dr. Zakiah Novianti, Sp.P, M.Kes – Asma merupakan kesehatan global yang serius dengan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan karena dapat meningkatkan biaya pada saat perawatan kesehatan. Asma perlu mendapat perhatian karena penyakit asma dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan beban ekonomi. Salah satu cara meningkatkan kualitas hidup pada penderita asma adalah dengan melakukan olahraga, yaitu senam. Senam Asma Indonesia (SAI) merupakan salah satu penunjang pengobatan asma.

Tujuan Senam Asma :

  1. Meningkatkan kualitas hidup sehingga tercapai asma yang terkontrol.
  2. Melatih dan mengontrol ekspirasi dan inspirasi.
  3. Melenturkan dan memperkuat otot pernafasan.
  4. Melatih ekspektorasi yang efektif.
  5. Meningkatkan sirkulasi darah.
  6. Mempercepat dan mempertahankan asma terkontrol.

Prinsip Senam Asma :

  1. 3-4 kali seminggu, setiap kali senam minimal 30 menit selama minimal 6 minggu.
  2. Lama latihan ± 1 jam             –> Pemanasan 10 – 15 menit

–>  Latihan inti 30 menit

–>  Aerobik 5 menit

–>  Pendinginan 5 menit

Syarat Senam Asma :

  1. Tidak dalam serangan asma
  2. Tidak dalam kondisi gagal jantung
  3. Kondisi Pasien

Tahapan dan Gerakan Senam Asma :

  1. Posisi Doa. Berdoa mengaktifkan sistem limbik di otak, sehingga dapat menghilangkan stres dan menenangkan tubuh.
  1. Pemanasan selama 5 menit dan peregangan selama 7 menit. Tujuannya agar otot-otot tidak langsung digunakan secara berlebihan.
  2. Gerakan Inti A selama 10 menit. Tujuannya melatih otot-otot pernapasan. Selalu diikuti dengan menarik dan mengeluarkan napas dalam. Gerakan menarik napas dimulai dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut seperti meniup lilin. Waktu yang diperlukan menarik napas lebih pendek daripada mengeluarkan napas. Teknik bernapas dalam dan lambat dapat menurunkan kecemasan.
  1. Gerakan Inti B selama 10 menit pada dasarnya fungsi gerakan sama dengan gerakan inti A, namun dengan intensitas lebih tinggi bertujuan untuk merelaksasi otot pernapasan setelah otot berkontraksi maksimal sehingga terjadi kondisi relaks secara fisik dan psikis. Otot akan menjadi santai sehingga mempermudah pernapasan dan ekspektorasi.
  2. Gerakan Aerobik bertujuan supaya tubuh dapat menghasilkan pembakaran O2 yang tinggi sehingga meningkatkan hembusan napas.
  3. Gerakan Pendinginan terdiri dari gerakan-gerakan lambat dengan menggerakkan tangan sambil menarik napas perlahan sehingga otot kembali ke keadaan semula.