Tim Promkes RSST – Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Gangguan obsesif kompulsif dapat dialami oleh siapa saja. Meski lebih sering terjadi di awal usia dewasa, OCD juga bisa terjadi pada anak-anak atau remaja. Penderita OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya tersebut berlebihan, tetapi tetap merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindarinya.

Penyebab OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Penyebab gangguan obsesif kompulsif belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko :

  • Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita gangguan obsesif kompulsif.
  • Menderita gangguan mental lain, seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, depresi, atau sindrom Tourette.
  • Pernah mengalami peristiwa yang menyebabkan trauma atau stres, seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, atau pelecehan seksual.
  • Memiliki kepribadian yang sangat disiplin, terlalu teliti, serta ingin semua hal terlihat rapi.

Pada anak-anak, infeksi bakteri Streptococcus dapat membuat gejala OCD timbul secara mendadak atau memburuk tiba-tiba.

Gejala OCD (Obsessive Compulsive Disorder)

Gejala OCD meliputi pikiran yang mengganggu dan timbul terus menerus (obsesif), serta perilaku yang dilakukan berulang-ulang (kompulsif).

a.      Pikiran Obsesif

Obsesif adalah gangguan pikiran yang terjadi terus menerus dan menimbulkan rasa cemas atau takut, beberapa pikiran obsesif antara lain :

  • Takut kotor atau terkena penyakit, misalnya menghindari bersalaman dengan orang lain atau menyentuh benda yang disentuh banyak orang.
  • Sangat menginginkan segala sesuatu tersusun selaras atau teratur dan tidak senang bila melihat sekumpulan benda menghadap ke arah yang berbeda.
  • Takut melakukan sesuatu yang bisa berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain, misalnya merasa ragu apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu.

b.     Perilaku Kompulsif

Kompulsif adalah perilaku yang dilakukan berulang-ulang, guna mengurangi rasa cemas atau takut akibat pikiran obsesif, seperti :

  • Mencuci tangan berkali-kali sampai lecet.
  • Menyusun benda menghadap ke arah yang sama.
  • Memeriksa berulang kali apakah sudah mematikan kompor atau mengunci pintu.

Gejala gangguan obsesif kompulsif sering kali menyerang di awal usia dewasa dan cenderung memburuk seiring usia penderita bertambah.

Cara Mengatasi OCD

Tujuh langkah self-care yang dapat mengatasi OCD yang di alami :

  • Ketahui Pemicu Rasa Cemas Penyebab OCD

Untuk bisa mengatasi OCD, pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu tanda-tanda awal menderita OCD. Jika kita merasa beberapa dari tanda yang ada sering kita rasakan dan lakukan, pikirkan bagaimana hal itu bisa terjadi. Baik pikiran maupun situasi yang membuat kita jadi merasa cemas dan khawatir berlebihan.

  • Lawan Sifat Kompulsif dan Obsesif yang Menghantui

Setelah mengetahui penyebab kecemasan, dan sifat kompulsif yang sering dilakukan, mari kita bahas lebih lanjut cara untuk mengatasi OCD tersebut. Jika mau sembuh, cobalah untuk menghadapi rasa takut itu.

  • Tantang Pikiran Obsesif yang Ada

Pikirkan mengenai ketakutan yang dimiliki, dan coba tantang pikiran tersebut. Misalnya selalu takut untuk memegang benda-benda fasilitas umum, dengan alasan bakteri dan kuman yang menempel pada benda-benda tersebut tantang dengan tetap memegang dan bahkan tidak usah cuci tangan.

  • Cari Dukungan dari Sekitar

Meski terkadang menjadi OCD membuat kita menarik diri dari pergaulan karena mungkin merasa tidak cocok atau merasa tidak percaya diri, tetaplah bersosialisasi. Orang yang menderita OCD sangat butuh dukungan orang sekitar, khususnya keluarga karena  perasaan kesepian dan tidak berdaya dapat membuat penderita mengalami gangguan yang lebih parah.

  • Kendalikan Stres

Cobalah untuk tidak terlalu stres memikirkan gangguan yang dialami. Semakin kita memikirkannya akan semakin besar rasa kekhawatiran dan kecemasan akan sesuatu.

Kita bisa mencoba teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan masih banyak teknik lainnya. Lakukan secara rutin untuk membantu mengontrol pikiran negatif yang menyebabkan kecemasan tersebut.

  • Jalani Hidup Sehat untuk Mengurangi OCD

Hidup yang sehat dan seimbang, berperan penting dalam mengatasi OCD. Cobalah untuk melakukan olahraga rutin, tidur yang cukup, serta menjauhi alkohol dan rokok. Olahraga bukan hanya memberi kebugaran untuk tubuh kita, tapi juga menyegarkan pikiran.

Dengan rutin berolahraga, tubuh akan terasa lebih berenergi, sehingga membuat pikiran juga spontan menjadi lebih jernih. Tubuh yang sehat dipercaya dapat menciptakan energi positif bagi jiwa dan pikiran. Tidur yang cukup juga sangat penting untuk membuat kita dapat berpikir jernih.

  • Menjalani Terapi Kognitif Perilaku (CBT)

Terapi kognitif perilaku (CBT) dianggap sebagai bentuk terapi terbaik untuk OCD. Terapi ini bertujuan untuk membuat penderita OCD mengatur pikirannya dan belajar jika tindakan yang dilakukannya hanya sebuah kecemasan. Jika mereka merasa apa yang mereka lakukan adalah bentuk perlindungan, sebenarnya tanpa ada perlindungan itu pun tidak akan terjadi apa-apa.

Referensi               :

  1. Lia Syafaatul. 2017. Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Obsesif Kompulsif Disosder Pada Remaja Putri. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Menta. Universitas Airlangga Surabaya.
  2. Ari Anisa. 2016. Terapi Perilaku Kognitif Untuk Menangani Gangguan Obsesif Kompulsif. Jurnal Psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
  3. Janardhan, et al. 2017. Clinical Practice Guidelines for Obsessive-Compulsive Disorder. Indian Journal of Psychiatry, 59(5), pp. 74-90.
  4. Lack, C. 012. Obsessive-Compulsive Disorder : Evidence-based Treatments and Future Directions for Research. World Journal of Psychiatry, 2(6), pp. 86-90.
  5. National Institute of Health. 2016. National Institute of Mental Health. Obsessive-Compulsive Disorder.
  6. American Psychiatric Association. 2017. What is Obsessive-Compulsive Disorder?
  7. Health Service Executive. 2018. Conditions & Treatments. Obsessive Compulsive Disorder.