Tim Promkes RSST – Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia yang mutlak dan harus dipenuhi oleh semua orang. Setiap orang memerlukan tidur yang cukup untuk dapat melakukan kegiatan secara optimal di kemudian hari.

Tidur adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Setiap orang tidak dapat terlepas dari tidur dimana kondisi seseorang tergantung pada kualitas tidurnya. Sementara yang dimaksud dengan kualitas tidur adalah kemampuan individu untuk dapat tetap tidur tidak hanya mencapai jumlah atau lamanya tidur. Kualitas tidur menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh jumlah istirahat yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kualitas tidur yang buruk mengakibatkan kesehatan fisiologis dan psikologis menurun. Secara fisiologis, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan individu dan meningkatkan kelelahan atau mudah letih. Secara psikologis, rendahnya kualitas tidur dapat mengakibatkan ketidakstabilan emosional, kurang percaya diri, impulsif yang berlebihan dan kecerobohan.

Setiap tahun diperkirakan sekitar 20% sampai 50% orang dewasa melaporkan ada gangguan tidur dan sekitar 17% mengalami gangguan tidur yang serius. Prevalensi gangguan tidur setiap tahun cenderung meningkat, hal ini juga sesuai dengan peningkatan usia dan berbagai penyebabnya.

Kondisi tidur dapat memasuki suatu keadaan istirahat periodik dan pada saat itu kesadaran terhadap alam menjadi terhenti sehingga tubuh dapat beristirahat. Otak memiliki sejumlah fungsi struktur dan pusat-pusat tidur yang mengatur siklus tidur dan terjaga. Tubuh pada saat yang sama menghasilkan substansi yang ketika dilepaskan ke dalam aliran darah akan membuat mengantuk. Jika seseorang mengalami gangguan tidur dimana seseorang mengalami jeda dalam napas mereka atau kehilangan bernafas saat tidur yang mempengaruhi kadar oksigen darah atau gerakan anggota badan periodik maka akan dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

Kualitas tidur seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu kondisi lingkungan, fisik, aktivitas dan gaya hidup. Kebiasaan olahraga merupakan bentuk aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi tidur seseorang. Keletihan yang terjadi setelah melakukan aktivitas olahraga akan menimbulkan seseorang akan cepat tertidur. Hal ini juga disebabkan oleh siklus tidur tahap gelombang lambatnya diperpendek sehingga akan lebih cepat masuk fase kedalaman tidur atau mengalami tidur yang nyenyak. Sedangkan perilaku merokok juga dapat menyebabkan masalah tidur hal ini terkait nikotin yang terkandung dalam rokok yang merupakan stimulan otak. Di samping itu efek nikotin akan menyebabkan gangguan tidur pada malam hari saat akan tidur.

Obesitas salah satu faktor independen yang berkontribusi terhadap kualitas tidur yang buruk. Hal ini dibuktikan oleh Antczak, dkk (2008) yang menyatakan bahwa adanya pengaruh obesitas dengan kualitas tidur. Seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas maka akan menimbulkan gangguan pernapasan atau sleep apnea sehingga dapat mengakibatkan gangguan saat tidur.

Adanya pencahayaan lampu yang terlalu terang dapat menyebabkan seseorang menjadi sulit tidur. Karena cahaya lampu dapat mempengaruhi hormon melatonin. Hormon melatonin sangat penting untuk menjadikan tidur lebih nyenyak. Tubuh yang terpapar sinar dapat menekan produksi melatonin yang dibutuhkan oleh tubuh. Gelombang cahaya dapat masuk ke kelopak mata kemudian diterima oleh retina dan lensa mata sehingga akan merangsang aktivitas otak untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.

Menurut survei terbaru oleh National Sleep Foundation Amerika menyatakan banyak orang dewasa yang kini kurang tidur karena alat elektronik. Kebiasaan penggunaan gadget atau telepon genggam dapat menjadikan seseorang mengalami sulit untuk tertidur. Hal ini terkait dengan kenikmatan yang dijalani saat menggunakan alat teknologi seperti gadget yang dapat membuat si pengguna sibuk dengan gadget hingga lupa waktu.

Suhu kamar yang panas akan menimbulkan kegerahan yang dirasakan oleh seseorang sedangkan suhu dingin akan menimbulkan rasa kedinginan pada diri seseorang. Sehingga mengakibatkan rasa ketidaknyaman yang nantinya akan membuat kesulitan untuk tertidur bahkan mengganggu tidur. Sedangkan suasana gaduh di lingkungan sekitar yang bersumber dari suara radio atau televisi yang terlalu keras, keributan, suara kendaraan dan sebagainya dapat memberikan rangsangan terhadap indera pendengaran kemudian ditangkap oleh otak sehingga akan menimbulkan ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan membuat terjaga.

Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur antara lain :

  • Hindari konsumsi kopi, rokok, dan alkohol.

Kafein yang terdapat pada kopi atau teh dapat menyebabkan pola tidur terganggu. Rokok juga dapat menjadi stimulan bagi pusat syaraf manusia yang membuat susah tidur. Sebaiknya hindari rokok dan minuman beralkohol dua jam sebelum tidur.

  • Tetapkan waktu tidur yang teratur.

Tidur pada larut malam bukan berarti dapat bangun lebih siang karena jam tidur yang berantakan dapat mengganggu jam biologis individu. Kesulitan mengatur waktu tidur merupakan hal yang wajar semakin dibiasakan nantinya pasti dapat dijalani.

  • Sempatkan untuk berolahraga setiap hari.

Olahraga dapat membantu membuat tidur nyenyak di malam hari. Tetapi hindari berolahraga mendekati jam tidur karena akan menyulitkan tubuh untuk tertidur.

  • Tenangkan pikiran dan mental.

Usahakan untuk tidak memikirkan banyak pikiran ketika menjelang tidur. Siapkan diri untuk tidur dan bermimpi indah.

Kualitas tidur yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup individu. Tidak hanya itu, tidur yang berkualitas dapat memberi beberapa manfaat penting bagi tubuh yaitu :

  • Membuat tubuh lebih sehat.
  • Membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sehat.
  • Menjaga berat badan agar tidak obesitas.
  • Membuat kita aktif dan produktif sepanjang hari.
  • Menjaga agar selalu fokus saat melakukan pekerjaan.
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Mempertajam ingatan (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Website : http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-danpembuluh-darah/tips-agar-tidur-malam-lebih-baik.
  2. Sulistiyani Cicik. 2012. Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang, Mahasiswa Peminatan Epidemiologi dan Penyakit Tropik UNDIP. Jurnal Kesehatan Masyarakat FKM UNDIP. Volume 1 Nomor , Hal. 280 – 292.
  3. Website https://usd.ac.id/pusat/p2tkp/tidur-berkualitas-dan-kesehatan-psikologis/.