Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita Tuberkulosis aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. Tuberkulosis termasuk dalam 10 (sepuluh) besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Di Indonesia Tuberkulosis merupakan penyebab kematian nomor satu di antara penyakit menular lainnya.

Untuk mencapai target “Indonesia Bebas Tuberkulosis 2050”, peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama dalam membantu menemukan kasus Tuberkulosis dan membantu melakukan pengawasan terhadap pengobatan pasien Tuberkulosis sampai sembuh, agar rantai penularan Tuberkulosis di Indonesia dapat dihentikan.

Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap tahunnya dilaksanakan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa Tuberkulosis sampai saat ini masih menjadi epidemi di dunia.

Memperingati “Hari Tuberkulosis Sedunia“ 24 Maret, RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) melalui Tim PKRS Humas dan Tim TB DOTS RSST membuka stand kesehatan di Car Free Day Klaten pada Minggu, 24 Maret 2019 di Halaman Kantor Disperindagkop Klaten dari pukul 06.00 – 09.00 WIB dengan tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, Mulai dari Saya”. Pelaksanaan kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai upaya penyebarluasan informasi Tuberkulosis kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terkait dengan pencegahan penularan Tuberkulosis yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat meliputi pemeriksaan tekanan darah dan IMT, cek kadar gula darah sewaktu dan golongan darah, konsultasi kesehatan oleh dokter dan ahli gizi secara gratis, kampanye aksi TOSS TBC dengan menampilkan pertunjukkan parodi tentang program kesembuhan Tuberkulosis dengan judul “Tresno Roro Gograk”, talkshow seputar Tuberkulosis, komitmen bersama TOSS TBC, penyerahan sertifikat bagi pasien yang sembuh dari Tuberkulosis, senam Germas, dan pemberian diet TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein).

Gerakan ini mengajak semua pihak baik pemerintah maupun seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis.

Sebagai dokter narasumber hadir : dr. Kurniyanto, Sp.P; dr. Zakiah Novianti, Sp.P, M.Kes; dan dr. Indah, Sp.P. Meskipun cuaca mendung, tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke stand kesehatan RSST.