. Kehilangan kesadaran (pingsan).

  Faktor Lingkungan

  1. Lantai yang licin atau tidak rata;
  2. Tersandung benda-benda; dan
  3. Penglihatan berkurang karena cahaya yang kurang.

Faktor lingkungan yang sering dihubungkan dengan kecelakaan pada lansia :

  1. Alat dan perlengkapan rumah tangga yang sudah tua, tidak stabil atau tergeletak di bawah.
  2. Tempat tidur yang rendah.
  3. WC jongkok
  4. Tempat berpegangan yang tidak kuat :

     Lantai yang tidak datar.

     Karpet yang tidak dilem dengan kuat.

     Lantai yang licin atau basah.

     Penerangan yang tidak baik.

     Alat bantu yang tidak tepat.

Faktor Situasional (Kemungkinan) :

  1. Aktivitas

◦      Berjalan

◦      Naik turun tangga

◦      Mengganti posisi

  1. Lingkungan

◦      70% terjadi di rumah

◦      10% terjadi di tangga

◦      20% di area lainnya

  1. Penyakit

◦      Sesak nafas

◦      Nyeri dada tiba-tiba (pada penderita jantung)

◦      Stroke

◦      Parkinson

Komplikasi Jatuh Pada Lansia :

  1. Perlukaan

◦      Robek atau tertariknya otot (kesleo)

◦      Patah tulang

    Tulang panggul

    Tulang paha

    Lengan bawah

    Tungkai

  1. Kecacatan
  2. Meninggal dunia

Pencegahan :

  1.  Identifikasi Faktor Risiko

◦      Pemeriksaan keadaan sensoris, neurologis, muskuloskeletal dan penyakit (konsultasi dengan dokter dan fisioterapis).

◦      Keadaan lingkungan rumah yang berbahaya dan dapat menyebabkan jatuh harus dihilangkan.

◦      Obat-obatan : obat anti hipertensi / obat penurun gula darah

◦      Alat bantu jalan yang sesuai : kuat tetapi ringan; aman tidak mudah bergeser; dan sesuai ukuran tinggi badan lansia

2.  Penilaian Keseimbangan dan Gaya Berjalan

3.  Konsultasi Fisioterapi