Tim Promkes RSST – Kita ketahui gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembangan mental. Tercapainya keseimbangan gizi merupakan salah satu tolak ukur terciptanya SDM yang berkualitas, dan tidak dipungkiri minum susu berdampak sangat besar bagi tubuh kita karena nilai gizi yang terkandung dalam susu sapi.

Salah satu zat gizi sebagai zat pembangun yang berasal dari protein hewani adalah susu. Telah diketahui sejak lama bahwa susu merupakan bahan pangan yang memiliki daya cerna tinggi (mendekati 100%), yaitu 98% untuk daya cerna terhadap protein dan 99% terhadap karbohidrat dan lemak sehingga dapat digunakan secara efisien oleh tubuh manusia (Malaka, 2007).

Air susu sapi adalah air susu yang terbanyak dikonsumsi manusia karena merupakan minuman sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan dan pertumbuhan. Susu sebagai salah satu sumber protein hewani mengandung Docosahexaenoic Acid (DHA) atau sama dengan lemak tidak jenuh yang membantu meningkatkan kecerdasan otak anak. Kandungan kalsium yang terdapat dalam susu juga sangat penting untuk pertumbuhan anak. Kondisi fisik yang sehat dan kuat, membuka kesempatan untuk kualitas anak yang lebih baik di masa depan.

Susu adalah hasil sekresi kelenjar susu dari sapi yang sedang laktasi atau ternak yang sedang laktasi, dan dilakukan pemerahan dengan sempurna, tidak termasuk kolostrum serta tidak ditambah atau dikurangi oleh suatu komponen (Leowardi, 2008). Lebih lanjut dijelaskan bahwa susu yang baik berwarna putih bersih sedikit kekuningan dan tidak tembus cahaya. Susu yang berwarna kemerahan tidak normal, kemungkinan berasal dari sapi yang sakit. Susu murni mempunyai rasa manis atau gurih tidak ada rasa asin. Susu yang baik berbau khas susu segar, sedikit berbau sapi, bebas dari bau asing. Konsistensi susu yang baik adalah normal, tidak encer, dan tidak ada pemisahan bentuk apapun.

Susu terasa sedikit manis dan asin (gurih) yang disebabkan adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral di dalam susu. Rasa susu sendiri mudah sekali berubah bila terkena benda-benda tertentu, misalnya pakan ternak penghasil susu, kerja enzim dalam tubuh ternak, bahkan wadah tempat menampung susu yang dihasilkan nantinya. Bau susu umumnya sedap, namun juga sangat mudah berubah (Aghna, 2010). Dinyatakan pula bahwa susu murni harus mengandung sekurang kurangnya 3,25% dari lemak susu dan 8,25% padatan susu bukan lemak (protein, karbohidrat, vitamin larut air, dan mineral). Susu adalah minuman yang sangat menyehatkan dengan kandungan gizinya yang terhitung lengkap, karena itu susu dianjurkan bagi semua kalangan.

Susu merupakan bahan makanan atau minuman yang mempunyai nilai gizi tinggi, komposisinya mudah dicerna dengan kandungan protein, mineral dan vitamin yang tinggi, menjadikan susu sebagai sumber bahan makanan yang fleksibel yang dapat diatur kadar lemaknya. Susu mengandung 634 kalori per liter dan kandungan energinya adalah 65 kal. Adapun komposisi atau kandungan gizi dari susu meliputi protein, lemak, laktosa, vitamin dan enzim, potassium, zat besi, tirosine, kalsium, magnesium, iodium, dan seng (Anonim, 2009).

Manfaat Mengkonsumsi Susu Sapi

Menurut Wahab (2010) susu sapi memiliki banyak manfaat, di antaranya : (1) mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak‐anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi, (2) menurunkan tekanan darah, (3) mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang, (4) menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan, (5) mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus, (6) mencegah diabetes tipe 2, (7) mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar dan (8) membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang pelepasan hormon melatonin yang membuat tubuh mengantuk.

Susu dikenal sebagai minuman sumber kalsium sehingga sangat bermanfaat untuk mencegah osteoporosis (kerapuhan tulang). Susu kaya akan asam amino triptofan, sehingga minum susu secara teratur akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk memproduksi melatonin di malam hari. Melatonin adalah hormon dan sekaligus antioksidan yang membuat tubuh bisa beristirahat, sehingga dianjurkan untuk minum susu di malam hari agar tubuh bisa tidur nyenyak dan keesokan harinya bisa melakukan aktivitas dengan baik. Susu juga dikenal sebagai bahan makanan yang mempunyai kemampuan untuk mengikat polutan, sehingga bisa mengurangi dampak buruk dari polusi (Malaka, 2007).

Kurang gizi akan menyebabkan kegagalan pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan, menurunkan daya tahan, meningkatkan resiko terserang penyakit dan kematian (Achmad, 2000).

Tidak heran memang, dari berbagai penjelasan di atas bahwa susu mengandung banyak zat gizi penting dan nutrisi alami yang sangat bermanfaat, di antaranya kalsium, vitamin D, vitamin A, zinc, zat besi, tiamin, asam amino, dan berbagai zat gizi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh. tentunya hal ini sangat membantu dalam mempertahankan imunitas tubuh. Tidak terkecuali apalagi di masa pandemi COVID-19 saat ini. Tentunya kebutuhan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan di saat pandemi COVID-19 ini sangat penting, dengan demikian susu itu sangat menyehatkan. Berbagai kandungan vitamin, mineral, dan zat gizi penting lain yang dimiliki susu bisa membuat tubuh menjadi fit, sehat, dan kuat. oleh karenanya jangan ragu lagi untuk memasukkan susu dalam menu makan sehari-hari kita, karena manfaat dan khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan kita. Minumlah susu 2-3 gelas sehari agar kebaikan susu dapat kita peroleh. Meskipun susu sapi bisa digunakan untuk meningkatkan imun dalam tubuh, namun dalam hal penyembuhan orang yang terpapar Virus COVID-19 tentunya masih memerlukan penilitian lebih lanjut. (Dn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Achmad. 2000. Penuntasan Masalah Gizi Kurang Gizi. Prosiding Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta.
  2. Anonim. 2009. Mengenal Susu dan Manfaat.
  3. Malaka, R. 2007. Ilmu dan Teknologi Pengolahan Susu. Yayasan Citra Emulsi. Makassar.
  4. Aghna. 2010. Susu.
  5. Wahab. 2010. Manfaat Susu Sapi.
  6. MusmualimI. SKRIPSI. Perilaku Konsumsi Susu Sapi dan Prestasi Belajar Murid Kelas 4 SD Inpres Jongaya I dan SD Negeri Sudirman I Makassar. Program Studi Teknologi Hasil Ternak Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar 2016.