Low Back Pain (Sakit Punggung Bawah atau Boyok)

dr. Hastomo Agung Wibowo, Sp.OT (Ortopedi Divisi Tulang Belakang) – Low Back Pain (LBP) sering disebut sebagai nyeri pinggang atau sakit punggung bawah atau saraf kejepit di lingkungan masyarakat awam. Penyakit ini merupakan kumpulan suatu gejala, dimana terdapat keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman yang dirasakan pada daerah punggung, terutama pada bagian bawah. Nyeri yang dirasakan berasal dari punggung bagian bawah yang dapat menjalar hingga lutut, kaki bahkan hingga ujung jari dan telapak kaki. Gejala lainnya yang dapat dirasakan seperti kesemutan atau perasaan seperti terbakar yang dirasakan terutama ketika pasien berjalan. Pasien juga dapat mengeluh nyeri punggung pada saat perpindahan posisi dari posisi duduk ke berdiri. Nyeri dapat dirasakan selama periode kurang dari 6 minggu, sedangkan jika keluhan dirasakan lebih dari 3 bulan disebut dengan LBP kronik. Gejala lainnya yang lebih berat dapat mengakibatkan kelemahan hingga kelumpuhan pada kaki, yang juga dapat disertai keluhan tidak bisa buang air kecil maupun besar.

Berdasarkan data di Amerika Serikat pada tahun 2018 angka kejadian penyakit ini mencapai 15-30% per tahunnya. Sekitar 80% pasien yang berusia lebih dari 60 tahun pernah mengalami LBP, sedangkan untuk usia lebih dari 40 tahun berkisar 40%. LBP juga dikatakan merupakan penyebab utama dari disabilitas seseorang dengan usia lebih dari 50 tahun. Selain itu, seseorang dengan pekerjaan yang posisi duduknya lebih dari 6 jam sehari maupun dengan aktifitas berat seperti mengangkat atau memindahkan beban berat yang dikerjakan secara terus menerus juga sangat berisiko terkena sindrom ini. Faktor risiko lainnya adalah obesitas, usia dan tingkat stres seseorang (psikosomatis).

Penyakit ini tersering disebabkan oleh kelainan pada 2 (dua) komponen yaitu sistem tulang belakang (diskus dan persendian) maupun jaringan lunak di sekitarnya (otot, ligamen, pembuluh darah dan saraf). Penyebab lainnya juga bisa didapatkan pada pasien dengan penyakit ginjal (batu), yang terkadang menyebabkan missdiagnosis.

Penanganan LBP secara umum berupa medikamentosa (obat-obatan) yang dikombinasi dengab non-medikamentosa. Pada penanganan non medikamentosa, dapat dilakukan dengan penggunaan alat support tulang punggung (korset), fisioterapi secara rutin, hingga melakukan olahraga untuk melatih otot tulang belakang (renang, sepeda). Pada pasien obestitas, sangat disarankan untuk melakukan pengurangan berat badan agar mengurangi beban kerja dari sistem tulang belakang.

Pada kondisi yang berat dan kronis, terkadang penanganan di atas tidak dapat memberikan hasil yang baik, sehingga perlu dilakukan tindakan baik secara minimal invasive (injeksi, bedah mikro) maupun tindakan pembedahan. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya hal tersebut jika pasien mulai merasakan keluhan seperti yang telah disampaikan di atas, supaya dapat segera memeriksakan ke dokter ahli sehingga dapat terdeteksi lebih awal dan memberikan hasil yang baik.