dr. Puspito Dewi, Sp.PD – “Wah kalau punya diabetes ya makannya nasi kemarin aja, itu bagus lho.” Di dalam masyarakat kita masih banyak informasi tentang Diabetes Mellitus (DM) yang belum bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Informasi seperti ini dapat kita katakan sebagai mitos. Namun apakah mitos tersebut dapat dipercaya?

Mitos : nasi yang dimasak kemarin memiliki kadar gula lebih rendah.

Faktanya, nasi kemarin dan nasi yang baru dimasak memiliki kandungan glukosa yang sama. Mengkonsumsi nasi dengan porsi yang tepat dan gizi yang seimbang dapat menjaga kadar gula darah tetap normal.

Mitos : diabetes hanya diderita oleh orang berusia diatas 50 tahun.

Faktanya, diabetes dapat diderita oleh semua orang di segala usia karena faktor risiko diabetes adalah karena riwayat keturunan dan gaya hidup. Bagi orang berusia di bawah 50 tahun yang memiliki gaya hidup tidak sehat maka memiliki faktor risiko yang tinggi untuk menderita diabetes.

Mitos : bagi orang dengan diabetes berjalan tanpa menggunakan alas kaki baik untuk kesehatan terutama saat berjalan di atas permukaan kasar.

Faktanya, orang dengan diabetes lebih rentan mengalami infeksi dan proses penyembuhan luka sering kali lebih lambat dari orang yang tidak menderita diabetes. Selain itu, orang dengan diabetes memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Hal inilah yang menyebabkan luka sulit sembuh karena tubuhnya tidak mampu melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, menggunakan alas kaki baik di dalam dan di luar rumah adalah hal yang harus dilakukan.

Mitos : diabetes hanya diderita oleh orang yang kegemukan.

Faktanya, semakin banyak jaringan lemak yang Anda miliki maka sel tubuh lebih kebal terhadap insulin. Selain itu orang yang berbadan kurus pun dapat menderita diabetes karena tubuhnya kekurangan jumlah insulin.

Mitos : penderita diabetes tidak boleh berolahraga agar kadar gula tidak drop.

Faktanya, penderita diabetes dianjurkan untuk tetap rutin berolahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, senam. Disarankan pula untuk selalu memeriksa kadar gula darah sebelum dan setelah olahraga.

Tetapi perlu diingat bahwa olahraga tidak dianjurkan jika kondisi penderita sebagai berikut :

Kadar gula darah puasa > 250 mg/dL : ada bahaya dehidrasi atau denyut jantung terlalu cepat.

Kadar gula darah sewaktu < 100 mg/dL : ada bahaya hipoglikemia. Sakit : ada bahaya cedera atau hipoglikemia.

Mitos : keturunan diabetes pasti menderita diabetes.

Faktanya, tidak semua keturunan diabetes akan menderita penyakit diabetes. Apabila keturunan diabetes dapat menjaga pola hidup sehat dan rutin berolahraga serta memantau kesehatan secara rutin ke dokter maka dapat menurunkan resiko diabetes.

Mitos : makan terlalu banyak gula dapat menyebabkan diabetes.

Faktanya, pola hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan seseorang menderita diabetes. Salah satu contoh pola hidup yang tidak sehat adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, kalori dan lemak, namun tidak melakukan aktifitas fisik. Hal tersebut meningkatkan risiko menderita diabetes.

Mitos : Diabetes Melitus adalah selalu muncul gejala.

Faktanya, tidak semua penyandang diabetes akan mengeluhkan gejala yang berat. Terdapat keadaan ketika gejala diabetes samar atau tidak terlalu jelas sehingga tidak disadari.

Jadi, tidak heran jika 25 persen diabetesi tak sadar bahwa mereka pengidap penyakit tersebut. Oleh karena itu, agar terhindar dari mitos diabetes, kenali beberapa gejala khas.

Mitos : terdapat 2 (dua) jenis diabetes, yaitu diabetes basah dan diabetes kering.

Faktanya, tidak ada istilah diabetes basah dan diabetes kering. Mitos tentang diabetes ini salah dan tidak mencerminkan keadaan sakit diabetes yang sesungguhnya.

Namun, memang terdapat beberapa jenis diabetes, yaitu :

Diabetes Mellitus tipe 1, Diabetes Mellitus tipe 2, Diabetes kehamilan (diabetes gestasional). Diabetes tipe lain.

Mitos : orang tua diabetes, anaknya pasti diabetes.

Mitos diabetes ini tidaklah tepat. Meskipun kita memiliki orang tua dengan diabetes, kita tidak akan mengalami hal yang sama. Menurut berbagai penelitian, faktanya diabetes dapat dicegah.

Cara mencegah diabetes bisa dilakukan dengan pola hidup sehat, rutin olahraga, dan menjaga berat badan ideal. Cara tersebut efektif dalam menurunkan risiko terjadinya diabetes.

Mitos : kebanyakan minum obat diabetes, bisa menderita sakit ginjal.

Banyak orang yang beranggapan bahwa minum obat terus menerus dapat menyebabkan efek samping, salah satunya masalah ginjal. Mitos diabetes ini tidaklah benar. Faktanya tidak semua jenis obat memiliki dampak yang sama.

Pada kasus obat diabetes, justru jika obat tidak diminum secara rutin, kadar gula darah bisa tidak terkontrol. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan gangguan ginjal. Jadi, jangan lupa untuk konsumsi obat teratur dan kontrol ke dokter secara berkala.

Mitos : daun insulin, benarkah ampuh mengatasi diabetes?

Daun insulin hanya sebagai terapi pendamping. Karena pada dasarnya, segala jenis obat-obatan herbal tidak dapat ‘berdiri sendiri’ untuk mengobati diabetes. Harus tetap ada obat-obatan medis yang diminum sesuai anjuran dokter.

Mitos : semua penyandang diabetes perlu terapi insulin.

Mitos tentang diabetes yang satu ini kurang tepat. Tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan insulin untuk mengontrol gula darah. Terapi insulin dibutuhkan tergantung dari kondisi masing-masing penderita.

Bahkan, obat-obatan lain, perubahan gaya hidup, dan olahraga teratur, justru cukup untuk mengelola diabetes daripada terapi insulin.