Tim Promkes RSST – Glaukoma adalah penyakit yang menyerang mata akibat adanya tekanan pada lensa mata yang bisa menyebabkan risiko kebutaan. Oleh karena itu penyakit ini dianggap menakutkan dan membuat penderita glaukoma banyak yang merasa lebih depresi, ketika mendapatkan diagnosis. Terkadang gejala yang tidak muncul pada tahap awal menyebabkan keterlambatan penanganan. Tingkat keparahan glaukoma akan berjalan secara bertahap dalam dalam waktu yang pelan maupun cepat. Semua itu tergantung dari kondisi tekanan pada lensa mata. Karena itulah menjaga dan melindungi mata agar tidak terkena glaukoma harus dilakukan sejak awal.

Upaya Pencegahan

Ada beberapa upaya dan langkah alami yang bisa kita lakukan sejak dini agar kita terhindar dari glaukoma.

  1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Kadar gula darah sangat penting untuk melindungi mata dari tekanan pada lensa yang berlebihan. Tekanan lensa inilah yang akan menyebabkan glaukoma dan umumnya memang jarang disadari. Karena itu hal penting yang harus dilakukan adalah memiliki pola kebiasaan makan yang baik. Hindari terlalu sering mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat komplek, gula berlebihan dan biji-bijian.

  1. Olahraga

Melakukan berbagai jenis olahraga akan membantu menurunkan risiko tekanan pada mata berlebihan. Terlebih bagi yang selalu bekerja di depan layar komputer. Latihan atau olahraga juga bisa melindungi tubuh dari penyakit glaukoma akibat kondisi metabolisme yang buruk seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

  1. Melindungi Mata

Biasakan untuk melindungi mata apabila sedang melakukan olahraga atau pekerjaan yang bisa meningkatkan risiko cedera mata. Anda bisa menggunakan kacamata khusus yang memang bisa melindungi area mata agar tidak terkena zat asing maupun tekanan berlebihan. Pada awalnya mungkin tidak nyaman tapi memang sangat diperlukan.

  1. Hindari Makanan Mengandung Lemak Trans

Kebiasaan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung lemak trans akan membuat kesehatan mata Anda berisiko tinggi terkena glaukoma. Lemak akan membuat sistem lensa mata menjadi lebih buruk terutama jenis lemak yang didapatkan dengan cara dibakar dan digoreng. Karena itu hindari semua jenis makanan yang mengandung lemak atau makan dalam jumlah yang sangat terbatas saja.

  1. Pemeriksaan Mata

Pemeriksaan mata seharusnya memang sudah dilakukan sejak awal. Meskipun glaukoma bisa terjadi pada usia lebih dari 42 tahun namun ada beberapa kasus dimana usia muda terserang glaukoma. Karena itu pemeriksaan secara teratur harus dilakukan untuk mengetahui gejala sejak awal. Bahkan orang yang memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga harus melakukan pemeriksaan secara teratur.

  1. Kurangi Karbohidrat dan Gula

Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi semua jenis asupan makanan yang mengandung karbohidrat dan gula tinggi. Karbohidrat dan gula berperan penting dalam meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga, membuat kebutuhan insulin sangat tinggi. Jika kondisi ini terus terjadi maka bisa menyebabkan diabetes. Bahaya diabetes akan membuat kesehatan mata menurun karena meningkatkan penumpukan kadar gula dalam lensa mata.

  1. Hindari Stres

Stres ternyata juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mata. Stres akan membuat tekanan lensa mata jauh lebih kuat dan besar. Akibatnya maka lensa dan retina mata tidak bisa bekerja dengan baik. Tekanan mata juga membuat tekanan pada lensa mata mengalami perubahan. Jika kondisi ini terus terjadi maka bisa menyebabkan glaukoma. Untuk cara mengatasi stres maka bisa mencoba untuk yoga, olahraga atau rekreasi.

  1. Hindari Minum Alkohol

Kebiasaan terus menerus mengkonsumsi alkohol bisa membuat masalah pada hati. Hati bertugas untuk menyaring semua racun dalam tubuh. Jika tubuh menerima banyak alkohol maka bisa membuat kerja hati akan terganggu. Ketika hati sudah mengalami masalah maka glaukoma bisa muncul sebagai salah satu gangguan.

  1. Berhenti / Hindari Merokok

Hampir semua penyakit dapat timbul dari rokok, begitu juga dengan glaukoma, cara mencegah glaukoma dapat dilakukan melalui rokok. Merokok mungkin menjadi salah satu kebiasaan buruk yang umum terjadi. Ketika merokok maka asap keluar dari mulut atau hidung sebagai zat buangan. Ternyata asap rokok masih tetap mengandung nikotin. Kondisi ini bisa menyebabkan penuaan pada mata, kerusakan kornea dan lensa mata dan potensi penyakit glaukoma yang lebih tinggi. Jadi sebaiknya Anda berhenti merokok mulai sekarang.

  1. Konsumsi Makanan Menyehatkan Mata

Berbagai jenis kebutuhan nutrisi manusia untuk mata memang sangat penting, terutama untuk menghindari semua jenis penyakit mata termasuk glaukoma.

  1. Buat Mata Santai

Melihat komputer, layar gadget, atau menyetir dalam waktu yang panjang ternyata akan membuat mata menjadi sangat lelah. Ketika mata lelah maka tekanan pada lensa terus dipaksa agar bisa mendapatkan fokus maksimal. Sekarang Anda harus mencoba untuk membuat mata menjadi lebih santai dan sesering mungkin. Berikut cara untuk membuat mata bisa santai dan tetap nyaman :

  • Buat mata berkedip lebih sering. Berkedip akan membantu mata untuk berlatih dan memberikan cairan yang lebih banyak ke dalam mata.
  • Jika terus menerus bekerja di depan komputer maka luangkan waktu selama 5 menit setiap jamnya untuk tidak melihat komputer.
  • Atur layar komputer Anda dengan jarak sekitar 30 cm dari mata dan gunakan pelindung layar anti radiasi.

 

 

 

 

 

Referensi              :

  1. Kemenkes. 2018. Pencegahan Glaukoma. Direktorat Jenderal Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit, Jakarta.
  2. Rova Virgana. 2007. Diagnosis dan Penatalaksanaan Glaukoma. Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran / RS Mata Cicendo Bandung.
  3. Zakinah Arlina. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Glaukoma Pada Lansia. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, Stikes Adiguna, Palembang.
  4. Andrini ariesti, dkk. 2018. Profile of Glaucoma At The M. Djamil Hospital, Padang, Jurnal Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang.
  5. Weinreb, et al. 2014. The Pathophysiology and Treatment of Glaucoma, 311(18).
  6. Pan, Y. Varma, R. 2011. Natural History of Glaucoma. Indian Journal of Ophthalmology.