Tim PKRS RSST – Orang yang dinyatakan terinfeksi Virus Corona terus bertambah jumlahnya. Namun demikian tidak semua orang yang terinfeksi Virus Corona menunjukkan gejala. Bisa jadi orang tersebut tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi ketika di tes dinyatakan positif COVID-19.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merevisi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19). Dalam revisi tersebut Kemenkes menambah kategori kelompok Orang Tanpa Gejala (OTG). OTG merupakan seseorang yang tidak memiliki gejala namun memiliki risiko yang telah tertular dari orang yang positif COVID-19. Dimana, OTG ini memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi atau pasien positif COVID-19.

Kontak erat di sini bisa dipahami sebagai aktivitas berupa kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung dalam radius satu meter dengan orang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) atau positif COVID-19, dalam dua hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan Orang Tanpa Gejala (OTG) harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan imunitas.

Dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, Kemenkes juga menjelaskan orang-orang yang termasuk kontak erat. Berikut ini kelompok yang rentan menjadi OTG :

  1. Petugas Kesehatan

Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar.

  1. Berada dalam Satu Ruangan dengan Pasien Positif COVID-19

Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan pasien Virus Corona, termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Orang yang bepergian bersama (radius satu meter) dengan segala jenis alat angkut atau kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 12 hari setelah kasus timbul gejala.

Apakah  Ciri-ciri OTG?

Para OTG tidak memiliki gejala, sehingga mereka sulit dideteksi dan diketahui ciri-cirinya.

Meskipun awalnya tidak menunjukkan gejala, namun menurut penelitian, gejala pada akhirnya dapat muncul sekitar 0-24 hari setelah seseorang pertama terpapar virus. Ciri terinfeksi Virus Corona biasanya muncul dalam bentuk ringan dan secara bertahap. Secara umum gejala Virus Corona yang utama adalah :

  1. Demam tinggi
  2. Batuk kering
  3. Merasa lemas
  4. Sesak napas

Ada juga penderita COVID-19 lain yang mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pilek, atau diare. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak spesifik mengarahkan kepada infeksi Virus Corona.

Meski demikian, orang tanpa gejala tetap perlu melakukan isolasi mandiri dan menjaga jarak sosial maupun fisik dengan orang lain. Saran sejumlah pasien yang telah sembuh COVID-19 juga menekankan pada pentingnya imunitas tubuh untuk melawan Virus Corona, kondisi psikologis yang baik yaitu menghindari stres dan menjaga suasana hati tetap gembira serta berpikir positif.

Oleh karena itu, penggunaan masker penting ditaati oleh masyarakat karena tidak bisa mendeteksi mereka yang sehat atau pembawa virus tanpa menunjukkan gejala. (Lt)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200511062828-20-501894/pemerintah-andalkan-penanganan-otg-covid-19-dengan-imunitas
  2. https://health.kompas.com/read/2020/04/08/140100168/mengenal-otg-orang-tanpa-gejala-yang-bisa-sebarkan-virus-corona?page=all
  3. https://kesehatan.kontan.co.id/news/dinyatakan-positif-covid-19-namun-tanpa-gejala-bisakah-sembuh-sendiri?page=all
  4. https://tirto.id/10-ciri-ciri-terkena-virus-corona-covid-19-dan-cara-mencegahnya-eNa8
  5. https://www.sehatq.com/artikel/otg-adalah-orang-tanpa-gejala-yang-bisa-sebarkan-virus-corona
  6. https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/01/070200465/positif-covid-19-tanpa-gejala-bisakah-sembuh-sendiri?page=2