Tim Promkes RSST – Setiap Bulan Februari dan Bulan Agustus merupakan bulan vitamin A di Posyandu atau di fasilitas kesehatan dibagikan vitamin A secara gratis untuk anak balita.

Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Pada kedua bulan ini anak bisa mendapatkan berupa suplementasi vitamin A kapsul biru untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A dalam bentuk kapsul merah juga diberikan kepada ibu nifas.

Vitamin A merupakan salah satu gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial), berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Hasil kajian berbagai studi menyatakan bahwa vitamin A merupakan zat gizi yang essensial bagi manusia karena zat gizi ini sangat penting dan konsumsi makanan kita cenderung belum mencukupi dan masih rendah sehingga harus dipenuhi dari luar (Kemenkes RI, 2011).

Adapun vitamin A dapat mencegah rabun senja, xeroftalmia (penyakit mata akibat kekurangan vitamin A yang ditandai dengan mata kering), kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas. Sedangkan jika anak kekurangan vitamin A maka anak bisa menjadi rentan terserang penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak, dan diare.

Kekurangan vitamin A dapat merupakan kekurangan primer akibat kurang konsumsi atau kekurangan sekunder akibat gangguan penyerapan dan penggunaannya dalam tubuh, kebutuhan yang meningkat ataupun ada gangguan pada konversi karoten menjadi vitamin A. Kekurangan vitamin A sekunder dapat terjadi pada penderita kurang energi protein, penyakit hati (Arisman, 2009).

Kurang Vitamin A (KVA) pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP) atau gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang termasuk zat gizi mikro dalam hal ini vitamin A. Anak yang menderita kurang vitamin A mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan akut, campak, cacar air, diare dan infeksi lain karena daya tahan tubuh anak menurun.

Manfaat vitamin A. Vitamin A / retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit. Vitamin A yang disebut juga retinol banyak fungsinya yaitu membantu mata menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya dari terang ke gelap, mencegah kekeringan selaput lendir mata yang disebut xerosis konjungtiva, mencegah terjadinya kerusakan mata berlanjut yang akan menjadi bercak bitot sampai kebutaan, menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir saluran pernafasan, saluran kemih, dan saluran pencernaan terhadap masuknya bakteri dan virus, membantu pertumbuhan tulang dan sistem reproduksi, membantu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, pembelahan sel, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bersifat antioksidan yang dapat menetralisir radikal bebas penyebab kerusakan sel dan jaringan.

Hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi vitamin A sebanyak 2 kali pertahun pada anak umur 6-59 bulan dapat mencegah kekurangan vitamin A dan kebutaan (buta senja) juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mengurangi kejadian kesakitan dan kematian pada balita karena vitamin A, dapat mencegah timbulnya komplikasi pada penyakit yang terjadi pada balita seperti campak dan diare. Bagi Ibu menyusui  selain untuk mencegah kebutaan vitamin A sangat dibutuhkan untuk pembentukan ASI yang berkualitas tinggi yang dibutuhkan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya.

Pemerintah dalam menyikapi masalah tentang kekurangan vitamin A melalui suplementasi vitamin A kepada anak balita. Suplementasi vitamin A adalah program intervensi pemberian kapsul vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan dan ibu nifas yang bertujuan selain untuk mencegah kebutaan juga untuk menanggulangi kekurangan vitamin A (KVA).

Sasaran program adalah balita dari usia 6 bulan sampai dengan 59 bulan. Ada 2 (dua) jenis vitamin A yang diberikan yaitu kapsul biru untuk bayi usia 6 sampai dengan 11 bulan dan yang merah untuk anak usia 12 sampai dengan 59 bulan.

Vitamin A juga diberikan bagi ibu nifas. Hal ini dilakukan karena berdasarkan kajian berbagai studi ditemukan bahwa vitamin A merupakan zat gizi yang sangat diperlukan bagi manusia karena zat gizi ini sangat penting agar proses-proses fisiologis dalam tubuh berlangsung secara normal termasuk pertumbuhan sel meningkatkan fungsi penglihatan, meningkatkan imunologis dan pertumbuhan badan. Pemberian vitamin A dosis tinggi selain diberikan pada anak balita, ibu nifas tapi diberikan juga pada kasus dengan keadaan tertentu seperti anak menderita xeroptalmia, campak, dan gizi buruk.

Kenapa sih kita harus mengkonsumsi vitamin A? Seberapa penting vitamin A untuk tubuh kita? Vitamin A adalah salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar.

Mengkonsumsi vitamin A bagi balita mempunyai manfaat yaitu :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi.
  • Membantu proses penglihatan dalam adaptasi terang ke tempat yang gelap.
  • Mencegah terjadinya kerusakan mata hingga kebutaan.

Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh. Sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati serta beberapa makanan nabati yang mengandung beta-karoten (pro-vitamin A yang oleh tubuh diubah menjadi vitamin A yaitu berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna-warni seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat dan kacang polong sedangkan sumber vitamin A hasil rekayasa adalah beberapa produk makanan yang diperkaya (fortifikasi) dengan vitamin A antara lain dalam minyak goreng, margarin dan susu.

Berikut sumber vitamin A banyak terdapat antara lain pada :

  • Air Susu Ibu (ASI)
  • Bahan makanan hewani seperti hati, kuning telur, ikan, daging, ayam, dan bebek.
  • Buah-buahan warna kuning dan jingga seperti pepaya, mangga masak, alpukat, jambu merah, dan pisang.
  • Sayuran yang berwarna hijau tua dan berwarna jingga seperti bayam, tomat, dan wortel.
  • Bahan makanan yang difortifikasi / diperkaya dengan vitamin A seperti margarine dan susu. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2020/08/06/98/bulan-februari-agustusitubulannya-vitamin-a.html
  2. Sengeng Ambo. 2016. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian Vitamin A Pada Balita di Posyandu Flamboyan Wilayah Kerja Puskesmas Rawasari. Staf Pengajar Poltekkes Kemenkes Jambi Jurusan Kebidanan. Jurnal Poltekkes Jambi Volume XIII Nomor 4, hlm. 201-202. Website : http://journal.poltekkesjambi.ac.id.
  3. Fithriyana Rinda. 2018. Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Vitamin A Dengan Pemberian Vitamin A Pada Balita di Desa Kuantan Sako Tahun 2016. Dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Doppler Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Volume 2 Nomor 1, hlm 50-51. Website : https://journal.universitaspahlawan.ac.id.
  4. https://promkes.kemkes.go.id/manfaat-pemberian-vitamin-a-untuk-anak.
  5. www.kemkes.go.id