Tim Promkes RSST – Kejadian demam Thypoid (Typhoid Fever) diketahui lebih tinggi pada negara yang sedang berkembang di daerah tropis sehingga tak heran jika demam Thypoid banyak ditemukan di negara kita. Di Indonesia demam Thypoid masih merupakan penyakit endemik dan menjadi masalah kesehatan yang serius. Demam Thypoid merupakan penyakit menular dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan di negara sedang berkembang dan tropis seperti Asia Tenggara.

Di Indonesia insiden demam Thypoid diperkirakan sekitar 300-810 kasus per 100.000 penduduk per tahun, hal ini berhubungan dengan tingkat higienis individu, sanitasi lingkungan dan penyebaran kuman dari karier atau penderita Thypoid.

Demam Thypoid adalah penyakit infeksi yang bersifat mendadak / akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penyebaran penyakit Thypoid terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada iklim tetapi lebih banyak dijumpai di negara-negara sedang berkembang di daerah tropis, hal ini disebabkan karena penyediaan air bersih, sanitasi lingkungan dan kebersihan individu yang masih kurang baik. Oleh karena itu pencegahan penyakit demam Thypoid mencakup sanitasi dasar dan kebersihan pribadi, yang meliputi pengolahan air bersih, penyaluran air dan pengendalian limbah, penyediaan fasilitas cuci tangan, pembangunan dan pemakaian WC, merebus air untuk keperluan minum dan pengawasan terhadap penyedia makanan.

Tanda dan gejala demam Thypoid antara lain :

  1. Demam satu minggu atau lebih

Demam muncul di sore hari, meningkat dan menetap hingga malam hari dan menurun di pagi hari. Demam dapat mencapai 39 – 40ºC.

  1. Gangguan saluran pencernaan

Gejala yang muncul menyerupai mual, muntah, diare dan sembelit.

  1. Gangguan kesadaran

Demam yang sangat tinggi dapat mengakibatkan nyeri kepala dan penurunan kesadaran.

Bagaimana penularan demam Thypoid terjadi? Penularan Typhoid Fever  ada 5 F yaitu food (makanan), finger (jari), fomitus (muntah), fly (lalat), feses. Penularan penyakit Typhoid Fever dapat melalui air dan makanan yang terinfeksi Salmonella typhi. Kuman Salmonella dapat bertahan lama dalam makanan. Dengan adanya penularan tersebut dapat dipastikan higyene makanan dan higyene personal sangat berperan dalam masuknya bakteri ke dalam makanan.

Lalu bagaimana pencegahan Typhoid Fever? dapat dilakukan dengan :

  1. Cuci tangan sebelum makan, sesudah BAB, sebelum memegang bayi, sesudah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan.
  2. Minumlah air yang matang.
  3. Mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan dengan air mengalir.
  4. Hindari mengkonsumsi makanan yang telah disimpan lama.
  5. Tutup makanan sebelum disantap. (Tn)

 

 

 

 

 

Referensi :

  1. Cita Yatnita Parama. 2011. Bakteri Salmonella Typhi dan Demam Tifoid. Stikes Istara Nusantara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Volume 6 Nomer 1. Hlm 42-43. Website http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/87.
  2. Ulfa Farissa, Oktia Woro Kasmini Handayani. 2018. Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pagiyanten. Epidemiologi dan Biostatistik Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Higeia Journal of Public Health Research and Development. Hlm 227-229. Website https://journal.unnes.ac.id.