Mental Kuat, Tubuh Sehat

PKRS RSST – Virus Corona semakin merajalela, kasus semakin bertambah dari hari ke hari. Di Indonesia sendiri, update sampai dengan tanggal 17 November 2020, ada 474.455 terkonfirmasi positif, 398.636 dinyatakan sembuh, dan 15.393 orang meninggal dunia.

Wabah pandemi ini memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan psikologis individu dan masyarakat (Banerjee, 2020; Brooke dkk., 2020; Zhang dkk., 2020). Dampak psikologis selama pandemi di antaranya gangguan stres pasca trauma (post-traumatic stress disorder), kebingungan, kegelisahan, frustrasi, ketakutan akan infeksi, insomnia dan merasa tidak berdaya. Bahkan beberapa psikiatris dan psikolog mencatat hampir semua jenis gangguan mental ringan hingga berat dapat terjadi dalam kondisi pandemi ini. Bahkan kasus bunuh diri karena ketakutan terinfeksi virus sudah mulai bermunculan.

Ajakan mematuhi protokol kesehatan semakin digaungkan.  Penerapan protokol kesehatan dengan konsepsi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sangatlah penting. Masyarakat melakukan aktifitas kehidupan sosial dan berkegiatan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Risiko pergerakan orang dan berkumpulnya masyarakat memiliki potensi penularan COVID-19 yang cukup besar. Agar roda perekonomian tetap dapat berjalan, maka perlu dilakukan mitigasi dampak pandemi COVID-19. Masyarakat harus melakukan perubahan pola hidup dengan tatanan dan adaptasi kebiasaan yang baru (new normal) agar dapat hidup produktif dan terhindar dari penularan COVID-19. Kedisiplinan dalam menerapkan prinsip pola hidup yang lebih bersih dan sehat merupakan kunci dalam menekan penularan COVID-19 pada masyarakat, sehingga diharapkan wabah COVID-19 dapat dilewati dengan baik. Pesan kunci pencegahan tingkat individu terutama upaya kebersihan personal dan rumah dengan menerapkan protokol kesehatan masih perlu dilakukan secara disiplin. Mulai dari menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak aman 1-2 meter, rajin mencuci tangan pakai sabun / membawa handsanitizer, serta tingkatkan imunitas tubuh dengan olahraga teratur dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

Selain kesehatan fisik, menjaga daya tahan atau kesehatan mental / psikologis tidak kalah penting. Keduanya berkontribusi pada kesehatan tubuh. Sehat mental diartikan sebagai kondisi individu yang berada dalam keadaan sejahtera, mampu mengenal potensi dirinya, mampu menghadapi tekanan sehari-hari, dan mampu berkontribusi di lingkungan sosialnya (WHO, 2015).

Lalu apa yang bisa kita lakukan agar tetap sehat mental?

Untuk menjaga daya tahan mental ada beberapa hal yang bisa dilakukan, dari berpikir positif tetapi tetap realistis, tetap terhubung pada social support dan menjaga tali silaturahmi, rajin beribadah, bijak memilah informasi, hingga melakukan hobi dan hal-hal yang membuat kita bahagia.

Selain itu tetap peduli dan saling jaga. Serta STOP STIGMA…

Menghadapi situasi pandemi COVID-19 ini tentu bukan dengan panik, apalagi hingga memunculkan stigma terhadap tenaga medis dan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Kepanikan justru membuat pikiran kita tidak jernih, muncul perasaan cemas tidak terkendali, dan juga tindakan yang menjauhkan kita dari solusi.

Jangan sampai kepanikan kita justru menimbulkan permasalahan kesehatan mental bagi orang lain.

Tetap peduli dan saling jaga… Hentikan stigma untuk sama-sama menjadi masyarakat yang tangguh dan sehat mental… (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://covid19.go.id/
  2. Kementerian Kesehatan RI, 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Jakarta.
  3. Deshinta Vibriyanti, 2020. Kesehatan Mental Masyarakat : Mengelola Kecemasan di Tengah Pandemi COVID-19. Jurnal Kependudukan Indonesia.
  4. Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, 2020. Tetap Sehat Mental Selama Masa Pandemi COVID-19.