Ririn Yuliati S.Si.T M.Si – Pemenuhan zat gizi pada ibu hamil adalah yang terpenting pada masa kehamilan. Dengan mendapatkan gizi yang seimbang dan baik, ibu hamil dapat mengurangi risiko kesehatan pada janin dan ibu. Selama kehamilan, kebutuhan zat gizi akan sangat meningkat untuk mendukung pertumbuhan fetal dan perkembangan anak, seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada ibu berupa struktur dan metabolisme. Gizi pada saat kehamilan juga amat penting dalam mempersiapkan diri melalui makanan bergizi dan kesehatan badan, dan mulai mengubah kebiasaan makan yang kurang sehat demi kesehatan bayi dan ibunya, sehingga pada saat hamil, kondisi ibu maupun janinnya bisa baik.

Nutrisi untuk Kehamilan

Persiapan saat hamil sangat diperlukan kecukupan nutrisi yang penting antara lain :

  1. Karbohidrat : Karbohidrat merupakan sumber tenaga / energi (1g karbohidrat = 4 kalori energi). Kegunaan lainya yaitu menjaga kesehatan jaringan syaraf dan penting dalam pembentukan sel darah merah. Apabila karbohidrat tidak terpenuhi maka energi akan diambil dari protein.
  2. Protein : Protein diperlukan sebagai zat pembangun jaringan tubuh janin (asupan protein yang kurang dapat menghambat pertumbuhan janin).
  3. Lemak : fungsi lemak antara lain sebagai cadangan energi tubuh saat ibu melahirkan (lemak merupakan zat gizi kaya energi, 1 gram lemak = 9 kalori). Lemak merupakan zat gizi pelarut vitamin A,D,E,K. selain itu asam lemak antara lain asam lemak omega 3 dan 6 juga diperlukan untuk perkembangan sistem syaraf, fungsi penglihatan dan pertumbuhan otak bayi.

Vitamin dan Mineral

Vitamin A untuk ibu dan bayi berguna sebagai imunomodulator bagi kekebalan mukosa. Namun penggunaannya tidak boleh terlampau banyak. Suplemen vitamin A tidak boleh melebihi dosis yang telah direkomendasikan dalam Recommended Dietary Allowance yaitu sejumlah >15.000 IU/hari. Konsumsi yang terlalu banyak meningkatkan risiko cacat bawaan janin. Sumber vitamin A : buah dan sayuran seperti brokoli, kailan, kangkung, caisin, labu siam, wortel, tomat.

Kebutuhan kalsium dan fosfor umumnya pada ibu hamil tidak meningkat. Namun jika diet kalsium rata-rata kurang dari yang dianjurkan untuk orang sehat dan normal yaitu sejumlah < 600 per hari ditakutkan akan meningkatkan risiko terjadinya pre-eklampsia dan kualitas bayi yang menurun. Namun hal ini masih menjadi perdebatan pula tentang kebenarannya. Sumber kalsium : terdapat dalam susu dan produk susu (keju / yoghurt), ikan yang bisa dimakan dengan tulangnya (ikan teri, sarden), biji-bijian (biji bungan matahari, wijen), produk kedelai (tempe,tahu), sayuran hijau, dan buah-buahan kering.

Zinc, termasuk mineral yang penting dikonsumsi oleh ibu. Diet rendah zinc akan meningkatkan risiko janin lahir prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan. Zinc mampu meningkatkan berat lahir dan lingkar kepala. Untuk itu, konsumsi zinc paling tidak harus sudah dimulai sejak hamil 19 minggu dengan dosis 15 mg/hari. Sumber zinc : telur, daging, hati, kerang, serealia dan kacang-kacangan. Kekurangan asam folat kurang dari 0,24 mg/hari pada kehamilan < 28 minggu akan meningkatkan risiko cacat pada janin, persalinan kurang bulan, serta bayi lahir rendah, misalnya meningocele. Defisiensi asam folat juga mengganggu pertumbuhan sistem syaraf pusat, jika terjadi gangguan pada hari ke 16 pasca fertilisasi akan berdampak pada pembentukan kepala yang terjadi pada hari ke 22 hingga 26 sehingga bisa terjadi encephalli, bayi tanpa tempurung kepala dan otak. Hal tersebut juga bisa berdampak pada gangguan pembentukan tulang belakang sehingga janin bisa menderita spina bifida.  Kebutuhan asam folat untuk wanita tidak hamil adalah sebesar 100 mg/hari sedangkan untuk wanita hamil adalah sekitar antara 500-1000 mg/hari. Sumber asam folat : kacang-kacangan, serealia, sayuran hijau jamur, kuning telur, jeruk pisang dan lain-lain.

Pada ibu hamil yang mengalami kondisi defisiensi asam folat disertai dengan defisiensi asam folat disertai dengan defisiensi vitamin B6, B12, penyakit ginjal, hati, serta minum obat-obatan akan terjadi hiperhomosisteinemia.  Keadaan ini berpotensi menyebabkan berbagai cacat bawaan seperti kelainan jantung, pembuluh darah, kelainan syaraf pusat, abortus, prematuritas, janin mati dalam kandungan (IUFD), preklamsia, maupun eklamsia. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan pemenuhan kebutuhan B6, B12 dan asam folat selama hamil. Bagi ibu-ibu yang pernah melahirkan bayi dengan kelainan syaraf pusat dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat dengan dosis 4000mg (4mg)/hari. sumber vitamin B6 : kecambah, gandum, hati, ginjal, serealia tumbuk kacangan-kacangan, kentang, pisang, susu. Sumber vitamin B12 : makanan protein hewani yang memperolehnya dari hasil sintesis bakteri di dalam usus, seperti hati ginjal, sumber lain adalah susu, telur, ikan keju dan daging.

Salah satu lagi bahan yang bermanfaat bagi ibu hamil adalah prebiotik. Bahan berasal dari jenis Fruktoolgisakarida (FOS), tidak dihidrolisis maupun diabsorbsi di saluran cerna bagian atas. FOS memiliki mekanisme kerja merangsang pertumbuhan bakteri komensal dalam kolon (bifidobacteria dan lactobacillus), mengubah mikroflora menjadi bermanfaat, menjaga kesehatan usus, menambah jumlah spesimen sacharolitic serta mengurangi mikroorganisme yang bersifat patogen. Oligosakarida dalam makanan diubah menjadi fruktosa kemudian diubah lagi menjadi Fruktooligosakarida (FOS) sehingga berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik ini juga berfungsi untuk melindungi mukosa saluran cerna dari infeksi, menurunkan PH usus, menekan pertumbuhan bakteri patogen, menghasilkan vitamin K, mengaktifkan fungsi usus, maupun menstimulasi respon imun.