Klaten – Fetomaternal merupakan salah satu cabang subspesialisasi bagian kandungan dan kebidanan (obsgin) yang menangani masalah penyakit ibu hamil, perkembangan dan diagnosis. gangguan janin dalam kandungan, dalam hal ini termasuk dalam kehamilan risiko tinggi.
Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang berisiko menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar terhadap ibu maupun janin yang dikandungnya selama kehamilan, persalinan ataupun masa nifas bila dibandingkan dengan kehamilan, persalinan dan nifas normal, termasuk di dalamnya kehamilan dengan kelainan kongenital pada janin. Contohnya ibu hamil dengan hipertensi (pre-eklampsia), Diabetes Mellitus (DM), hipertiroid, dan lain sebagainya, atau juga hamil dengan kelainan kongenital pada janin. Subspesialisasi fetomaternal dapat membantu mendiagnosis dan mendeteksi kelainan tersebut lebih spesifik.
Berdasarkan pemahaman ini, pemeriksaan oleh dokter fetomartenal dimaksudkan untuk mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi dalam kandungan secara dini. Setelah itu, dokter bisa memberi saran pengobatan atau tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST), selama ini sudah menjadi pusat rujukan kasus kehamilan risiko tinggi khususnya di Kabupaten Klaten, dan beberapa dari daerah sekitar, seperti Boyolali, Sukoharjo, Wonosari-Gunung Kidul. Pelayanan fetomaternal yang dilakukan mulai dari perencanaan kehamilan untuk ibu-ibu risiko tinggi, pelayanan ANC termasuk pemeriksaan laboratorium tertentu dan USG Color Doppler untuk mendeteksi pertumbuhan janin terhambat, skrining kelainan kongenital pada awal trimester 2 (dua), sampai dengan pelayanan rawat inap intensif untuk kasus kegawatdaruratan ibu dan janin.
Seperti contoh seorang ibu yang menderita DM atau hipertensi yang merencanakan kehamilan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dan diperhatikan agar kehamilannya kelak baik buat ibu maupun janin, karena kedua penyakit tersebut akan mempengaruhi kualitas kehamilannya bahkan dapat menyebabkan morbiditas sampai mortalitas keduanya. Contoh lain juga adalah deteksi kelainan kongenital yang dapat terjadi pada janin.
Beberapa kelainan kongenital mayor dapat dideteksi pada usia kehamilan di trimester pertama, sehingga kepada orang tua dapat diberikan edukasi tentang kondisi janin termasuk bagaimana penanganannya, atau jika dikemudian hari si ibu berencana hamil lagi, sudah memiliki pengetahuan agar tidak terjadi kelainan lagi pada janinnya.
Dalam prakteknya seorang fetomaternal tidak jarang bekerja berkolaborasi dengan spesialis lain, seperti penyakit dalam, saraf, jantung, anestesi, anak, dan lain sebagainya, mengingat penyakit yang diderita ibu sangat “complicated”.
Kegawatdaruratan pasien fetomaternal di RSST sudah dapat dimanajemen secara sinergis, mulai dari pelayanan PONEK di IRD, pelayanan rawat intensif, sampai akhirnya si ibu dan bayi kembali ke bangsal maternitas. Ke depan harapannya, RSST memiliki ruangan khusus Maternal Intensive Care Unit (MICU), yang dapat merawat lebih banyak lagi kasus-kasus kehamilan dengan penyulit dan risiko tinggi, karena sejauh ini “MICU” bergabung dengan ICU.
Sebagai dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan maternal fetal medicine, dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG (K), MFM dari KSM Obstetri dan Ginekologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) membahas seputar Pelayanan Fetomaternal – Kehamilan Risiko Tinggi tersebut pada live talkshow Dokter Menyapa di ADiTV Yogyakarta pada Senin, 20 Mei 2019. Pada segmen tanya jawab, masyarakat dapat aktif mengajukan pertanyaan melalui line telepon ke ADiTV Yogyakarta seputar materi yang telah disampaikan. Antusiasme masyarakat pun sangat luar biasa.