Dengan pesatnya perkembangan dunia pendidikan dan pelayanan keperawatan, serta meningkatnya pengetahuan tentang kesehatan di masyarakat maka tuntutan kesehatan di masyarakat akan meningkat pula. Selain hal-hal tersebut peningkatan persaingan global membuat Performance perawat sangat diperhatikan untuk peningkatan asuhan keperawatan yang diberikan.Ketrampilan perawat dalam memberikan pertrolongan terhadap kejadian trauma dan kegawatdaruratan di berbagaitempatmenjdiperhatian penting.

Seperti yang kita ketahui keadaan Gawat Darurat bisa terjadi kapan saja, siapa saja dan dimana saja. Kondisi ini menuntut kesiapan petugas kesehatan untuk mengantisipasi kejadian itu. Bila kita cermati, kematian-kematian karena henti jantung dan henti nafas selama ini cukup banyak baik pada area pre hospital maupun intra hospital. Management pertolongan keadaan Gawat Darurat pada kedua area tersebut sampai saat ini masih banyak kekurangan/sangat menyedihkan. Banyak kematian-kematian yang mestinya bisa dicegah bila kita punya kepedulian terhadap masalah tersebut.

Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan salah satu pelatihan  dasar bagi perawat dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler. Penanganan            masalah          tersebut           ditujukan          untuk memberikan bantuan hidup dasar sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisir kerusakan organ serta kecacatan penderita

Pelatihan BTCLS dilaksanakan pada tanggal 13 s.d. 17 Oktober dandiikuti oleh 25 peserta dengan metode blended learning baik teori maupun praktek. Pelatihan ini bekerjasama dengan PUSBANKES 118 PERSI DIY dan RSUP dr. Kariadi. Pelatihan BTCLS dibuka oleh dr. Endang Widyaswati, M. Kes selaku Direktur Utama RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu  meningkatkan kemampuan dan kompetensi di lingkungan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, dalam hal keperawatan gawat darurat dan melatih kesiapsiagaan  dalam menghadapi bencana, serta kasus gawat darurat baik henti nafas maupun henti jantung.