Tim Promkes RSST – Masih di masa-masa pandemi dan penerapan protokol kesehatan masih sangat dianjurkan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19. Dan salah satu yang wajib yaitu penggunaan masker.

Banyak pertanyaan yang beredar mengenai kapan kita wajib menggunakan masker, siapa saja yang harus menggunakan masker, dan bagaimana cara menggunakan masker yang benar.

Secara umum, virus ini menyebar melalui droplet atau percikan dari produk saluran pernafasan seperti percikan ingus, bersin dan batuk. Setiap orang wajib menggunakan masker terutama ketika berada di luar rumah. Sehingga setiap orang dapat melindungi dirinya dari kemungkinan risiko paparan.

Lalu bagaimana cara pemakaian masker yang benar? Ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Biasakan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan masker, boleh menggunakan air mengalir dengan sabun, boleh juga menggunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol.
  2. Pastikan hidung, mulut, dan dagu tertutup seluruhnya, bagian berwarna berada di depan, dan bagian berwarna putih yang menempel di wajah.
  3. Tekan bagian atas masker yang ada kawatnya agar sesuai bentuk hidung.
  4. Simpan masker dalam plastik bersih tertutup jika masker tidak kotor untuk pemakaian selanjutnya.

Selanjutnya bagaimana cara membuka dan membuang masker yang benar? Ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Gantilah masker jika rusak, kotor, atau basah.
  2. Lepas kaitan masker dari telinga atau ikatan masker, pastikan tidak memegang bagian depan masker.
  3. Buanglah masker dengan benar ke dalam tempat sampah.
  4. Cucilah tangan pakai sabun atau bahan berbasis alkohol dengan baik dan benar.

Selain menggunakan masker dengan benar dan sesuai, membersihkan tangan dan etika batuk dan bersin harus tetap sering dilaksanakan. Masker harus dibuang sesuai dengan aturan.

Penggunaan masker medis adalah salah satu langkah pencegahan yang dapat membatasi penyebaran penyakit-penyakit saluran pernapasan tertentu yang diakibatkan oleh virus, termasuk COVID-19. Namun, penggunaan masker saja tidak cukup memberikan tingkat perlindungan yang memadai, dan harus dilakukan juga langkah-langkah lain. Terlepas dari apakah masker digunakan atau tidak, kepatuhan maksimal dalam menjaga kebersihan tangan dan langkah-langkah PPI lainnya sangat penting untuk mencegah penularan COVID-19 dari orang ke orang.

Akhir-akhir ini ada tren baru penggunaan masker di tengah-tengah masyarakat, yaitu penggunakan masker berkalung atau masker yang terdapat tali strapnya. Masker ini dirasakan cukup praktis, karena ketika hendak dilepas, masker cukup diturunkan dan akan menggantung di leher orang yang menggunakannya.

Dari Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 menilai bahwa masker ini mengurangi higienitas. Karena masker pada sisi dalam sudah terkontaminasi droplet saat berbicara, batuk, ataupun udara dari helaan nafas yang kotor dan berpotensi menularkan orang di sekitarnya. Bahkan, masker yang dibiarkan tergantung tanpa terlindung, juga berpotensi menerima paparan dari luar maupun terpapar droplet dan aerosol dari lingkungan, dan dapat terhirup dan menjadi sumber infeksi bagi penggunanya.

Dalam menjaga higienitas masker, disarankan hal paling baik menggunakan kantung / storage box masker. Untuk bahannya, bisa berbahan kertas atau berbahan plastik yang aman dan yang bisa dibuka dan ditutup rapat-rapat. Penyimpanan masker menggunakan cara ini dinilai lebih aman dan higienis ketika yang menggunakannya akan melakukan aktivitas makan dan minum dan berniat untuk menggunakannya kembali. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi        :

  1. https://covid19.go.id
  2. promkes.kemkes.go.id
  3. who.int/epi-win
  4. World Health Organization. 2020. Panduan Penggunaan Rasional Alat Perlindungan Diri Untuk Penyakit Coronavirus (COVID-19) dan Pertimbangan Jika Ketersediaan Sangat Terbatas. Nomor referensi WHO : WHO/2019-nCov/IPC_PPE_use/2020.2.
  5. World Health Organization. 2020. Anjuran Mengenai Penggunaan Masker Dalam Konteks COVID-19.