Tim PKRS RSST – Dengan terus meningkatnya kasus COVID-19 di Negara kita, maka pemerintah juga terus meningkatkan kewaspadaan protokol kesehatan pada masyarakatnya. Namun masih saja banyak masyarakat yang belum mempunyai kesadaran diri yang besar bahwa protokol kesehatan harus selalu dilakukan untuk mengurangi penyebaran Virus Corona. Salah satunya dengan tertib selalu menggunakan masker terutama saat berada di luar rumah dan bertemu dengan orang lain.

Pada sebagian orang yang memiliki kesadaran diri yang tinggi, di masa pandemi masker sudah menjadi barang penting dan wajib untuk digunakan saat keluar rumah. Karena fungsinya yang teramat penting untuk menjaga diri dari penularan Virus Corona melalui droplet atau percikan air yang keluar dari mulut seseorang saat berbicara, batuk, maupun bersin. Namun demikian penggunaan dan jenis masker yang benar masih diabaikan. Menurut perkembangan penelitian yang dilakukan oleh Duke University menyebutkan bahwa dari 14 jenis masker yang diuji, masker buff yang biasa digunakan oleh pengendara motor hasilnya jauh lebih buruk dibandingkan dengan masker biasa. Masker jenis buff dan scuba hanya memberikan sedikit sekali perlindungan karena hanya memiliki satu lapisan saja sehingga kemungkinan dapat tertembus droplet juga lebih besar.

Lantas, masker seperti apa yang efektif menangkal Corona?

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ada 3 (tiga) jenis masker yang direkomendasikan efektif untuk cegah penularan COVID-19, di antaranya :

  1. Masker Kain

Masker kain dapat digunakan masyarakat yang sedang tidak sakit untuk beraktivitas sehari-hari. Masker kain yang dibuat perlu memiliki 3 (tiga) lapisan yaitu lapisan dalam berupa bahan penyerap seperti katun, lapisan tengah berupa bahan tanpa tenun seperti polipropilena, dan lapisan luar berupa bahan yang tidak mudah menyerap air seperti polyester atau campuran polyester.

Masker kain harus dicuci dan dapat dipakai berkali-kali. Namun sebaiknya masker kain digunakan tidak lebih dari 4 (empat) jam atau saat sudah terasa lembab, ganti dengan yang bersih.

  1. Masker Bedah 3 lapis atau Surgical Mask 3 Ply

Masker Bedah memiliki 3 (tiga) lapisan yaitu lapisan luar kain tanpa anyaman kedap air, lapisan dalam yang merupakan lapisan filter densitas tinggi dan lapisan dalam yang menempel langsung dengan kulit yang berfungsi sebagai penyerap cairan berukuran besar maupun droplet yang keluar dari saat batuk atau bersin.

Namun lapisan ini bukan merupakan barier proteksi pernapasan karena tidak bisa melindungi pemakai dari terhirupnya partikel airborne yang lebih kecil.

Jadi, masker ini direkomendasikan untuk masyarakat yang sedang sakit atau para lansia yang memiliki penyakit penyerta.

Masker bedah juga bisa digunakan oleh tenaga medis di fasilitas layanan kesehatan.

  1. Masker N95

Masker N95 adalah masker yang sudah memiliki standart tinggi untuk dipakai tenaga medis yang harus kontak erat secara langsung menangani kasus dengan tingkat infeksius yang tinggi seperti pasien positif terinfeksi COVID-19, maupun petugas laboratorium.

Jenis masker ini memiliki kelebihan tidak hanya melindungi pemakai dari paparan cairan dengan ukuran droplet, tapi juga cairan hingga berukuran aerosol.

Masker N95 memiliki face seal fit yang ketat sehingga mendukung pemakai terhindar dari paparan aerosol asal dipastikan terpasang dengan benar.

Menurut Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, penggunaan masker dengan tepat perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya :

  1. Sebelum memakai masker lakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, minimal 20 detik atau jika tidak tersedia gunakan cairan pembersih tangan berbasis alkohol.
  2. Saat memasang masker, pastikan terpasang dengan benar menutupi mulut dan hidung, tidak ada sela antara wajah dan masker.
  3. Hindari menyentuh masker saat digunakan. Jika tersentuh, segera cuci atau gunakan cairan pembersih tangan.
  4. Untuk membuka masker, jangan sentuh bagian depan masker. Lepaskan dari belakang secara perlahan, dengan hanya menyentuh bagian talinya, menjauhi wajah dan pakaian.
  5. Untuk masker satu kali pakai, segera buang di tempat sampah tertutup atau kantong plastik.
  6. Untuk masker kain, masukkan ke dalam kantong kertas atau kantong kain, atau menggunakan kantong plastik. Pisahkan dari barang bawaan yang lain. Sesampai di rumah, segera cuci dengan deterjen.

Pemakaian masker hanya efektif apabila individu menerapkan protokol kesehatan lain, seperti disiplin tetap jaga jarak aman antara satu dan dua meter, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik.

Jika masyarakat mampu melakukan protokol kesehatan dengan disiplin, baik dan benar, niscaya kita dapat memutus rantai penularan COVID-19. (Lt)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://covid19.go.id/p/berita/gunakan-masker-dengan-tepat-cegah-penularan-covid-19.
  2. https://health.grid.id/read/352338555/5-masker-yang-direkomendasikan-who-cegah-covid-19-kain-katun-boleh-scuba-jangan?page=all.
  3. https://kesehatan.kontan.co.id/news/yuk-mengenal-jenis-masker-rekomendasi-terbaru-who-untuk-melawan-virus-corona?page=all.