Tim Promkes RSST – Sunat sudah menjadi salah satu tradisi terkait medis di Indonesia. tapi tahukah kamu bahwa ada banyak manfaat sunat secara medis bagi kesehatan juga? Secara umum sunat bertujuan untuk menjaga kebersihan ujung penis, di mana ujungnya terdapat kulit yang dinamakan kulup. Saat melakukan sunat, kulup inilah yang dibuang sehingga bagian kepala penis terbuka. Selain karena alasan tradisi, sunat juga dilakukan karena alasan medis, seperti penis terkena fimosis (kulup lengket) atau mengalami infeksi kepala penis (balanitis).

Prosedur sunat dewasa dan kanak-kanak umumnya sama. Hanya saja, perawatan setelah menjalani sunat dewasa mungkin agak sedikit berbeda dibandingkan sunat anak, karena ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Sunat merupakan metode pengangkatan kulit yang menutupi kepala penis. Di Indonesia, biasanya sunat dilakukan karena alasan agama saat anak laki-laki menginjak usia bangku sekolah dasar. Namun, pria dewasa yang belum melakukannya masih bisa menjalani sunat khusus dewasa.

Apakah sunat itu penting?

Sebenarnya melakukan sunat atau tidak adalah pilihan dari pria dan bisa disesuaikan dengan kebutuhannya. Selama ini sunat sudah menjadi budaya di seluruh dunia khususnya yang berkaitan dengan agama. Selain masalah budaya dan juga agama, sunat juga banyak dilakukan karena masalah kesehatan. Pria yang mengalami masalah kesehatan di kemaluannya seperti fimosis disarankan untuk melakukan sunat agar kemaluannya tidak mengalami gangguan dan menghasilkan rasa nyeri yang sangat intens. Kalau dilihat dari sisi medis, sunat bisa dikatakan sangat penting karena bisa membuat area penis menjadi lebih bersih.

Manfaat Sunat bagi Kesehatan

Ada beberapa manfaat dari sunat yang membuat beberapa orang yakin melakukan sunat meski usia tidak muda lagi.

  • Menurunkan risiko penyakit seksual

Melakukan seks dengan pasangan yang sunat akan menurunkan risiko wanita terkena HIV hingga 60 persen dibandingkan dengan mereka tidak sunat. Dengan penurunan yang cukup besar ini tentu banyak pasangan berusaha melakukan prosedur sunat apalagi mereka yang aktif secara seksual dan jarang menggunakan kondom. Selain HIV, penyakit seksual yang bisa dicegah adalah herpes, dan infeksi HPV. Risiko akan lebih kecil untuk menularkan penyakit karena penis yang disunat akan mudah sekali dibersihkan.

  • Menurunkan risiko terkena infeksi saluran kemih

Saat buang air kecil, cairan urine kerap tersisa di sekitar kepala penis. Cairan yang tersisa ini memungkinkan bakteri untuk masuk dan berkembang dengan cepat. Bakteri yang merugikan dan jumlahnya ada banyak bisa masuk melalui lubang penis dan memicu infeksi saluran kemih. Tanda dari infeksi saluran kemih adalah sering sekali mengalami demam, saat buang air kecil terasa panas dan juga perih.

  • Mencegah terjadinya infeksi dan iritasi

Dengan bentuk yang lebih mudah dibersihkan, berbagai jenis kotoran yang menempel akan mudah sekali dibersihkan. Sisa kotoran tidak akan memicu bakteri mendekat dan akhirnya melakukan infeksi atau memicu iritasi. Infeksi dan iritasi yang terjadi pada penis menyebabkan kita tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penis yang mengalami infeksi juga memuat Anda susah melakukan seks dengan pasangan.

  • Meningkatkan kebersihan organ seksual

Kalau tidak sunat, penis pria akan memiliki foreskin atau kulup yang menyelimuti glans atau bagian kepala penis. Saat kita buang air kecil dan tidak menarik foreskin ke belakang, air akan mengenai bagian dari kepala dan menyebabkan kotor. Kalau Anda bisa membersihkan kemaluan sampai ke dalam-dalam mungkin tidak masalah. Namun, kalau tidak bisa membersihkan penis dengan sempurna, apalagi di toilet umum, kotoran akan menumpuk di bawah kulup. Kalau kotoran terus menumpuk, kemaluan akan cenderung kotor dan baunya jadi tidak sedap meski sudah berusaha membasuhnya dengan air bersih.

  • Mencegah risiko paramifosis

Manfaat sunat secara medis berikutnya adalah menjauhkan dari risiko paramifosis. Paramifosis adalah keadaan ketika kulup tidak bisa ditarik kembali pada posisi awal. Keadaan tersebut dapat berakibat buruk untuk kesehatan penis, karena membatasi aliran darah ke ujung penis.

Gangguan ini bisa terjadi saat menarik kulup berlebihan ketika buang air kecil, atau karena memiliki kulup yang kencang, juga bisa diakibatkan karena menindik penis.

  • Mencegah risiko fimosis

Fimosis terjadi ketika kulup melekat dengan kepala penis dan sulit ditarik ke belakang. Akibatnya, setelah buang air kecil rentan sisa urine masih mengendap di bagian tersebut dan memicu infeksi. Dengan sunat, kulup yang lengket tersebut akan dibersihkan sehingga terhindari dari terjadinya infeksi yang bisa memicu nyeri dan bengkak pada penis.

  • Membuat lebih sensitif terhadap rangsangan

Manfaat sunat juga dapat menjadikan ujung kepala penis atau glans menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan. Karena saat disunat, posisi kulup dan menyelimuti glans, yang merupakan titik rangsang pria dihilangkan.

  • Menurunkan risiko kanker prostat

Manfaat sunat secara medis juga akan menurunkan risiko pria terkena kanker prostat. Pria yang disunat akan memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk mengidap penyakit ini. Selain itu, bagi pria yang sudah menjalani sunat, bisa menghindarkan pasangan mereka dari kanker serviks.

Referensi        :

  1. Ikha Yulia Darma, dkk. 2019. Edukasi tentang Perawatan Kithan (Cirkumsisi). Jurnal Keperawatan, Stikes Syedza Saintika Kabupaten Agam.
  2. Tonang A. 2015. Cirkumsisi, Phimosis dan Khitan. Jurnal Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
  3. Jiang, Z. L. et al. 2019. Subcutaneous Tissue-Sparing Dorsal Slit With New Marking Technique : A Novel Circumcision Method. Medicine. 98(16), Pp. E15322.
  4. Morris, B. J. et al. 2016. Estimation of Country-Specific and Global Prevalence of Male Circumcision. Population Health Metrics. 14(1), Pp. 1-13.
  5. Drugs. 2021. Adult Male Circumcision.