Mewaspadai Infeksi Virus Corona pada Anak

Tim Humas RSST – Meski kasus infeksi Virus Corona pada anak relatif jarang terjadi, orang tua tetap harus mewaspadainya. Penting bagi orang tua untuk mengenali langkah pencegahan dan apa saja gejala yang bisa menandakan anak terinfeksi Virus Corona.

Infeksi Virus Corona, atau yang dikenal juga dengan sebutan COVID-19, merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Penderita COVID-19 sejauh ini kebanyakan adalah orang dewasa. Namun, kasus pada anak-anak juga telah dilaporkan, termasuk pada balita.

Kenali Gejala Infeksi Virus Corona pada Anak

Hingga saat ini masih belum ditemukan gejala spesifik yang bisa menjadi penanda infeksi Virus Corona pada anak. Pasalnya, gejala COVID-19 pada anak cenderung ringan seperti pilek biasa, atau bahkan bisa tanpa gejala. Gejala infeksi Virus Corona yang bisa muncul pada anak meliputi :

  • Demam
  • Pilek
  • Batuk-batuk
  • Sesak napas

Selain itu, gejala gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, juga bisa terjadi meskipun sangat jarang. Walaupun umumnya ringan, gejala pada anak-anak juga bisa berkembang menjadi syok sepsis dan acute respiratory distress syndrome atau gagal napas akut yang sangat berbahaya.

Cara Mencegah Infeksi Virus Corona pada Anak

Virus Corona (SARS-CoV-2) telah menyerang puluhan ribu orang di berbagai negara dan memakan ribuan korban jiwa. Saat ini pun telah terkonfirmasi ada 2 warga negara Indonesia yang positif terjangkit COVID-19.

Berikut ini adalah cara pencegahan infeksi Virus Corona atau COVID-19 yang bisa diterapkan orang tua pada anak :

  1. Ajari anak mencuci tangan dengan benar.

Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan ia membasuh seluruh bagian tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela jari, dan ujung kuku. Biasakan anak untuk mencuci tangannya secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh hewan, serta setelah batuk atau bersin.

Anda juga bisa menyediakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% di dalam tas sekolahnya untuk digunakan bila tidak ada air dan sabun saat perlu mencuci tangan.

  1. Biasakan anak menggunakan masker.

Penggunaan masker juga dapat mencegah penularan Virus Corona pada anak, meskipun tidak seefektif penggunaan masker pada orang yang sakit untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain. Pilihlah masker yang ukurannya pas untuk anak-anak dan anjurkan anak memakai masker bila berada di dekat orang yang sedang sakit. Jangan lupa untuk mengajarinya cara memakai masker yang benar dan ingatkan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.

  1. Berikan anak makanan bergizi.

Asupan gizi yang kaya akan sayuran dan buah-buahan tinggi beta karoten, seperti wortel dan jeruk, diketahui dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak untuk melawan infeksi, termasuk infeksi Virus Corona. Guna membangun daya tahan tubuh yang kuat untuk mencegah infeksi Virus Corona pada anak, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Selain itu, pastikan makanan yang diberikan kepada si kecil telah dimasak hingga matang.

  1. Ajak anak untuk rutin berolahraga.

Tidak hanya menjaga kebugaran, berolahraga dapat memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, ajaklah si kecil untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit sehari. Pilih olahraga yang disukai anak, olahraga apa pun dan di mana pun, asalkan dilakukan dengan rutin dan membuat tubuh anak aktif bergerak, dapat menjadi cara yang efektif untuk menjaga kesehatannya dan melindunginya dari infeksi Virus Corona.

Selain dengan menerapkan cara-cara di atas, ingatkan juga anak untuk menutup mulut dengan tisu saat bersin atau batuk, serta tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.

Pencegahan infeksi Virus Corona pada anak sebenarnya sama dengan cara pencegahan pada orang dewasa. Namun, perlindungan penyakit pada anak juga perlu ditambah dengan melengkapi imunisasinya. Walaupun belum ada vaksinasi khusus untuk Virus Corona, pastikan si kecil mendapatkan imunisasi dasar yang lengkap dan sesuai jadwal.

Jika anak menunjukkan gejala flu dan mengalami demam, sebaiknya biarkan ia beristirahat di rumah dan jangan membawanya ke sekolah. Segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. (Dn)

 

 

 

Referensi :

  1. World Health Organization
  2. www.alodokter.com