Siti Yuliarti, AMKeb – Apa itu Menopause? adalah masa berakhirnya menstruasi atau haid pada wanita Ovarium (indung telur) berhenti memproduksi sel telur / hormon kewanitaan yaitu Estrogen dan Progesteron. Pertama mulai ditandai dengan datangnya haid yang tidak teratur kemudian berhenti sama sekali. Kehamilan tidak mungkin terjadi sesudah datang masa Menopause.

Mekanisme Menopause

Ovarium memproduksi 3 macam hormon : estrogen, progesteron, dan testotesron, dimana setelah mencapai menopause hormon-hormon ini tidak diproduksi.

Estrogen dan progesteron pada wanita disebut hormon kelamin (sex hormones). Estrogen pada wanita menyebabkan kulit halus, suara lemah lembut, payudara membesar. Dalam setiap bulan, kadar estrogen dan progesteron bergelombang, bergantian naik turun.

Gelombang itu yang menyebabkan terjadinya haid pada wanita. Estrogen hanya dihasilkan oleh indung telur selama persediaan sel telur masih ada. Tugas estrogen sebenarnya ialah mematangkan sel telur sebelum dikeluarkan. Oleh karena itu selama estrogen masih ada, sel telur tetap akan diproduksi.

Kemudian setelah wanita berusia sekitar 45 tahun, ketika persediaan sel telur habis, indung telur mulai menghentikan produksi estrogen akibatnya haid tidak muncul lagi. Pada wanita tersebut sudah menginjak masa menopause, yang berarti berhentinya masa kesuburannya.

ESTROGENE mempunyai banyak pengaruh di dalam tubuh di antaranya : otak, payudara, hati, liver, tulang, ovarium, vagina, kulit, uterus.

Usia Wanita Menopause

   Rata-rata mendatangi wanita Indonesia di usia 45 tahun.

   Menopause dini atau < usia 45 tahun, kemungkinan penyebabnya adalah :

  1. Merokok
  2. Faktor keturunan
  3. Penyakit autoimun

   Menopause buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium.

  1. Pengangkatan ovarium melalui operasi
  2. Kemoterapi

Gejala Fisik yang Dialami Saat Menopause

  1. Vasomotor Symptoms

Hot flushes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan pada malam hari. Kepala pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar).

Hal ini diduga disebabkan oleh kebiasaan merokok, minum kopi, minum alkohol, mandi air panas, pekerjaan yang banyak, dan stres.

  1. Vaginal Symptoms

Kekeringan pada vagina karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri. Dialami oleh sepertiga wanita

Salah satunya adalah :

  1. Berkurangnya aliran darah pada vagina.
  2. Perubahan jaringan vagina (athropy, inflammation).
  3. Perubahan pH dalam vagina (netral, pH = 7).

Keluhan psikologis yang dialami saat menopause (additional symptoms) :

    Penurunan daya ingat.

    Insomnia atau sulit tidur, disebabkan oleh hot flashes sehingga keluar banyak keringat pada malam hari yang menyebabkan wanita tidak bisa tidur.

    Hilangnya libido (menurunnya gairah sexualitas).

    Depresi, seperti murung, sedih dan gelisah. Bisa disebabkan oleh perasaan sepi karena anak sudah menikah atau pensiun (Menopausal depression).

    Perasaan cemas, misalnya akibat cemburu, merasa tidak cantik lagi, kulit keriput dan payudara kendur (Anixietas).

Problem Kegemukan

Sesudah masa menopause kebanyakan wanita menjadi malas dan berat badannya bertambah.

Metabolisme berjalan lambat sehingga :

    Hanya sedikit kalori yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan ideal.

    Hal yang kebanyakan terjadi adalah :

  • Sebelum masa menopause, makan 1000 kalori dan melakukan aktivitas sehingga dibakar 700 kalori.
  • Sesudah menopause, makan 1000 kalori tetapi kurang olahraga sehingga yang dibakar 300 kalori.

–>  Melakukan diet dan berolahraga secara teratur.

 Problem Osteoporosis

Penurunan hormon estrogen mempengaruhi osteoporosis dimana 1 dari 4 wanita di atas usia 50 tahun mengidap osteoporosis.

    Disebabkan oleh faktor keturunan, dan kurang asupan calcium.

    Kebutuhan calcium normal 400 mg – 700 mg. Bisa dinaikkan menjadi  1200 mg.

    Jika terlalu banyak calcium 2000 mg – 2500 mg akan menjadi problem medis (hypercalcaemia).

  1. Hindari merokok dan minum alkohol
  2. Olahraga teratur
  3. Cukup asupan calcium dan minum suplemen vitamin D

Problem Kanker

Hasil Penelitian “Journal British Medical” mengatakan bahwa 55 % kematian akibat kanker pada wanita bisa dihindari jika :

  1. Tidak merokok, menghindari minum alkohol.
  2. Minimal 30 menit setiap hari melakukan olahraga, misal jalan-jalan.
  3. Pola makan sehat, pilih yang rendah lemak.
  4. Menjaga berat badan mendekati ideal.

Problem Kesehatan Vagina dan Urogenital

Membran vagina menipis, dan vagina kering sehingga kehilangan ke-elastisannya, dan menurunnya produksi cairan lubrikasinya sehingga :

    Sakit / nyeri pada waktu melakukan hubungan suami istri.

    Vagina menjadi tidak elastis akibat turunnya hormon estrogen yang menyebabkan hambatan orgasme.

    Saluran urethra menjadi kering menyebabkan wanita lebih rentan terhadap infeksi saluran kencing.

  1. Dibersihkan dengan sabun khusus vagina.
  2. Memakai KY Jelly (base-nya air) yang mengurangi infeksi pada vagina.
  3. Memakai minyak lubrikasi (tea tree) sebelum melakukan hubungan suami istri.

Problem Kecemasan

Suasana hati yang menunjukan ketidaktenangan psikis, seperti : mudah marah, perasaan sangat tegang.

Pikiran yang tidak menentu seperti : khawatir, sukar konsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman, memandang diri sebagai sangat sensitif, merasa tidak berdaya.

Motivasi, yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu, seperti : menghindari situasi, ketergantungan yang tinggi, ingin melarikan diri dari kenyataan.

Perilaku gelisah yaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti : gugup, kewaspadaan yang berlebihan, sangat sensitif.

Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali, seperti : berkeringat, gemetar, pusing, berdebar-debar, mual, mulut kering.

Bersikap optimis, tenang dengan mendekatkan dan memasrahkan diri akan semua hal yang sudah / belum terjadi hanya kepada Allah.

Problem Depresi

Berkurangnya daya ingat / susah konsentrasi, merasa nyeri dan sukar tidur.

Rasa khawatir yang berlebihan tentang hal-hal yang akan datang, seperti cemas, khawatir, takut, berpikir berulang-ulang.

Membayangkan akan datangnya kemalangan terhadap dirinya maupun orang lain.

Putus asa dan panik :

  1. Sering melakukan silaturahmi, aktif pada kegiatan sosial
  2. Melakukan diskusi dalam menghadapi permasalahan

Sikap Positif Dalam Menghadapi Masa Menopause

  1. Bersikap optimis, menghayati perubahan pada usia paruh baya dengan ketenangan hidup yang maksimal.
  2. Jangan terus menerus memikirkan tentang penurunan penampilan fisik tubuh. Coba tampilkan inner beauty yang menonjolkan kearifan perempuan paruh baya. Sehingga wanita yang memasuki masa menopause tetap bisa tampil percaya diri.
  3. Komunikasi menjadi penting karena masalah bersama harus dihadapi oleh istri dan suami.
  4. Lakukan hobi dan berolahraga.
  5. Menemukan kedamaian dengan cara mendekatkan diri dengan agama.