Tim Promkes RSST – Pangan merupakan kebutuhan manusia yang sangat mendasar karena berpengaruh terhadap eksistensi dan ketahanan hidup manusia. Manusia membutuhkan energi dalam menjamin keberlangsungan proses kehidupannya dan untuk memperoleh energi tersebut maka manusia harus mengkonsumsi makanan yang berasal dari bahan pangan dengan berbagai kandungan zat gizi di dalamnya. Semua bahan pada umumnya tidak dikonsumsi dalam bentuk bahan  mentah merupakan komoditas yang mudah rusak sejak dipanen, baik tanaman maupun hewan akan mengalami kerusakan. Kecepatan kerusakan sangat bervariasi dapat terjadi secara cepat oleh karena itu perlu adanya pengolahan.

Pada prinsipnya pengolahan pangan dilakukan dengan tujuan, pengawetan, pengemasan dan penyimpanan untuk memperpanjang masa simpan bahan pangan tersebut. Penanganan penyimpanan dan pengawetan bahan pangan sering menyebabkan terjadinya perubahan nilai gizinya yang sebagian besar tidak diinginkan, pengolahan pangan perlu dilakukan adalah untuk mendapatkan bahan pangan yang aman untuk dimakan sehingga nilai gizi yang dikandung bahan pangan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Bahan-bahan pangan yang sebenarnya kaya akan nutrisi bisa berubah menjadi makanan kurang sehat bila dimasak dengan cara yang salah.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara terbaik dalam memasak agar gizi yang ada pada makanan tidak habis sebelum masuk ke dalam tubuh.

Berikut adalah 7 metode memasak yang dianggap paling sehat :

  • Menggunakan microwave

Memasak dengan microwave mungkin yang paling sehat karena waktu memasaknya singkat sehingga kerusakan nutrisi lebih sedikit. Penelitian menunjukkan memasak sayuran paling tepat adalah dengan microwave.

  • Merebus

Merebus adalah cara yang mudah dan cepat. Kita hanya perlu menambahkan air dan sedikit garam. Namun suhu yang tinggi dan jumlah air yang banyak bisa mengurangi jumlah vitamin larut air dan mineral dalam sayuran sampai 70 persen.

  • Mengukus

Hampir semua jenis bahan makanan, mulai dari sayuran sampai ikan cocok dikukus. Dengan metode memasak ini rasa asli dan nutrisi makanan tetap terjaga.

  • Merebus dengan sedikit air

Merebus dengan sedikit air (poaching) adalah cara yang direkomendasikan untuk makanan seperti ikan, telur, atau buah.

  • Membakar

Ini adalah metode pemasakan makanan langsung ke dalam panas atau api dalam waktu singkat. Pembakaran adalah cara yang dianjurkan untuk memasak daging yang dipotong, seperti sate.

  • Memanggang

Memanggang adalah cara yang dianjurkan untuk mendapatkan rasa daging yang tetap segar dan empuk. Tetapi beberapa riset menyebutkan cara memasak ini bisa meningkatkan risiko kanker pankreas dan kanker payudara.

  • Menumis

Metode pemasakan ini hanya memerlukan sedikit minyak. Hampir sebagian besar bahan pangan cocok dimasak dengan cara ini.

Selain  metode memasak perlu diperhatikan juga pemrosesan jangan terlalu lama, jika harus di simpan sebaiknya dalam keadaan beku dan hindari jarak waktu antara memtong sayuran dan memasak yang terlalu lama serta tidak merendam sayuran mentah dalam air ini dapat menyebabkan vitamin yang larut air akan hilang.

Pengolahan bahan pangan dengan menggunakan proses pemasakan umumnya mengakibatkan penurunan komposisi kimia dan zat gizi bahan pangan tersebut seperti kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak. Tinggi atau rendahnya penurunan kandungan gizi suatu bahan pangan akibat pemasakan tergantung dari jenis bahan pangan, suhu yang digunakan.

Ayo makan sehat dengan mengolah masakan sendiri tanpa harus merusak gizi, masak di rumah karena lebih menjaga kualitas bahan-bahan yang diolah. Masak di rumah dengan mengolah makanan tanpa harus merusak gizi karena makan baik hidup lebih sehat.

Referensi        :

  1. Sa’diah Multi Karina, dkk. Pengembangan Kuliner Konsep Memasak.
  2. A. Yulianto. Penerapan Hygienes dan Sanitasi Dalam Meningkatkan Kualitas Makanan. Diambil dari https://ejournal.bsi.ac.id.
  3. Dian Sundari. Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Komposisi Zat Gizi.
  4. https://www.ukmindonesia.id
  5. https://sinkarkes.kemkes.go.id