Manajemen Laktasi

Putri Asari, AMK – Apa ASI itu? Bagaimana proses produksinya? Apa saja kandungannya? Apa saja manfaatnya? Bagaimana posisi menyusui, cara memerah ASI, dan cara menghangatkan ASI yang benar?

  1. Apa itu ASI?

Air Susu Ibu (ASI) adalah asupan nutrisi paling mudah dicerna bayi dengan sistem pencernaan yang belum sempurna. Sebab, ASI mengandung gizi seimbang, yang dibutuhkan bayi, terutama untuk tumbuh kembang selama 6 (enam) bulan pertamanya. Oleh karena itu, seorang ibu disarankan untuk memberikan program ASI eksklusif pada 6 (enam) bulan pertama usia bayi.

Program ASI eksklusif adalah tidak memberikan makanan maupun minuman lain kepada bayi, termasuk air minum sekalipun.

Lalu, berapa lama masa menyusui bayi yang ideal?

Pada dasarnya, jangka waktu menyusui tergantung pada kondisi ibu dan anak. Meski demikian, berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO), seorang ibu disarankan melakukan program ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan pertama usia bayi, dan dilanjutkan hingga bayi berusia 2 (dua) tahun, dengan disertai makanan pendamping ASI (MPASI).

  1. Bagaimana produksi ASI?

Selama hamil, ASI tidak disekresikan dari payudara, karena ada hormon estrogen dan progesteron yang menghambat aksi hormon prolaktin. Setelah persalinan, kadar estrogen dan progesteron dalam darah turun dengan cepat, sehingga tidak ada lagi yang menghambat hormon prolaktin. Karenanya, terjadilah sekresi ASI.

Saat bayi menyusu, kadar prolaktin dalam darah meningkat dan menstimulasi produksi ASI oleh alveolus. Pada minggu-minggu awal menyusui, semakin sering bayi menyusui dan merangsang puting payudara, maka akan semakin banyak juga hormon prolaktin diproduksi. Akhirnya akan semakin banyak juga ASI yang dihasilkan.

Selain hormon prolaktin, hormon lain yang berperan langsung dalam menyusui adalah oksitosin. Hormon ini memicu kontraksi sel-sel mioepitel di sekitar alveoli. Dengan cara tersebut, ASI yang sudah terkumpul di alveoli akan dialirkan ke puting payudara. Let down reflex (disebut juga refleks oksitosin atau refleks ejeksi ASI) terjadi ketika aliran ASI sangat deras tanpa bayi perlu menyedot lebih kuat. Bagaimana mekanismenya? Saat bayi menyedot puting payudara atau saat ibu merasa ingin menyusui bayinya (misalnya dengan stimulasi sentuhan, mencium wangi bayi, mendengar suara bayi menangis, memikirkan bayinya), otak akan distimulasi untuk meningkatkan produksi hormon oksitosin. Hormon ini diproduksi secara fluktuatif bergantung juga dari kondisi psikologis ibu.

  1. Apa saja kandungan ASI?

Asi berdasarkan 3 (tiga) stadium :

  • Kolostrum

Kolostrum adalah ASI yang pertama keluar sampai beberapa hari pasca persalinan.

Cirinya kental, lengket, warna kekuningan.

Kandungannya tinggi protein, mineral garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih, dan antibodi yang tinggi. Protein utama pada kolostrum adalah immunoglobulin yang digunakan sebagai zat antibodi untuk mencegah dan menetralisir bakteri, virus, kuman, dan parasit.

  • ASI Transisi / Peralihan

ASI yang keluar setelah kolostrum sampai ASI matang, sejak hari ke 4 – 10.

Cirinya volume semakin banyak, berubah warna serta komposisi.

Kandungan : immunoglobulin dan protein menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat

  • ASI Matur

ASI yang keluar setelah hari ke 10 dan seterusnya.

Ciri : berwarna putih, tidak menggumpal bila dihangatkan.

Kandungan : 5 (lima) menit pertama yang keluar foremilk, yaitu ASI dengan kandungan rendah lemak dan tinggi laktosa, gula, protein, mineral, air. Bentuknya encer, selanjutnya berubah menjadi handmilk. Handmilk kaya lemak dan nutrisi, sehingga membuat bayi cepat kenyang.

  1. Apa saja manfaatnya?

Beberapa manfaat program ASI eksklusif bagi bayi, misalnya :

  • Meningkatkan kecerdasan bayi.
  • Mengurangi risiko penyakit.
  • Membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah gelisah untuk waktu yang lama.
  • Mengurangi kemungkinan alergi.

Sementara itu bagi ibu, menyusui bisa :

  • Menjadi alternatif kontrasepsi alami karena dapat menunda masa subur.
  • Menurunkan berat badan pasca melahirkan.
  • Mengurangi risiko terkena kanker leher rahim dan kanker payudara.
  • Mengurangi risiko terserang Human Papilloma Virus (HPV), yang dapat menyebabkan kanker serviks.
  1. Bagaimana posisi menyusui, cara memerah ASI, dan cara menghangatkan ASI yang benar?

Posisi menyusui

  • Wajah bayi menghadap ke payudara.
  • Kepala dan badan berada 1 (satu) garis lurus.
  • Ibu menyangga bayi dengan mantap.

Cara memerah ASI

Cara termudah untuk memberikan ASI kepada bayi yakni dengan menyusuinya secara langsung. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang tidak mendukung ibu untuk menyusui si kecil secara langsung dari payudara. Sebagai gambaran, saat ibu harus bekerja, bayi lahir prematur yang belum memiliki kemampuan menyusu yang optimal, atau bayi maupun ibu harus dirawat di rumah sakit. Beberapa kondisi tersebut mau tidak mau membuat ibu harus memerah ASI-nya untuk diberikan kepada bayi melalui botol dot.

Jika ingin menyediakan stok ASI di rumah agar bisa diberikan kepada bayi kapan pun, kita bisa memompa ASI menggunakan pompa ASI elektrik maupun manual.

Setelah berhasil dipompa, ASI perah harus disimpan untuk menjaga agar kualitasnya tetap baik sampai nantinya diberikan kepada bayi.

Cara menghangatkan ASI

  • ASI perah disimpan dalam lemari pendingin atau menggunakan portable cooler bag.
  • Untuk tempat penyimpanan ASI, berikan sedikit ruangan pada bagian atas wadah penyimpanan karena seperti kebanyakan cairan lain, ASI akan mengembang bila dibekukan.
  • ASI perah segar dapat disimpan dalam tempat / wadah tertutup selama 6-8 jam pada suhu ruangan (26ºC atau kurang). Jika lemari pendingin (4ºC atau kurang) tersedia, ASI dapat disimpan di bagian yang paling dingin selama 3-5 hari, di freezer satu pintu selama 2 minggu, di freezer dua pintu selama 3 bulan dan di dalam deep freezer (-18ºC atau kurang) selama 6 sampai 12 bulan.
  • Bila ASI perah tidak akan diberikan dalam waktu 72 jam, maka ASI harus dibekukan.
  • ASI beku dapat dicairkan di lemari pendingin, dapat bertahan 4 jam atau kurang untuk minum berikutnya, selanjutnya ASI dapat disimpan di lemari pendingin selama 24 jam tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
  • ASI beku dapat dicairkan di luar lemari pendingin pada udara terbuka yang cukup hangat atau di dalam wadah berisi air hangat, selanjutnya ASI dapat bertahan 4 jam atau sampai waktu minum berikutnya tetapi tidak dapat dibekukan lagi.
  • Jangan menggunakan microwave dan memasak ASI untuk mencairkan atau menghangatkan ASI.
  • Sebelum ASI diberikan kepada bayi, kocoklah ASI dengan perlahan untuk mencampur lemak yang telah mengapung.
  • ASI perah yang sudah diminum bayi sebaiknya diminum sampai selesai, kemudian sisanya dibuang.