dr. Adika Mianoki, Sp.S – Stroke iskemik adalah jenis stroke yang banyak terjadi. Jenis stroke bisa disebabkan karena beberapa faktor. Trial of ORG 10172 in Acute Stroke Treatment (TOAST) membagi stroke iskemik berdasarkan mekanisme patofisiologi yang didapat dari pemeriksaan klinis dan penunjang seperti CT scan / MRI, ekokardiografi, dan pemeriksaan laboratorium. Klasifikasi TOAST terbagi dalam 5 kategori sebagai berikut :

  1. Aterosklerosis Arteri Besar

Aterosklerosis arteri besar meliputi intrakranial dan ekstrakranial. Aterosklerosis paling sering terjadi pada bifurkasio arteri karotis komunis menjadi arteri karotis eksterna dan interna. Selain itu bisa juga terjadi pada arkus aorta, arteti subclavia proksimal, arteri vertebralis, dan arteri serebri media.

Secara umum, aterosklerosis arteri besar bertanggungjawab pada 30% kejadian stroke iskemik. Pola aterosklerosis ini berbeda antarpopulasi. Aterosklerosis intrakranial lebih banyak dijumpai pada populasi Asia dan Afrika-Amerika. Bahkan, pada populasi Cina dan Jepang kejadiannya mencapai 50 % dari kasus stroke iskemik.

  1. Emboli Kardiogenik

Emboli kardiogenik menjadi penyebab 25-35% dari keseluruhan stroke iskemik. Sumber kardiomeboli yang sering dijumpai adalah fibrilasi, endokarditis infektif, penyakit katup jantung, infark miokard akut, kardiomiopati, tumor intrakardiak, dan stenosis mitral.

  1. Oklusi Pembuluh Darah Kecil

Penyebab terjadinya oklusi pembuluh darah kecil adalah perubahan lipohialonitik pada dinding pembuluh darah, yang juga merupakan efek sekunder hipertensi. Sebab lain adalah peningkatan pembentukan mikroateroma. Oklusi pembuluh darah kecil dikenal menyebabkan infark lakunar, sering terjadi di ganglia basalis, thalamus, kapsula interna, korona radiata, dan batang otak. Prevalensi infark lakunar sekitar 18% dari keseluruhan stroke iskemik.

  1. Stroke Karena Sebab yang Jarang

Penyebab stroke yang jarang meliputi vaskulopati non-aterosklerosis, gangguan hiperkoagulasi, gangguan hematologi, dan penyebab lain yang jarang. Pasien harus memiliki bukti adanya infark pada CT scan / MRI. Pemeriksaan darah atau arteriografi perlu dilakukan untuk untuk menyingkirkan kausa yang lain.

  1. Stroke Karena Patogenesis Lain yang Belum Diketahui

Pada kategori ini kausa stroke belum dapat ditegakkan dengan pasti, bahkan setelah pemeriksaan penunjang dilakukan. Termasuk dalam kategori ini adalah pasien yang memiliki dua atau lebih etiologi stroke sehingga klinisi belum dapat memastikan diagnosis akhir.

Lima jenis klasifikasi stroke iskemik di atas memerlukan tata laksana spesifik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Bagi masyarakat yang mengalami gejala stroke, harus sesegera mungkin ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Semakin cepat penanganan, hasilnya akan semakin baik dan akan mengurangi angka kecacatan dan juga angka kematian.

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Adam, R. 2014. Principles of Neurology, New York : Mc Graw Hill Book Company.
  2. Gofir, A. 2011. Manajemen Stroke. Pustaka Cendekia.