dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc – Kasus terkonfirmasi positif akibat COVID-19 terus meningkat. Hingga saat ini, COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 21.000.000 penduduk dunia dengan lebih dari 771.635 orang meninggal dunia. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini diketahui dapat menyerang siapa saja dari mulai bayi hingga orang lanjut usia.

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan kelompok umur.

Berdasarkan data dari https://covid19.go.id/ tertanggal 19 Agustus 2020, tercatat 143.043 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia. Dari keseluruhan kasus tersebut, sebanyak 31,4% kasus berada di kelompok umur 31-45 tahun dan sebanyak 24,7% kasus berumur 46-59 tahun. Persebaran usia ini hampir sama dengan yang terjadi di China dimana rata-rata pasien berusia 47 tahun. Direktur Regional Pasifik Barat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa orang berusia 20-40an semakin mendorong penyebaran virus karena banyak yang tidak sadar telah terinfeksi.

Di Indonesia terdapat 23,5% kasus positif terjadi pada kelompok umur 19-30 tahun. Angka tersebut terus meningkat, serupa dengan yang terjadi di dunia secara global seperti yang dilansir oleh WHO yang menyatakan bahwa jumlah kasus COVID-19 pada kelompok anak usia muda mengalami peningkatan 3 (tiga) kali lipat selama 5 (lima) bulan terakhir. Peningkatan kasus positif COVID-19 pada usia muda dimungkinkan karena usia produktif cenderung masih melakukan aktivitas di luar rumah tanpa pembatasan jarak sosial atau ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Orang muda yang memiliki risiko kematian yang rendah tetapi memiliki risiko menularkan kepada orang yang lebih rentan.

Orang lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang rentan dibandingkan kelompok usia yang lain karena penurunan sistem imun. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa lansia dengan penyakit demensia mengalami kesulitan memahami dan melalukan pencegahan penularan COVID-19 serta menghadapi kesulitan dalam memaparkan keluhan yang dirasakan.

Tingkat kematian akibat COVID-19 berdasarkan kelompok umur.

Berdasarkan https://covid19.go.id/ tertanggal 19 Agustus 2020, diketahui bahwa kejadian meninggal di Indonesia terbanyak pada kelompok usia 46-59 tahun (39,7%) dengan peringkat kedua adalah pada kelompok umur >60 tahun (38,1%). Hal ini sedikit berbeda dengan yang terjadi di China dan Amerika Serikat dimana tingkat kematian tertinggi adalah pada kelompok lansia. Dikutip dari Case-based Surveillance CDC pada bulan Juli 2020 dari total 52.166 orang yang meninggal di Amerika Serikat sebanyak 79,6% berumur >65 tahun. Penelitian lain oleh Joseph T. Wu., dkk dalam Nature Medicine menyatakan bahwa apabila dibandingkan dengan mereka yang berusia 30-59 tahun, mereka yang berusia di atas 59 tahun memiliki 5,1 kali lebih mungkin meninggal setelah mengalami gejala.

Dari data tersebut di atas, tampak bahwa risiko infeksi gejala meningkat seiring bertambahnya umur dan lebih banyak menyebabkan infeksi berat dan kematian. Hal ini dimungkinkan karena sistem kekebalan tubuh pada lansia telah mengalami penurunan dan banyak lansia memiliki penyakit penyerta seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung atau penyakit gangguan pernapasan.

Pencegahan penularan COVID-19.

Berdasarkan tinjauan di atas, dapat disimpulkan bahwa orang dengan kelompok umur berapapun dapat tertular COVID-19. Namun demikian, pada kelompok umur yang lebih tua, sistem kekebalan tubuh cenderung berkurang sehingga memiliki risiko yang lebih besar untuk tertular dan mengalami gejala yang lebih parah bahkan hingga kematian. Oleh sebab itu, upaya pencegahan merupakan hal yang penting untuk diterapkan. Berikut adalah beberapa langkah yang efektif untuk mencegah penularan COVID-19 :

  1. Cuci tangan secara rutin dengan air dan sabun atau cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol minimal 60%.
  2. Selalu menjaga jarak aman minimal 1 (satu) meter serta mencegah kontak fisik.
  3. Menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut.
  4. Kurangi menyentuh mata, hidung dan mulut.
  5. Kurangi keluar rumah, kecuali untuk kepentingan yang mendesak.
  6. Lanjutkan obat yang dikonsumsi secara rutin.
  7. Jika merasa sakit, carilah pertolongan medis.

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Wu, J.T., Leung, K., Bushman, M. et al. Estimating clinical severity of COVID-19 from the transmission dynamics in Wuhan, China. Nat Med 26, 506-510 (2020). https://doi.org/10.1038/s41591-020-0822-7.
  2. Wortham, J.M., Lee, J.T., et al. Characteristics of Persons Who Died with COVID-19 – United States, February 12 – May 18, 2020. MMWR 69, 923-929 (2020). https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/69/wr/pdfs/mm6928e1-H.pdf.
  3. https://covid19.go.id/
  4. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/