dr. Febricilla Citra pratiwi, Sp.A, M.Sc – Seorang ibu baru yang memiliki satu orang putra berusia 5 bulan merasa khawatir saat melihat urin bayinya berwarna kemerahan. “Sudah hampir satu minggu warna urin anak saya merah. Apakah anak saya sedang sakit?” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak merupakan prioritas utama para orang tua. Tidak mengherankan jika ada gejala yang dianggap tidak normal, orang tua akan khawatir dan berusaha mencari informasi lengkap untuk memastikan kondisi anaknya. Sama halnya saat ibu mencurigai perubahan warna urin pada bayinya. Seperti apa warna urine bayi yang normal, dan kapan kondisi warna urin bayi harus diwaspadai?

Idealnya, urin bayi normal adalah tidak berwarna dan frekuensi normal bayi berkemih terjadi 8-10 kali dalam sehari. Warna urin bayi baru lahir (0-3 bulan) akan sama dengan bayi berusia di atas 4 bulan, yakni berwarna kuning jernih. Warna urine bayi tidak dipengaruhi oleh susu yang bayi minum. Baik mengkonsumsi ASI ataupun susu formula, urine bayi normal seharusnya tetap berwarna kuning jernih. Saat anak sudah diperkenalkan dengan MPASI, warna urin dapat berubah. Warna urin dapat dipengaruhi jenis makanan yang dimakan, obat-obatan yang dikonsumsi, kondisi saluran kemih dan status hidrasi. Perubahan warna urine diketahui erat kaitannya dengan keadaan hidrasi tubuh (kadar air tubuh) bayi. Jika urine bayi berubah menjadi semakin gelap, ini menunjukkan bahwa bayi mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Ibu dianjurkan untuk lebih sering menyusui. Setelah kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan baik, maka urine akan kembali bening dan jernih.

Dalam menentukan ketidaknormalan perubahan warna urine pada bayi dapat ditentukan dengan melakukan anamnesis atau tanya jawab dan pemeriksaan urinalisa. Apabila orangtua menjumpai perubahan warna urin yang tidak lazim, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain, kapan mulai terjadi? Apakah berlangsung tiba-tiba?, Apakah warna urin sama sepanjang hari? Apakah urine berbau tidak sedap? Apakah bayi buang air kecil lebih sedikit dari biasanya? Apakah ada riwayat meminum obat-obatan tertentu? Apakah disertai gejala lain, misal bayi mengedan setiap berkemih? Apakah disertai demam atau gejala kuning pada kulit dan mata bayi?

Perubahan Warna Urine Bayi yang Tidak Normal

  1. Urine Berwarna Merah Muda, Merah atau Cokelat Tua

Urine yang berwarna merah muda, merah atau cokelat tua dapat menandakan adanya komponen darah pada urine. Hal ini dapat disebabkan oleh kelainan darah (seperti anemia hemolitik); luka pada ginjal atau saluran kemih; makanan seperti buah beri, buah bit, atau obat seperti rifampicin, desferioksamin, fenoftalein; kelainan metabolik; atau kelainan pada ginjal dan saluran kemih seperti infeksi saluran kemih, tumor dan tuberculosis.

Urine dengan warna merah muda juga menunjukkan adanya darah segar larut pada urine. Ini terjadi jika bayi sedang mengalami ruam popok, kemungkinan darah segar berasal dari luka ruam popok. Maka penanganan ruam popok dapat menghentikan gejala ini. Namun, apabila bayi tidak mengalami ruam popok, kemungkinan darah berasal dari saluran kemihnya. Selain itu, urine berwarna cokelat tua dan pekat pada bayi yang terjadi tidak lama setelah lahir, disertai dengan gejala kuning dan feses pucat dapat menandakan kelainan atresia bilier.

  1. Urine Berwarna Oranye

Urine berwarna oranye biasanya disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu. Salah satunya adalah isoniazid. Atau dapat pula disebabkan oleh infeksi saluran kemih.

  1. Urine Berwarna Hijau atau Kebiruan

Urine bayi yang berwarna hijau atau kebiruan dapat salah satu tanda adanya infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas. Walaupun jarang, warna hijau pada urine bayi juga dapat terjadi karena adanya feses dari fistula yang menghubungkan usus dan kandung kemih.

  1. Urine Berwarna Putih Kental

Urine bayi berwarna putih kental dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih yang berat atau menandakan adanya endapan mineral dalam urine, seperti hiperkalsiura, fosfaturia, atau hiperoksaluria. Kelainan ini dapat ditemukan setelah dilakukan pemeriksaan analisis urin, serta diperlukan konsultasi dengan dokter terkait kemungkinan diperlukan perubahan asupan makanan dan pengobatan infeksi saluran kemih.

Keadaan yang cukup sering dijumpai orang tua adalah urin bayi disertai bercak kristal halus / powder berwarna merah muda atau oranye yang dapat digores pada popok. Kristal ini merupakan endapan kristal urat. Keadaan ini masih dianggap normal dan umumnya tidak berbahaya. Dapat pula menandakan bayi kurang cairan atau ASI, sehingga kristal urat mengendap.

Pemeriksaan analisa urine secara makroskopis dan mikroskopis perlu dilakukan untuk mengetahui adakah kelainan pada urine. Pada kondisi hematuria terkadang hanya terlihat secara mikroskopis dan tanpa adanya perubahan warna urine yang nyata. Hematuria ditunjukkan dengan ditemukannya keberadaan sel darah merah lebih dari 5 per milimeter urine.

Warna urine bayi dapat menunjukkan kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, perubahan warna urine yang terjadi pada bayi dan anak penting untuk diperhatikan, karena dapat menjadi tanda penyakit. Pemantauan perubahan warna urine pada bayi dapat dilakukan pada tiap kesempatan, seperti saat mengganti popok. Selain itu, perlu diperhatikan pula kondisi dan kebersihan area sekitar kelamin bayi. Berikut ini, beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman orang tua tentang perubahan warna urine agar segera berkonsultasi dengan dokter.

  • Perubahan warna urine yang tidak dapat dijelaskan sebabnya dan tidak kembali menjadi normal seperti biasa.
  • Adanya darah pada urine, walaupun hanya terlihat sekali.
  • Urine berwarna coklat tua disertai feses pucat dan warna kuning pada kulit dan mata.
  • Urine merah, merah muda, atau cokelat tua yang tidak disebabkan perubahan makanan atau pemakaian obat-obatan.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Amin, R., et al. 2016. An Unusual Cause of Pink Diapers in an Infant : Questions and Answers. Pediatric Nephrology. 31(4), pp. 575-580.
  2. Demirdas, S. & Schroder, C. H. 2010. An Infant with Orange-Colored Urine. Pediatric Nephrology. 25, pp. 381.
  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2016. Normalkan Warna Urine Bayiku?
  4. Christin, N. Nicklaus Children’s Hospital. 2020. Abnormally Colored Urine.
  5. Healthy Children. Baby’s First Days: Bowel Movements & Urination.
  6. Geller, D. Baby Center. Which is Better for My Baby’s Skin – Cloth or Disposable Diapers?
  7. Rohyans, J. A. Baby Center. What Does it Mean if My Baby has Urate Crystals in her Diaper?
  8. Aycock, R. D. & Kass, D. A. Medscape. 2012. Abnormal Urine Color.