Posted by Bagian Pendidikan dan Penelitian at Oktober 29, 2021 2:11 pm Informasi Rumah Sakit

Penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan protokol yang tepat, menimbulkan resistensi antimikroba (antimicrobial resistence, AMR).Kuman peyebab penyakit yang kebal atau resisten terhadap antibiotik menjadikan penyakit sulit disembuhkan yang berakibat meningkatnya angka kesakitan, angka kematian, dengan biaya yang meningkat tajam. Dalam perkembangannya, AMR telah menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat terbesar pada abad ke-21. Dampak kesehatan yang sedemikian besar dari penggunaan antibiotik yang kurang tepat, WHO telah menyepakati dibentuknya Global Action Plan untuk penanganan AMR di seluruh dunia. Salah satu langkah strategis dalam GAP penanganan AMR adalah penguatan surveilans AMR. Indonesia telah berpartisipasi dalam Surveilans AMR Global, Global Antimicrobial Surveillance System (GLASS). RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro adalah salah satu dari 20 rumah sakit yang menjadi sentinel site  surveilans AMR di Indonesia untuk di unggah di platform GLASS WHO sesuai dengan keputusan Dirjen Yankes nomor HK.02.02/I/0597/2020. Pada hari Jum’at tanggal 29 Oktober 2021. RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro menerima kunjungan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan terkait Pelaksanaan Pengumpulan Data Surveilans Resistensi Antimikroba Nasional dalam rangka Global Antimicrobial Surveillance System (GLASS) yang menjadi bagian dalam Penelitian “Pengembangan Sistem Surveilans AMR dengan Pendekatan One Health Tahun 2021”, Kunjungan ini diketuai oleh Dr. dr. Vivi Setiawaty. M.Biomed selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan dan disambut oleh dr. Obrin Parulian, M.Kes selaku Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.