dr. Achmad Thabrani, Sp.PD – Saluran pencernaan atau disebut juga dengan saluran Gastrointestinal (GI) adalah saluran panjang yang masuk melalui tubuh dari mulut ke anus. Saluran ini mencerna, memecah dan menyerap makanan melalui lapisannya ke dalam darah.

Saluran cerna terdiri dari saluran cerna atas dan saluran cerna bawah. Saluran cerna atas dimulai dari mulut, tenggorokan, lambung dan usus dua belas jari. Saluran cerna bawah dimulai dari usus halus, usus besar dan dubur. Selain itu, saluran cerna berhubungan pula dengan hati, yang terdiri dari dua bagian lobus kanan dan lobus kiri, serta kantung empedu dan saluran empedu yang bermuara di usus dua belas jari.

Saluran cerna merupakan salah satu sistem vital dalam tubuh. Jika terjadi masalah pada salah satu komponen yang ada dalam saluran  cerna, proses pencernaan makanan dalam tubuh dapat terganggu. Peyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi menjadi tidak maksimal.

Berikut ini penyakit Saluran Cerna yang sering terjadi :

Kelainan pada Tenggorokan (Esophagus)

  1. Kondisi erosi esophagus kronik (Gastro Esophageal Reflux Disease / GERD) atau dikenal sebagai  penyakit asam lambung adalah kondisi saat asam lambung mengalir ke sepanjang kerongkongan yang dapat menyebabkan rasa terbakar di dada atau gejala lainnya.
  2. Barrets’s esophagus yang merupakan predisposisi / kecenderungan mengalami kerusakan lapisan tenggorokan akibat asam perut.
  3. Varices esophagus adalah pembesaran abnormal pada vena yang terletak pada esophagus atau kerongkongan yang terjadi akibat hipertensi portal (meningkatnya tekanan di dalam pembuluh darah yang mengarah ke pencernaan) pada penderita  sirosis hati / peradangan hati.
  4. Esophagitis disebabkan oleh karena jamur pada penderita kanker yang menjalani kemoterapi.
  5. Benda asing (corpus alienum) yang tertelan dan tersangkut ditengorokan misalnya duri ikan, tulang ayam / bebek dan uang logam.

Kelainan pada Lambung (Gaster) :

  1. Gastritis adalah suatu kondisi erosi permukaaan lambung yang menyebabkan perdarahan, paling sering terjadi di daerah anthrum. Umumnya terjadi akibat penggunaan obat-obatan NSAIDs dalam jangka waktu lama dan bisa juga terjadi akibat masuknya cairan empedu dari usus dua belas jari ke lambung.
  2. Gastritis yang berlangsung kronik menyebabkan terjadinya tukak / ulkus (luka pada lapisan lambung yang lebih dalam dari erosi.
  3. Stress ulcer yaitu kondisi perdarahan lambung pada penderita yang dirawat di ruang intensif dalam keadaan tidak sadar atau penderita trauma kepala yang berat serta penderita luka bakar yang luas.
  4. Tumor jinak berupa Polip, Gastrointestinal Stromal Cell Tumor (GIST) dan Tumor ganas (adenokarsinoma).
  5. Benda asing yang tertelan dapat berupa gigi palsu, tulang ikan / ayam, uang logam bahkan jarum pentul dan paku.

Kelainan di usus Dua Belas Jari (Duodenum) :

  1. Duodenitis adalah kondisi yang diakibatkan ulkus gaster yang meluas atau pemakaian obat-obat NSAIDs dan terinfeksi kuman Helycobacter pylori.
  2. Penyakit Celliac
  3. Penyakit Chrohn
  4. Tumor Duodenum

  Kelainan pada Pankreas :

  1. Pancreatitis
  2. Tumor Caput Pankreas
  3. Kista Pankreas

Kelainan pada Hati dan saluran Empedu :

  1. Hepatitis akut dan kronik yang umumnya disebabkan infeksi virus.
  2. Hepatitis yang diinduksi pemakaian obat-obatan.
  3. Perlemakan  hati (Fatty Liver Disease).
  4. Sirosis hati / Peradangan pada hati.
  5. Keganasan hati (Hepatocellurar carcinoma).
  6. Keganasab saluran empedu (Cholangiocarcinoma).
  7. Batu pada lambung empedu dan batu saluran.

Kelainan pada saluaran makan bagian bawah :

  1. Haemorhoid interna
  2. Polip colorectal
  3. Divertikulitis
  4. Inflamatory Bowel Disease (penyakit Chrohn dan Collitis ulcerative)
  5. Keganasan colorectal

Keluhan dan Gejala Penyakit Hati dan Saluran Cerna

  1. Mual-mual dan muntah yang berkepanjangan.
  2. Nyeri pada bagian ulu hati, dan tenggorokan sampai dada bagian bawah (hearth burn).
  3. Muntah darah (Hematemesis) dan buang air besar cair berwarna hitam (Melena).
  4. Buang air besar berupa darah (hematoschezia).
  5. Diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu.
  6. Adanya kontipasi / sembelit dan perubahan pola buang air besar.
  7. Teraba adanya massa / benjolan pada perut.

Keluhan dan Gejala Penyakit Hati

  1. Demam dan mata kuning.
  2. Berat badan menurun dan perut membusung (Ascites).
  3. Muntah darah dan buang air besar berwarna hitam.

Fakto Risiko Penyakit Hati dan Saluran Cerna

  1. Kebersihan dan sanitasi yang buruk.
  2. Pola dan kebiasaan makan yang kurang pas.
  3. Kecanduan alkohol / minuman keras.
  4. Pemakaian obat-obatan analgesic oral dan pengencer darah dalam jangka waktu lama.

Penatalaksanaan Penyakit hati dan saluran Cerna

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menangani kasus penyakit hati dan saluran cerna adalah :

  1. Anamnese atau pemeriksaan terhadap keluhan dan riwayat penyakit pasien dengan metode tanya jawab antara dokter dengan pasien yang bersangkutan atau orang terdekat pasien bila tidak memungkinkan.
  2. Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan terhadap tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit yang akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu penegakan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien.
  3. Pemeriksaan laboratorium bertujuan menyediakan informasi kepada dokter untuk menunjang diagnosis penyakit dan menjadi petunjuk tata laksana pasien yang efektif dan efisien. Tes laboratorium yang dapat dilakukan anatara lain cek darah rutin, feces rutin, penanda infeksi virus hepatitis, penanda tumor (CEA, AFP, Ca-19.9) dan sebagainya.