Klaten – Pagi Healthies… ada info mengenai kebersihan khususnya kebersihan tangan. Tentu healthies mengetahui bahwa tangan adalah anggota tubuh yang paling sering bersentuhan dengan orang lain atau benda-benda di sekitar kita, sehingga melalui tangan dapat dipindahkan kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kebersihan tangan. Kebersihan tangan yang baik dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau cairan antiseptik berbasis alkohol.

Kapan kita cuci tangan healthies? Pada saat sebelum makan, setelah buang air besar atau buang air kecil, setelah bepergian, setelah menjenguk orang sakit dan jika tangan tampak kotor.

Ada enam langkah mencuci tangan yang benar yaitu :

  1. Tuangkan cairan antiseptik berbasis alkohol ke telapak tangan dan ratakan dengan cara menggosok kedua telapak tangan.
  2. Gosok punggung dan sela-sela jari jari tangan kiri dengan telapak tangan kanan, dan sebaliknya.
  3. Gosok kedua telapak dan sela-sela jari tangan.
  4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci dan saling menggosok.
  5. Genggam ibu jari tangan kiri dengan tangan kanan, gosok berputar dan sebaliknya.
  6. Gosok dengan memutar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri, dan sebaliknya.

Lalu healthies bagaimana etika saat batuk? Etika batuk adalah tata cara batuk yang baik dan benar, dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tissu atau lengan atas baju, sehingga bakteri tidak menyebar ke udara dan tidak menular ke orang lain. Langkahnya adalah :

  1. Tutup hidung dan mulut anda dengan tisu atau sapu tangan atau menggunakan lengan atas baju.
  2. Segera buang tisu yang sudah dipakai ke tempat sampah.
  3. Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau cairan pencuci tangan berbasis alkohol.
  4. Gunakan masker.

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang mencuci tangan dengan benar dan etika saat batuk, maka bersama Tim PKRS melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan di Ruang Tunggu Dahlia 2 (Dua) RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. Peserta kegiatan penyuluhan dihadiri oleh keluarga pasien. Kegiatan berlangsung antusias dengan peserta.