dr. Puska Primi Ardini, Sp.OG – Bagaimana merencanakan kehamilan yang sehat? Demikian barangkali pertanyaan yang sering dilontarkan kaum dan calon ibu, terlebih yang tengah hamil. Kehamilan merupakan peristiwa alami yang terjadi dalam kehidupan manusia. Dan sekitar 5-20% kehamilan timbul masalah, yang dapat berakibat persalinan tidak normal. Untuk itu persiapan selama kehamilan merupakan hal penting. Adapun tujuannya untuk mempersiapkan sebaik mungkin kondisi fisik dan mental ibu dan anak selama kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.

Sebelum sampai pada pokok permasalahan, perlu diketahui terlebih dahulu tanda-tanda kehamilan, seperti : terlambat haid, mual muntah yang pada umumnya terjadi pada kehamilan awal. Tanda-tanda lain ialah ngidam, tidak tahan bau-bauan, pingsan, tidak suka makan, mudah lelah dan payudara tegang membesar yang disertai rasa nyeri. Wanita perlu memeriksakan kehamilannya ketika akan merencanakan kehamilan dan ketika merasakan gejala-gejala kehamilan.

Sebelum kehamilan, hal-hal yang mesti diperhatikan ialah pemeriksaan riwayat reproduksi, pemeriksaan riwayat kelainan genetik pada keluarga. Sedangkan pemeriksaan medis meliputi pemeriksaan darah, termasuk di dalamnya pemeriksaan golongan darah, hemoglobin dan rhesus factor, screening TORCH, hepatitis B, tuberculosis, HIV, penyakit menular seksual, pap smear. Di samping itu, paparan terhadap obat-obatan, pemeriksaan asupan nutrisi status gizi sebaiknya dilakukan pula.

Sedangkan saat kehamilan minimal 4 kali melakukan pemeriksaan selama kehamilan. Idealnya tiap bulan sampai kehamilan 28 minggu, tiap 2 minggu sampai kehamilan 36 minggu, tiap 1 minggu sampai kehamilan 41 minggu dan 2 kali perminggu sampai kehamilan 42 minggu. Pemeriksaan yang dilakukan selama kehamilan adalah menimbang badan, mengukur tekanan darah, pemberian zat besi dan vitamin, pemeriksaan perut (fundus uteri), imunisasi (tetanus toksoid), konsultasi kesehatan, mengobati penyakit yang diderita ibu, mengenali kelainan pada ibu dan bayi dan melakukan pengobatan dan pemeriksaan laboratorium serta USG.

Yang perlu diperhatikan selama kehamilan adalah gizi selama kehamilan, peningkatan kalori 300 kalori per hari, mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, zat besi, vitamin, mineral, cairan yang seimbang, penambahan berat badan selama hamil 7-15 kg, dan pemberian suplemen asam folat 400 ug.

Selain itu, para ibu perlu berhati-hati ketika mengonsumsi daging yang tidak dimasak atau setengah matang, seperti telur, kerang, hati, makanan siap saji, sayuran mentah dan kopi. Ibu hamil sebaiknya juga tidak merokok baik aktif atau pasif dan minum alkohol karena dapat menyebabkan bayi dengan berat lahir rendah dan kelainan.