dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG (K) – Bengong? Kok bisa? Bingung ketika dokter bilang kita anemia? Padahal keliatannya makannya udah nggak ada takarannya, apa aja dimakan! Suka minum teh nggak? Mungkin emang dia biang keroknya…! Yuk kita cari sebabnya kenapa sih teh bisa menyebabkan anemia?

Wanita hamil adalah termasuk kelompok rentan anemia defisiensi besi. Terutama saat trimester pertama dan kedua, sehingga berhubungan dengan kehamilan prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Gejala yang sering dikeluhkan wanita hamil dengan anemia adalah lemah, mata berkunang-kunang, pucat, dan lekas lelah. Pemeriksaan yang mudah untuk mengetahui anemia adalah pemeriksaan hemoglobin. Pemeriksaan yang lebih baik lagi salah satunya adalah kadar ferritin yang menunjukkan cadangan zat besi dalam darah. Feritin sudah turun lebih dulu sebelum hemoglobin turun. Jadi sebenarnya pemeriksaan hemoglobin ini agak terlambat. Selain itu kurang spesifik dalam menunjukkan penyebab anemia.

Terus bagaimana dengan teh? Ternyata daun teh mengandung tannin yang menimbulkan rasa agak sepat, dan diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi. Sehingga wanita hamil dianjurkan tidak terlalu sering mengkonsumsi teh untuk menghindari risiko anemia. Anjuran yang ekstrim menyarankan agar jangan minum teh sehabis makan karena menu lengkap yang kaya vitamin dan mineral serta protein tidak akan terserap baik oleh tubuh karena terhambat oleh teh.

Tetapi ternyata ada komponen daun teh yang berkhasiat untuk kesehatan, yaitu polifenol. Polifenol merupakan antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E. Hal ini menyebabkan teh dikonsumsi sebagai pencegahan perkembangbiakan sel-sel kanker dan radikal bebas yang merusak DNA. Untuk kepentingan tersebut dianjurkan menyeduh teh dalam air hangat selama 3 menit.

Mengingat efek positif dan negatif dari teh, sebaiknya seorang wanita hamil bijak dalam mengkonsumsi teh, untuk ibu dan calon buah hati.