Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. TB termasuk dalam 10 (sepuluh) besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Berdasarkan data dari WHO Global Tuberculosis Report 2016 menyatakan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk 254.831.222, menempati posisi kedua dengan beban TB tertinggi di dunia. TB di Indonesia juga merupakan penyebab nomor empat kematian setelah penyakit kardiovaskular.

Untuk mencapai target “Indonesia Bebas TB 2050”, peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam membantu menemukan kasus TB dan membantu melakukan pengawasan terhadap pengobatan pasien TB sampai sembuh, agar rantai penularan TB di Indonesia dapat dihentikan.

Memperingati “Hari TB Sedunia“ 24 Maret, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) membuka stand kesehatan di Car Free Day Klaten pada Minggu, 25 Maret 2018 di Halaman Kantor Disperindagkop Klaten dari pukul 06.00 – 09.00 WIB.

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berupa pemeriksaan tekanan darah dan IMT, konsultasi kesehatan oleh dokter dan ahli gizi, gerakan aksi stop TB dengan komitmen stop TB menggunakan cap tangan tinta warna, senam etika batuk, talk show dengan tema Peduli TBC, Indonesia Sehat, dan pemberian diet TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein).

Gerakan ini mengajak semua pihak baik pemerintah maupun seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian TB.

Sebagai dokter narasumber hadir : dr. Zakiah Novianti, Sp.P, M.Kes, dr. Indah, Sp.P dan dr. Desi Fajar Susanti, M.Sc, Sp.A. Meskipun cuaca mendung, tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke stand kesehatan RSST.