PKRS RSST – Dalam keadaan Pandemi COVID-19 seperti saat ini, kehati-hatian dalam menjalankan aktifitas seperti biasanya dirasakan sangat perlu dilakukan. Seperti halnya aktivitas yang biasanya dilaksanakan oleh seorang ibu yang bekerja di luar rumah.

Menjadi seorang ibu yang bekerja di luar rumah, secara alamiah akan tersita waktunya untuk pekerjaan yang dilakukannya. Aktifitas ibu yang bekerja di luar rumah, secara kuantitatif dapat mempengaruhi penurunan frekuensi terhadap interaksi antara seorang ibu dengan anaknya, walaupun ini belum tentu menurunkan perhatian seorang ibu terhadap anaknya. Ibu-ibu bekerja atau ibu karir adalah suatu bagian dari kehidupan modern. Hal itu bukan suatu aspek kehidupan yang menyimpang dari kebiasaan, tetapi suatu tanggapan terhadap perubahan sistem sosial, yaitu sesuatu yang untuk dapat memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh keluarga sebelumnya, yaitu idealnya seorang ibu yang waktunya diperuntukkan dan menjadi pekerja rumah tangga. Hal itu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang tua, tetapi juga dengan banyak cara hal itu dapat menjadi pola yang lebih baik yang cocok untuk mensosialisasikan anak-anak akan peran-peran yang akan mereka laksanakan nantinya, saat anak tidak sedang bersama dengan ibu.

Ibu yang bekerja di luar rumah tentunya akan mencari alternatif untuk mencari tempat penitipan anaknya ketika bekerja.

Misal kondisinya tidak pandemi mungkin orang tua tidak akan begitu khawatir… Nah bagaimana kiat menitipkan anak di daycare saat pandemi COVID-19?

Dalam melakukan aktifitas normal seperti aktifitas menitipkan anak di daycare saat pandemi COVID-19 memerlukan ekstra kehati-hatian yang lebih, terutama dengan adanya peningkatkan angka kasus COVID-19 yang saat ini masih tinggi angka penularannya.

Meskipun beberapa saat yang lalu pemerintah telah menyampaikan akan adanya program vaksinasi akan dilakukan secara bertahap, untuk masyarakat sebagai antisipasi pencegahan penularan COVID-19. Meskipun demikian dengan memahami pentingnya vaksinasi COVID-19, maka masyarakat juga dapat ambil bagian dalam upaya melindungi diri sendiri dan juga negaranya. Terkait dengan hal tersebut, berkaitan juga dengan kelangsungan masyarakat dalam menjalankan aktifitas dalam kesehariannya bagi masyarakat yang mempunyai mobilitas yang tinggi, pemilihan daycare sebagai alternatif dalam menopang kesibukannya menjadi suatu hal yang sangat penting dan memilih daycare untuk menitipkan anak di tengah pandemi COVID-19 memang perlu ketelitian ekstra. Pasalnya, jika daycare yang dipilih tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik, tempat tersebut bisa menjadi sarana penularan Virus Corona.

Oleh karenanya mari kita ikuti kiat memilih daycare saat pandemi. Selama Work From Home (WFH), kita bisa melakukan pekerjaan kantor sembari mengurus dan menjaga anak. Akan tetapi, meski pandemi COVID-19 belum juga usai, beberapa perusahan dan pemilik usaha kini sudah mulai mengizinkan para pekerjanya untuk kembali bekerja di kantor.

Jika kita masih belum mendapatkan pengasuh untuk menjaga si kecil tapi sudah harus kembali bekerja di kantor, menitipkan anak di daycare bisa menjadi pertimbangan. Selain ada yang menjaganya, anak juga bisa mendapatkan waktu bermain dan pendidikan yang baik.

Tips Menitipkan Anak di Daycare Selama Pandemi COVID-19

Dalam memilih daycare di masa pandemi ini, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Selain harus memiliki izin resmi dan reputasi yang baik, daycare yang kita pilih juga harus menerapkan protokol kesehatan.

Berikut ini adalah kriteria daycare yang ideal selama pandemi COVID-19 :

  1. Melakukan desinfeksi dengan rutin.

Pastikan daycare yang kita pilih melakukan desinfeksi dengan rutin. Setiap harinya, seluruh ruangan serta mainan anak harus didesinfeksi untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus yang mungkin menempel di permukaannya.

Selain itu, pilihlah daycare yang nyaman, bersih, serta memiliki fasilitas kebersihan yang memadai. Misalnya, daycare menyediakan banyak tempat cuci tangan atau botol hand sanitizer. Daycare juga sebaiknya dilengkapi dengan ventilasi yang cukup agar sirkulasi udara di ruangan berjalan baik.

  1. Melakukan pengecekan kesehatan untuk staf dan anak-anak.

Salah satu gejala yang menandakan seseorang terjangkit COVID-19 adalah demam. Jadi, daycare perlu melakukan pengecekan suhu tubuh secara berkala untuk staf dan anak-anak sebelum memasuki area daycare. Hal ini untuk memastikan bahwa staf dan anak-anak dalam keadaan sehat.

Pilihlah daycare yang para stafnya berstatus negatif COVID-19 lewat tes yang cukup akurat, misalnya rapid test antigen atau swab PCR. Selain itu, kita juga bisa mempertimbangkan untuk memilih daycare yang mewajibkan anak-anaknya melakukan pemeriksaan COVID-19 sebelum dititipkan di daycare.

  1. Mewajibkan staf daycare selalu memakai masker.

Masker merupakan atribut yang wajib dikenakan saat berada di luar rumah atau saat berinteraksi dengan orang lain. Kita harus memastikan bahwa para staf daycare menggunakan masker selama mendampingi anak beraktivitas. Di samping itu, para staf juga harus memastikan bahwa anak-anak selalu memakai masker, sering mencuci tangan, dan menerapkan physical distancing dengan anak lainnya.

  1. Membatasi orang yang masuk ke dalam area daycare.

Pilih daycare yang dengan tegas melarang orang lain, bahkan orang tua atau pengantar, masuk ke area daycare. Untuk antar jemput, daycare harus menyediakan tempat khusus untuk mengantar dan menjemput anak.

Jika anak membutuhkan konsultan atau terapis, pilih daycare yang menyediakan konsultasi secara virtual dengan fasilitas yang memadai, sesuai kebutuhan anak. Hal ini untuk mengurangi kontak fisik anak dengan orang lain.

  1. Memiliki kebijakan jika anak atau staf sakit.

Sebaiknya tanyakan dengan detail bagaimana kesiapan daycare jika tiba-tiba ada anak atau staf yang sakit. Selain itu, tanyakan juga apakah daycare tersebut memiliki ruang isolasi dan kontak langsung dengan tenaga medis untuk berkonsultasi jika sewaktu-waktu ada kondisi yang mendesak.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita akan mengetahui sejauh mana daycare tersebut menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Selain itu, kita juga akan lebih merasa aman dan tidak was-was menitipkan anak di daycare.

Jika anak memiliki kondisi medis tertentu, ada baiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menitipkannya di daycare. Dokter akan memberikan anjuran tentang hal-hal khusus yang perlu diperhatikan terkait kesehatan dan keamanan anak. (Dn&Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
  2. Diantifani Rizkita. 2017. Pengaruh Standar Kualitas Taman Penitian Anak (TPA) Terhadap Motivasi dan Kepuasaan Orangtua (Pengguna) Untuk Memilih Pelayanan TPA yang Tepat. Universitas Pendidikan Indonesia. Jurnal Pendidikan.