dr. Lucky Taufika Yuhedi,  Sp.Onk.Rad (Ka. Tim Vaksinasi SARS COV-2 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten) – Vaksin merupakan produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan yang ditambahkan zat lainnya yang jika diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia menggunakan skema vaksinasi program dan vaksinasi gotong royong. Saat ini di Indonesia sudah dimulai vaksinasi program menggunakan vaksin yang menjadi bagian dari Program Penanggulangan Pandemi, Vaksinasi Program adalah kegiatan pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat yang pendanaannya ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan vaksinasi gotong royong adalah pelaksanaan vaksinasi yang ditujukan kepada karyawan / karyawati, keluarga dan individu lainnya yang terkait dalam keluarga dimana pembiayaan vaksin dibebankan kepada badan hukum / badan usaha.

Dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 menyebutkan bahwa vaksin COVID-19 yang dipakai harus sudah mendapatkan persetujuan penggunaannya pada masa darurat (emergency use authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan memiliki Nomer Ijin Edar. Jenis vaksin yang menjadi bagian dari vaksinasi program ini antara lain : vaksin COVID-19 produksi PT. Biofarma, Astra Zenica (Inggris), China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), Pfizer & BioNTech (Jerman), Moderna dan Sinovac Biotech (China) serta Novavac (Amerika). Semua vaksin tersebut dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi program di Indonesia.

Sasaran penerima vaksinasi program antara lain : tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan, masyarakat lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan secara geospasial, sosial dan ekonomi serta masyarakat lainnya.

Sedangkan vaksinasi gotong royong akan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksinasi program. Vaksinasi gotong royong ini dikelola oleh KADIN (Kamar Dagang Indonesia) dan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan sasaran korporasi sebagai respon dunia usaha untuk membantu pemerintah mempercepat dan memperbanyak orang mendapatkan vaksinasi untuk menciptakan kekebalan individu dan kekebalan kelompok (herd immunity)

Aturan perihal pelaksanaan vaksinasi menggunakan vaksin gotong royong terdapat pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19. Sasaran penerima vaksin gotong royong ini adalah karyawan / karyawati atau buruh perusahaan swasta beserta anggota keluarganya, dimana pembelian vaksinasi tersebut di-cover / ditanggung oleh perusahaan swasta tempat pekerja terdaftar. Untuk pendaftaran vaksin gotong royong dapat diakses pada situs www.vaksin.kadin.id pada tanggal 10 – 24 Maret 2021.

Meskipun jenis vaksin yang dipergunakan dalam kegiatan vaksinasi gotong royong ini berbeda dengan vaksinasi program tetapi yang dipilih adalah produsen yang telah mendapatkan rekomnedasi dari WHO dan BPOM akan menerbitkan EUA (Emergency Use Authorization) untuk pengesahannya. Mari kita nantikan, vaksin-vaksin apa saja yang akan menjadi bagian dari vaksin gotong royong yang merupakan wujud nyata dan komitmen dunia usaha untuk membantu mempercepat pemerataan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi gotong royong ini hanya dapat dilakukan di fasilitas layanan kesehatan swasta dan atau klinik milik BUMN yang telah memenuhi syarat sebagai tempat layanan vaksinasi.

Untuk pendaftaran vaksin gotong royong tahap 2 dapat diakses pada situs www.vaksin.kadin.id pada tanggal 10 – 24 Maret 2021. Hotline : 081296187177; 081296187277. AYO VAKSIN!