Tim PKRS RSST – Di era new normal Posyandu sudah mulai diadakan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) setempat. Dalam kegiatan, pelaksanaan Posyandu harus didukung oleh lingkungan sekitar dan gugus tugas tingkat desa menyongsong new normal atau tatanan baru. Terdapat  tiga komponen pelaksanaan Posyandu di era pandemi COVID-19.

Pertama, kader melakukan perjanjian. Mengatur jadwal dengan pembatasan kunjungan dan undangan bergilir supaya tidak berkerumun.

Kedua, kunjungan rumah atau door to door. Ibu, bayi, dan balita ditimbang menggunakan timbangan injak. Setelah selesai digunakan dan saat akan digunakan kembali, timbangan dibersihkan terlebih dulu. Dan alat yang digunakan berulang bisa disemprot disinfektan terlebih dahulu.

Komponen terakhir, pelaksanaan Posyandu melalui sistem daring atau online.

Pada masa pandemi ini, sebaiknya pemerintah harus mencegah penyebaran COVID-19. Di sisi lain, pemerintah tetap memperhatikan upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita.

Di dalam kegiatan Posyandu pelayanan kesehatan balita meliputi pemantauan pertumbuhan, perkembangan, pemberian imunisasi dasar dan lanjutan, kapsul vitamin A dan tata laksana balita sakit jika diperlukan, serta program pencegahan penyakit, seperti pemberian massal obat kecacingan dan triple eliminasi.

Keberadaan Posyandu sudah menjadi hal yang penting di masyarakat. Selain berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat, Posyandu mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama berkaitan dengan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA).

Protokol Kesehatan

Sebelum kegiatan, penanggungjawab Posyandu dan kader harus memastikan seluruh lokasi Posyandu steril dari virus dengan mendisinfeksi area Posyandu, menyiapkan tempat cuci tangan dengan sabun, dan thermal gun. Selain itu petugas juga harus dipastikan menggunakan alat pelindung diri, sehat, dan tidak dalam keadaan batuk, pilek, atau demam.

Penanggung jawab Posyandu akan membagi kader untuk menempati tiap meja pelayanan, pintu masuk Posyandu untuk pengecekan suhu, serta petugas untuk mengawasi jalannya kegiatan tetap sesuai protokol kesehatan.

Begitu juga dengan orang tua dan balita yang hadir. Mereka harus memakai masker dan sebelum masuk lokasi Posyandu harus cuci tangan dengan sabun. Setelah pemantauan kesehatan balita selesai, orang tua dan balita akan segera dipersilakan pulang dengan terlebih dahulu diminta cuci tangan kembali. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. http://dinkes.babelprov.go.id/content/kadinkes-babel-sesuaikan-pelaksanaan-Posyandu-di-era-new-normal.
  2. https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2020/06/26/512/1042875/Posyandu-selama-pandemi-tetap-utamakan-protokol-kesehatan.