Tim Promkes RSST – Stres kerja dapat memengaruhi kinerja, kesehatan, dan kehidupan pribadi seseorang. Stres atau tekanan tidak selamanya buruk. Stres dengan kadar ringan dapat membantu seseorang tetap fokus, energik, dan memberikan tantangan baru agar tidak gampang bosan. Sedikit stres juga dapat memberikan manfaat untuk membuat seseorang lebih waspada, sehingga bisa lebih cermat dan berhati-hati. Namun, terlalu banyak stres dapat membuat seseorang tidak berdaya sampai berada di situasi sulit.

Penyebab Stres kerja

Ada beberapa penyebab stres kerja yang umum memicu kegelisahan para pekerja, di antaranya :

  1. Takut dipecat atau di-PHK.
  2. Jam kerja yang terlalu panjang, terlalu banyak pekerjaan, atau jam kerja tidak jelas.
  3. Target untuk memenuhi ekspektasi pemberi upah meningkat, tanpa diimbangi kepuasan kerja.
  4. Iklim kerja penuh tekanan.
  5. Kerap berkejaran dengan tenggat yang mepet.
  6. Minimnya kendali atas suatu pekerjaan atau kesulitan mengerjakan suatu pekerjaan.
  7. Adaptasi pekerjaan baru.
  8. Pekerjaan membosankan
  9. Hubungan yang buruk dengan rekan kerja.

Saat stres sudah melampaui kemampuan seseorang untuk mengatasinya, kondisi ini umumnya menyebabkan sejumlah gejala gangguan kesehatan fisik dan mental.

Tanda-tanda Stres Kerja

Stres kerja bisa menimbulkan gejala baik berupa fisik, psikologis, maupun perilaku. Dilansir dari Better Health, berikut beberapa tanda-tanda stres kerja :

Gejala stres kerja dari aspek fisik, di antaranya :

  • Kelelahan
  • Otot sering tegang
  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar
  • Susah tidur
  • Gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit
  • Gatal atau kulit bermasalah

Gejala stres kerja dari perilaku, di antaranya :

  • Sering sakit
  • Malas bekerja
  • Kreativitas dan inisiatif berkurang
  • Kinerja atau performa menurun
  • Relasi dengan teman kerja buruk
  • Suasana hati berubah dan mudah tersinggung
  • Toleransi minim, gampang frustasi, dan tidak sabaran
  • Kehilangan minat pada banyak hal
  • Lebih suka menyendiri

Apabila muncul beberapa tanda stres kerja di atas, segera atasi sebelum mengganggu kesehatan dan kehidupan pribadi.

Cara Mengatasi Stress Kerja

Beberapa cara untuk mengatasi stres kerja yang bisa dilakukan di antaranya :

  1. Diskusikan penyebab stres Anda bersama atasan untuk mendapatkan solusi terbaik.
  2. Mulai susun agenda atau daftar pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari, kerjakan mulai dari yang paling sulit di pagi hari saat pikiran masih segar.
  3. Jaga pola makan bergizi lengkap dan seimbang setiap hari.
  4. Sempatkan olahraga di sela-sela rutinitas.
  5. Luangkan waktu untuk relaksasi secara teratur setiap hari.
  6. Berikan waktu luang untuk rehat diri sendiri, paling tidak seminggu sekali.
  7. Hindari melampiaskan stres kerja kepada orang terdekat.
  8. Beri tahu orang terdekat jika Anda sedang memiliki masalah stres kerja, lalu minta saran dan dukungan dari mereka.
  9. Jangan melampiaskan stres kerja ke hal negatif seperti merokok atau minum minuman beralkohol.
  10. Mengembangkan kecerdasan emosional.

Kecerdasan emosional (EQ atau EI) adalah kemampuan untuk memahami, memanfaatkan, dan mengelola emosi secara efektif.

Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk melatih kecerdasan emosional di tempat kerja. Tidak hanya bermanfaat untuk mengendalikan stres, kecerdasan emosional juga membantu Anda membangun hubungan dan menjalin komunikasi dengan rekan kerja.

Tips Meningkatkan Kecerdasan Emosional Untuk Mengatasi Stres Kerja

Berikut ini adalah tips meningkatkan kecerdasan emosional untuk mengatasi stres di tempat kerja :

  1. Sadari saat diri merasa stres

Umumnya, tubuh akan mengeluarkan respons tertentu yang menandakan bahwa Anda sedang mengalami stres, seperti kelelahan, sakit kepala, detak jantung cepat, dan rasa percaya diri menurun. Dengan mengenali respons tubuh tersebut, Anda dapat meredakan stres dengan mudah. Oleh karena itu, saat merasa stres, cobalah untuk berhenti sejenak guna menenangkan pikiran dan mencari cara untuk mengatasi stres yang dialami, misalnya mendengarkan musik, meditasi, atau melakukan aktivitas yang disukai.

  1. Jangan mengabaikan emosi

Mengabaikan emosi menyebabkan Anda tidak memahami keinginan diri sendiri dan tidak mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Hal ini karena kondisi emosi akan berdampak pada jalan pikiran dan tindakan Anda.

Jadi, meningkatkan kecerdasan emosional dengan tidak mengabaikan emosi dapat membantu Anda mencegah atau mengelola emosi yang dialami.

  1. Gunakan bahasa tubuh secara efektif

Cara lain meningkatkan kecerdasan emosional adalah dengan mengenali dan menggunakan bahasa tubuh secara efektif. Bahasa tubuh yang dimaksud, meliputi kontak mata, ekspresi wajah, nada suara, postur dan gerakan tubuh, serta sentuhan. Menggunakan komunikasi non-verbal terkadang lebih efektif dalam membangun hubungan kerja yang baik. Selain melatih komunikasi non-verbal, Anda juga disarankan berlatih membaca situasi non-verbal dari orang lain di tempat kerja.

  1. Redakan stres dengan tertawa

Tertawa dikenal sebagai cara paling mudah untuk meredakan stres. Hal ini karena tertawa bisa membuat Anda merasa lebih bahagia dan mampu mengubah suasana hati yang murung menjadi lebih baik dan ceria. Anda bisa menonton video lucu, membaca komik, atau menonton komedi di internet yang bisa membuat tertawa ketika dalam situasi stres.

  1. Selesaikan konflik secara positif

Menyelesaikan konflik secara positif juga menjadi cara untuk melatih kecerdasan emosional di tempat kerja. Konflik yang diselesaikan secara positif dapat menumbuhkan rasa percaya dan empati dari rekan kerja serta meredakan ketegangan di tempat kerja.

Apabila stres kerja mulai mengganggu kesehatan dan berdampak pada kehidupan pribadi, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke psikolog. Namun jika stres kerja mentok atau tidak kunjung reda dengan bantuan profesional tenaga kesehatan mental, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan opsi pekerjaan lain. (Pt)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Sandi E, dkk. 2013. Analisis Stres Kerja Pada Karyawan PT Perkebunan. Jurnal Bisnis dan Administrasi. Jurusan Administrasi dan Bisnis Politeknik LP3I Medan.
  2. Unika Prihatsanti, dkk. 2013. Menurunkan Stres Kerja Petugas Pemasyarakatan Melalui Tehnik COPE. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.
  3. Drigas, S. & Papoutsi, C. 2018. A New Layered Model on Emotional Intelligence. Behavioral Sciences, 8(45), pp. 45.
  4. Harvard Health Publishing Harvard Medical School. 2019. How to Handle Stress At Work.
  5. Lamothe, C. Healthline. 2019. How to Keep Work Stress from Taking Over Your Life.
  6. Higuera, V. Healthline. 2018. What You Need to Know About Emotional Intelligence. MedicineNet. Stress at Work.
  7. Clayton, R. Psychology Today. 2020. 3 Ways to Increase Your Emotional Intelligence.
  8. Cherry, K. Verywell Mind. 2020. Utilizing Emotional Intelligence in the Workplace.