Tim Promkes RSST – Kita sering mendengar istilah ini, tetapi mungkin hanya sedikit informasi yang kita tahu tentang kecerdasan emosional. Pernahkah Anda melihat seseorang yang tetap tenang dalam kondisi di bawah tekanan? Pernahkah Anda lihat ada seseorang yang sangat mudah beradaptasi dengan orang baru?

Pengertian kecerdasan emosional (Emotional Quotient / EQ, Emotional Intelegenci / EI) adalah : kemampuan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengontrol atau mengelola perasaan / emosi diri sendiri, orang sekitar, dan kelompok. Dalam ilmu psikologi, kecerdasan emosional membahas tentang bagaimana kecerdasan seseorang dalam mengatur emosi diri dan ketika berinteraksi atau berhubungan dengan orang lain.

Faktor yang Memengaruhi Kecerdasan

Banyak cara yang dilakukan agar otak dan kecerdasan dapat dirangsang sejak dini, salah satunya dengan mendengarkan musik klasik. Namun, sebenarnya apa saja yang dapat memengaruhi kecerdasan seseorang?

  • Genetik

Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran besar dalam kecerdasan seseorang. Anak yang terlahir dari orang tua dengan tingkat kecerdasan yang tinggi lebih mungkin untuk menjadi anak yang cerdas, asalkan anak tersebut dibesarkan dengan pola asuh yang tepat.

  • Lingkungan

Selain faktor genetik, interaksi dan hubungan keluarga, pendidikan, lingkungan sosial, dan lingkungan pergaulan juga turut memengaruhi IQ seseorang.

  • ASI

Anak-anak yang mendapatkan ASI eksklusif dipercaya memiliki IQ yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak. Kandungan nutrisi pada ASI diduga dapat meningkatkan perkembangan otak, sistem saraf, dan kemampuan kognitif. Namun, pernyataan ini masih membutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut.

  • Kreativitas

Meskipun tes IQ tidak selalu dapat menilai komponen ini, penelitian menunjukkan bahwa tingkat kreativitas juga turut berpengaruh pada kecerdasan seseorang. Dari studi tersebut terlihat bahwa orang yang memiliki tingkat kreativitas tinggi memiliki kecenderungan untuk berpikiran terbuka dan senang belajar.

Kecerdasan yang Lebih Menentukan Kesuksesan

  • Berbeda dengan IQ, kecerdasan emosi bukanlah kelebihan yang sudah dimiliki sejak lahir. Tingginya EQ / EI seseorang bisa terus dikembangkan dengan banyak melatih mengontrol emosi dalam segala hal. Misalnya, belajar memahami karakter orang lain, menjadi pribadi yang lebih sabar, dan lain sebagainya.
  • Para psikolog sepakat bahwa IQ hanya berpresantase 20 persen saja dalam menentukan kesuksesan seseorang. Sedangkan EQ berpresantase 80 persen sisanya sebagai faktor yang lebih menentukan kesuksesan seseorang.
  • Mengapa EQ lebih berpengaruh ketimbang IQ dalam menentukan kesuksesan seseorang? Hal itu dikarenakan EQ adalah kecerdasan dalam mengontrol dan mengelola emosi seseorang. Mental seseorang dalam mengontrol emosi sangatlah dibutuhkan untuk menggapai kesuksesan.

Aspek-aspek Kecerdasan Emosional

Daniel Goleman dalam bukunya yang berjudul “Working With Emotional Intelligence” (London : Clays Ltd. 1999) mengemukakan bahwa aspek-aspek kecerdasan emosional atau Emotional Intelligence (EI) meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Kesadaran diri (self awareness)

Mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat dan menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri, memiliki tolok ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan diri yang kuat. Mengembangkan kesadaran diri membutuhkan penyesuaian terhadap perasaan Anda yang sebenarnya. Jika Anda mengevaluasi emosi Anda, Anda dapat mengelolanya. Unsur utama kesadaran diri adalah :

  • Kesadaran emosional. Kemampuan untuk mengenali emosi sendiri dan efeknya.
  • Percaya diri. Ketulusan tentang harga diri dan kemampuan sendiri.
  1. Pengaturan diri (self regulation)

Menangani dan mengendalikan emosi kita dengan benar akan berdampak positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran, mampu pulih kembali dari tekanan. Pengaturan diri melibatkan :

  • Kontrol diri. Mengelola impuls yang mengganggu.
  • Mempertahankan standar kejujuran dan integritas.
  • Hati nurani. Bertanggung jawab atas kinerja sendiri.
  • Penanganan perubahan dengan fleksibilitas.
  • Terbuka terhadap ide-ide baru.
  1. Motivasi

Motivasi dalam diri punya peran penting dalam pembentukan kecerdasan emosional yang sempurna. Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak terlalu termotivasi pada hal-hal yang melampaui ketenaran, uang, pengakuan, dan pujian. Mereka justru lebih bergairah mencapai setiap tujuan dan memuaskan kebutuhan batinnya sendiri. Mereka mencari penghargaan internal, di mana segala aktivitas yang ia lakukan akan membawanya ke puncak pengalaman yang paling unik. Ia ingin mencari pengalaman, karena bagi seseorang dengan kemampuan motivasi diri yang baik, pengalaman adalah segalanya.

Orang-orang yang kompeten dalam memotivasi dirinya cenderung lebih banyak berorientasi pada aksi. Mereka menentukan tujuannya, punya gairah dan semangat tinggi untuk mencapainya, serta selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Mereka juga cenderung berkomitmen tinggi serta punya inisiatif yang bagus.

  1. Kemampuan Sosial

Dengan mampu berinteraksi dengan baik, maka seseorang telah memenuhi salah satu aspek terpenting dalam kecerdasan emosional. Pemahaman emosional yang baik melibatkan lebih dari pemahaman emosi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Kemampuan sosial apa saja yang dibutuhkan? Kemampuan dalam mendengarkan secara aktif, komunikasi lisan, komunikasi tulis, kepemimpinan, dan kemampuan persuasif (meyakinkan seseorang).

  1. Empati

Empati atau kemampuan untuk memahami bagaimana perasaan orang lain merupakan bagian paling penting dari kecerdasan emosional. Empati merupakan kemampuan yang lebih dari sekadar mengenal kondisi emosional orang lain. Empati melibatkan respons kita terhadap orang lain berdasarkan informasi seperti : kapan kita dapat merasakan bahwa orang lain sedang sedih atau putus asa dan bagaimana respons kita terhadapnya. Seseorang yang berempati mungkin akan memperlakukan mereka dengan kepedulian tinggi dan perhatian, atau berusaha melakukan sesuatu untuk mengembalikan semangat mereka.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Medsi Daud. 2010. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Fakultas Tehnik Universitas Manado.
  2. Daniel Goleman. 1999. Working With Emosional Intelegence. London.
  3. Hampshire, et al. 2012. NCBI. Fractionating Human Intelligence. Neuron.
  4. Jauk, et al. NCBI. 2013. The Relationship Between Intelligence And Creativity : New Support For The Threshold Hypothesis by Means of Empirical Breakpoint Detection Intelligence.
  5. Akers, M. & Porter, G. Psych Central. 2018. What is Emotional Intelligence (EQ)?
  6. Framingham, J. Psych Central. 2018. Types of Psychological Testing.
  7. Riggio, R. Pschology Today. 2011. The Three Types of Intelligence You Need For Success.
  8. Cherry, K. Verywell Mind. 2018. Gardner’s Theory of Multiple Intelligences.
  9. Logsdon, A. Verywell Family. 2018. Understanding Intelligence Testing for Children.