drg. Lydia Astari, Sp.Ort – Apakah yang dimaksud dengan perawatan ortodonti pencegahan?

Perawatan ortodonti pencegahan adalah sebuah upaya yang bertujuan untuk menjaga agar pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi serta rahang dapat berjalan dengan normal, sehingga tidak terjadi malposisi dan tidak terjadi hubungan rahang yang tidak normal.

Contoh perawatan ortodonti pencegahan : pada waktu anak masih dalam kandungan, ibu harus mendapatkan makanan yang cukup nilai gizinya untuk kepentingan pertumbuhan janin. Ibu harus cukup mendapat kalsium, fosfor, fluor, dan vitamin-vitamin A, C dan D untuk mencukupi kebutuhan janin akan zat-zat tersebut. Apabila kebutuhan gizi ibu hamil tidak terpenuhi, bisa saja anak yang ada dalam kandungannya kelak mengalami kondisi gigi yang tidak teratur (maloklusi).

Contoh selanjutnya adalah setelah bayi lahir, nutrisi anak juga harus dijaga agar pertumbuhan dan perkembangan badannya normal, dan harus dijaga dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu jalannya pertumbuhan. Penyakit rhinitis, rakhitis, sifilis, TBC tulang atau avitaminosis dapat menimbulkan deformasi tulang termasuk gigi-gigi dan jaringan pendukungnya. Gangguan pada kelenjar endokrin misalnya glandula hipofise, glandula tyroida, dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan mengakibatkan adanya anomali pada gigi-giginya. Juga harus dijaga adanya luka pada saat kelahiran. Kerusakan yang terjadi pada rahang akibat pemakaian tang-tang obstetri dapat mengakibatkan anomali yang berat pada gigi-gigi.

Kemudian contoh lain dari perawatan ortodonti pencegahan adalah setelah anak mempunyai gigi, maka harus dijaga agar gigi ini tetap sehat sampai pada saatnya akan digantikan oleh gigi dewasa (permanen). Kebersihan mulut harus dijaga, harus diajarkan cara-cara menggosok gigi yang benar, tiga kali sehari setiap selesai makan dan menjelang tidur. Secara teratur si anak diperiksakan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk melihat keadaan gigi-giginya. Jika terdapat karies harus segera ditambal. Dilakukan tindakan preventif agar gigi-giginya tidak mudah terserang karies, misalnya topikal aplikasi NaF, mouth rinsing dan kontrol plak.

Fungsi pengunyahan harus dijaga agar tetap baik. Pada masa pergantian gigi harus dijaga agar gigi susu tidak dicabut atau hilang terlalu awal (premature axtraction atau premature loss), ataupun terlambat dicabut sehingga gigi permanen penggantinya telah tumbuh (terjadi persistensi atau prolong retention gigi susu). Jika gigi susu harus dicabut jauh sebelum waktu tanggalnya, harus dibuatkan space maintainer untuk menjaga agar ruangan bekas gigi desidui tadi tidak menutup.

Kebiasaan menghisap ibu jari (thumb sucking), menggigit bibir (lips biting), meletakkan lidah diantara gigi-giginya (tongue biting), mendorong lidah pada gigi-gigi depannya (tongue thrusting), cara berbicara yang salah, cara penelanan yang salah, adalah merupakan kebiasaan jelek yang apabila dilakukan dalam waktu yang cukup lama dan dilakukan pada masa pertumbuhan aktif, akan mengakibatkan timbulnya anomali pada gigi-giginya. Oleh karena itu tindakan menghilangkan kebiasaan jelek sedini mungkin merupakan suatu tindakan preventif terhadap timbulnya anomali. Anak yang mempunyai tonsil yang membesar akan mengalami gangguan dalam pernafasannya sehingga anak tersebut akan bernafas melalui mulutnya. Kebiasaan ini juga akan menimbulkan kelainan pada lengkung rahang dan giginya.

Sikap tubuh yang salah, misalnya selalu membungkuk, miring kanan atau kiri, juga merupakan kebiasaan jelek yang dapat menimbulkan kelainan. Seorang dokter gigi harus mengetahui seawal mungkin adanya penyimpangan dan faktor predisposisi suatu kelainan. Kalau perlu dokter gigi segera mengirimkan pasien ke ortodontis atau ahli lainnya untuk perawatan penyakit sistemik dengan kelainan dentofasial atau adanya celah pada rahang atau bibirnya yang membutuhkan perawatan lebih kompleks.

Bagaimana cara mengetahui bahwa anak membutuhkan perawatan ortodonti pencegahan?

Persatuan Ortodontis merekomendasikan anak dilakukan skrining ortodonti pada usia 8 tahun. Tidak perlu kuatir bahwa anak akan membutuhkan perawatan pada usia ini. Skrining dilakukan hanya untuk memberikan pedoman umum kapan perawatan ortodonti dini (interseptif) dapat direkomendasikan. Berikut adalah pedoman umum bahwa anak membutuhkan perawatan ortodonti dini :

  1. Gigi depan atas yang maju (terutama jika gigi depan atas selalu terlihat di atas bibir bawah).
  2. Jika gigi anak tidak berkontak dengan benar saat menggigit (misalnya gigi depan atas menggigit di belakang gigi depan bawah).
  3. Posisi rahang bawah yang maju dan/atau asimetris.
  4. Nyeri saat gigi-geligi berkontak (misalnya nyeri pada gusi atau langit-langit mulut).
  5. Jika rahang anak bergeser ke depan atau ke samping saat menutup ke posisi menggigit.
  6. Jika anak berusia lebih dari 5 tahun dan masih mengisap jempol atau jari.

Perawatan ortodonti yang segera dilakukan dapat mencegah kerusakan pada gigi depan dan/atau gusi dan mencegah keausan dini pada gigi.

Apakah pentingnya gigi susu / sulung?

Gigi susu / sulung berfungsi sebagai pengatur dan penyedia ruang untuk gigi dewasa di masa depan. Kehilangan gigi susu terlalu dini dapat membuat gigi yang berdekatan berpindah ke ruang kosong, mengurangi ruang yang dibutuhkan untuk erupsi gigi dewasa. Merawat gigi susu dengan baik sangat penting untuk mencegah gigi berjejal pada orang dewasa.

Jika gigi susu hilang karena trauma atau krowok (karies), kita perlu menemui dokter spesialis ortodonti (ortodontis). Ortodontis akan menentukan apakah perawatan diperlukan, atau memantau situasi dengan cermat sudah tepat. Keputusan akan tergantung pada usia anak, tahap perkembangan dan posisi gigi permanen serta pola pertumbuhan wajah secara keseluruhan. Permasalahan seperti pergeseran gigi yang tidak diinginkan dan impaksi gigi dapat dicegah atau dikurangi dengan diagnosis dan perawatan di waktu yang tepat.

Apa saja hal penting pada periode kritis pergantian gigi (7-12 tahun)?

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam usaha mencegah terjadinya kondisi gigi tidak teratur (maloklusi) pada periode kritis yaitu :

  1. Pola erupsi gigi sulung yang abnormal.
  2. Persistensi sisa akar gigi sulung.
  3. Gigi berlebih
  4. Gigi sulung ankylosis.
  5. Crypte tulang yang tidak teresopsi.
  6. Jaringan lunak yang menghalangi.
  7. Tambalan gigi sulung yang berlebihan.

Apa yang diharapkan dari kunjungan pertama anak ke ortodontis?

Saat kunjungan pertama anak ke dokter spesialis ortodonti, ortodontis akan memulai dengan melakukan penilaian menyeluruh terhadap wajah, rahang, mulut, dan gigi anak. Ini mungkin termasuk ronsen foto untuk menilai perkembangan struktur wajah dan gigi permanen. Setelah diperiksa, ortodontis dapat menjelaskan rencana perawatan yang mungkin diperlukan, baik sekarang atau di masa depan – termasuk biaya, opsi perawatan dan jangka waktu untuk semua opsi perawatan yang relevan, bagaimana mencegah kerusakan pada gigi.

Ortodontis adalah dokter yang mempelajari tentang mendiagnosis dan merawat masalah gigi dan rahang. Dengan dasar pengetahuan spesialis dan pengalaman klinis, ortodontis dapat memberikan saran yang komprehensif, menentukan waktu yang ideal untuk merawat masalah ortodonti tertentu, baik pada anak, remaja atau dewasa. Perkembangan mulut anak adalah proses yang unik dan dinamis. Ortodontis akan membantu membuat keputusan terbaik dan memberikan informasi yang paling andal dan akurat tentang cara mencegah atau mencegah masalah ortodonti di masa mendatang.

 

 

 

 

 

Referensi            :

  1. Sulandjari, Heryumani., 2008. Buku Ajar Ortodonsia I. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  2. https://orthodonticsaustralia.org.au/preventative-orthodontic-treatment/.
  3. https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-perawatan-ortodontik-preventif-preventive-orthodontics/14668.