dr. Bidari Kameswari, Sp.PA – Dari tahun ke tahun jumlah penderita tumor jumlahnya semakin meningkat, sebaliknya tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter juga masih rendah. Pada umumnya para penderita tumor masih ketakutan untuk memeriksakan diri ke dokter seawal mungkin, saat dijumpai adanya benjolan, karena mereka masih memilih untuk melakukan pengobatan alternatif, alasan mereka di samping masalah biaya juga prosedur untuk penjaminan pengobatan yang terlalu ribet di era BPJS Kesehatan. Adanya masalah ini, diharapkan pemerintah dapat ikut berperan serta dalam mengurangi jumlah pasien yang melakukan pemeriksaan tumor ke Rumah Sakit sudah dalam stadium lanjut. Berbagai program promosi melalui media sosial, elektronik, maupun jalur komunikasi lainnya dapat dilakukan agar penderita tumor merasa sadar diri untuk melakukan pemeriksaan tumornya sedini dan seawal mungkin.

Dengan adanya permasalahan ini, laboratorium Patologi Anatomi memberikan salah satu alternatif pelayanan yang disebut dengan pelayanan Aspirasi Jarum Halus (AJH). Pelayanan ini fungsinya adalah untuk mengetahui adanya sel tumor pada benjolan yang tumbuh tidak normal di tubuh. Aspirasi Jarum Halus (AJH) merupakan pemeriksaan yang efisien, sederhana, murah, mudah dan cepat. Benjolan atau tumor yang tumbuhnya tidak normal yang bisa dilakukan untuk pemeriksaan Aspirasi Jarum Halus (AJH) adalah benjolan yang lokasinya ada di permukaan atau superfisial, apabila lokasinya lebih dalam (sulit diperiksa dari luar atau kurang menonjol) bisa dilakukan dengan guiding AJH, tindakan pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan jarum suntik dengan bantuan alat yang bentuknya mirip pistol (cameco). Metode pemeriksaannya pun sangat mudah, sebelum melakukan tindakan Aspirasi Jarum Halus, dokter melakukan anamnesis terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dengan tujuan untuk mengetahui lokasi dan karakteristik suatu benjolan. Setelah diketahui letak pasti suatu benjolan, mulai dilakukan prosedur pemeriksaan AJH dengan cara memasangkan jarum pada alat aspirasi, kemudian dilakukan aspirasi pada benjolan yang dicurigai suatu tumor tersebut dan hasilnya aspirat berupa cairan untuk dibuat asupannya di atas obyek glass. Setelah dilakukan pulasan giemsa, hasilnya diperiksa di bawah mikroskop dan dibuat interpretasinya oleh dokter Spesialis Patologi Anatomi. Untuk menegakkan diagnosis tumor yang pasti (klasifikasi dan jenis tumor) masih diperlukan pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan histopatologi dari hasil biopsi (pengambilan sebagian kecil massa tumor). Semua pemeriksaan hasil AJH dan Biopsi tersebut dapat dilakukan di Labortorium Patologi Anatomi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.