Rico Maulana Nugroho, AMK – Hello Bund, apa kabar? Semoga senantiasa sehat bersama buah hati. Di sini Ners mau berbagai tentang apa saja yang bunda bisa lakukan bila terjadi demam pada anak. Demam merupakan peningkatan suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih yang dapat disebabkan karena berbagai hal seperti proses infeksi, dehidrasi, hingga gangguan termoregulasi anak.

1.  Tepid Water Sponge (Kompres Hangat)

Tepid Water Sponge (TWS) atau kompres hangat merupakan salah satu cara yang bisa bunda lakukan di rumah untuk meredakan demam. Prinsipnya, TWS ini bila suhu tubuh anak mencapai 38°C atau lebih, bunda dapat memberikan kompres dengan air hangat pada tubuh si anak. Pada bagian mana saja bunda bisa mengkompres si kecil :

Sumber : https://image.freepik.com/free-vector/tepid-sponge-treatment-fever-infographic-illustration_74440-561.jpg

Bunda bisa mengompres tubuh anak pada bagian dahi, leher, ketiak, selakangan, dan punggung selama 20 hingga 30 menit dengan suhu air 32 – 35°C (hangat kuku). Ingat ya mom untuk berkala memantau dan mengganti kompres bila sudah tidak hangat.

2.  Pakaian

Pada saat demam, tubuh mencoba untuk menurunkannya dengan membuang panas tubuh si anak. Pakai apa yang cocok untuk si buah hati, nah pakai yang berbahan ringan, berpori-pori, dan menyerap keringat seperti bahan katun dapat memfasilitasi pengeluaran panas tubuh.

3.  Kebutuhan Cairan

Hal yang tak kalah penting adalah kebutuhan cairan pada anak. Pertama bunda harus tahu nih berapa berat badan anak untuk tahu berapa banyak cairan yang dibutuhkan anak dalam satu hari (24 jam). Begini Bund cara hitungnya, mari kita jadi bunda yang cerdas :

–      10 kg pertama×100 mL

–      10 kg kedua×50 mL

–      selebihnya×20 mL/kgBB

Ners kasih contohnya ya bund biar kebayang gimana ngitungnya. Misal, anak R dengan berat badan 23 kg, berapa  cairan yang dibutuhkan anak dalam sehari?

–    10 kg×100 mL=1000 mL

–    10 kg×50 mL=500 mL

–    3 kg×20 mL=60 mL

Jadi cairan yang dibutuhkan=1000+500+60=1560 mL/24 jam

Nah, itu cara hitung kebutuhan cairan si anak. Ketika demam, kebutuhan cairan si anak pun turut meningkat seiring dengan peningkatan suhu tubuh. Kebutuhan cairan meningkat 12% setiap peningkatan 1°C suhu tubuh. Jadi misal suhu tubuh si anak 39°C (meningkat 2°C dari 37°C), maka kebutuhan cairan meningkat 24%. Ners ambilkan contoh dari anak R di atas ya bund :

Tambahan cairan yang dibutuhkan 24%×1560 mL=374,4 mL, jadi ketika demam anak R membutuhkan cairan 1560+374,4 mL=1934,4 mL dalam 24 jam. Kadang muncul pertanyaan di benak bunda, kog banyak banget, gimana habiskannya? Anggaplah si anak bangun jam 8 pagi dan tidur jam 8 malam, bunda punya waktu 12 jam untuk cairan tersebut. Bunda tinggal membagi tiap berapa jam dan berapa banyak bunda ingin berikan minum untuk si kecil, misal tiap satu jam, bunda perlu beri minum sekitar 160 ml/jam. Nah, lumayan rumit bukan bund, tapi apalah artinya rumit kalau buat si kecil. Ingat, minum tidak harus air mineral saja, susu atau yang lain bahkan kuah makanan si kecil juga termasuk cairan yang dimakan oleh anak. Biar tidak rumit, ini Ners kasih contekannya ya bund.

4.  Kebutuhan Kalori

Selain minum, kebutuhan anak akan kaloripun turut meningkat ketika terjadi demam. Asupan makanan anak pun menjadi perhatian penting bagi orang tua ketika anak sakit. Jadi ketika demam, asupan makanpun sebaiknya ditingkatkan. Berikut cara menghitung perkiraan kebutuhan kalori (Estimated Energy Requirements) pada anak :

Sediakan makan dalam keadaan hangat karena ketika sakit anak mungkin susah makan. Pilih dan variasikan menu makan anak untuk meningkatkan selera makan saat sakit. Makanan hangat dan berkuah ringan seperti sup sering menjadi menu favorit saat sakit.

5.  Obat Anti Demam (Antipyretics)

Obat anti demam yang bisa didapatkan di apotek (Over the counter (OTC) drugs) biasanya Paracetamol. Bunda dapat memberikan Paracetamol 10 mg/kgBB (milligram/kilogram berat badan) bila demam tidak mereda dengan kompres hangat, pakaian yang sesuai untuk demam, kecukupan cairan dan makan. Paracetamol dapat diminumkan tiap 8 jam (3 kali sehari). Namun bila demam tidak kunjung turun setelah 4 jam sehabis minum obat, paracetamol dapat diberikan tiap 4 – 6 jam sekali (6 – 4 kali sehari). Terkait dosis, indikasi, dan kontraindikasi Paracetamol, bunda bisa konsultasikan dengan dokter. Paracetamol dapat diberikan selama 3 hari, bila telah 3 hari (72 jam) demam masih, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Di atas adalah beberapa tips yang bisa Ners berikan untuk menangani demam pada anak. Semoga bermanfaat. Salam sayang anak…