Kesulitan Menelan

Dr. dr. Budi Santoso, M.Sc, Sp.THT-KL – Kesulitan menelan adalah kesulitan penyaluran makanan, minuman, maupun ludah dari mulut ke saluran pencernaan di bawahnya seperti esofagus dan lambung. Hal ini bisa membutuhkan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras, bahkan ada yang tidak bisa sama sekali untuk menelan.

Proses menelan ada tiga tahap :

  • Oral / Mulut
  • Faringeal / Tenggorok
  • Esofageal / saluran dari mulut ke lambung

Gejala / keluhan :

  • Kesulitan menelan dari ringan, sedang dan berat.
  • Nyeri saat menelan / minum / menelan ludah.
  • Merasa makanan tersangkut di tenggorok.
  • Tersedak : makanan / minumah ada yang masuk ke saluran nafas.
  • Makanan yang sudah masuk, keluar kembali.
  • Makanan harus kecil, lunak atau berair banyak.

Penyakit penyebab kesulitan menelan :

  • Stroke
  • Radioterapi
  • Kanker mulut, esofagus
  • Pasca polio
  • Penyakit Parkinson
  • Pasca kecelakaan
  • Benda asing di saluran pencernaan
  • Usia lanjut

Penegakan Diagnosis :

  • Anamnesis : menanyakan keluhan pasien sebelum dan selama sakit.
  • Pemeriksaan fisik : mulut, tenggorok, kaca cermin untuk melihat adanya kelainan tenggorok bagian bawah.
  • Pemeriksaan penunjang :
  • Rontgen : Fluoroskopi, untuk melihat keadaan saluran cerna, apakah normal atau ada sumbatan.
  • Pencitraaan : CT Scan, MRI atau PET Scan.
  • Manometri : melihat kerja esofagus dalam menyalurkan makanan / minuman dari tenggorok ke lambung.

Terapi

  • Mencari penyebab kesulitan menelan, lalu diobati penyebabnya.
  • Modifikasi diet makan / minum.
  • Terapi menelan (rehabilitasi medik).
  • Selang makan
  • Obat-obatan : mengurangi asam lambung, suntik boto, obat pelemas otot saluran cerna, operasi : melebarkan saluran cerna.
  • Perubahan gaya hidup : hindari alkohol, rokok, kopi, dan makanan pedas.

Komplikasi

  • Malnutrisi : kekurangan asupan gizi.
  • Dehidrasi : kekurangan cairan.
  • Penurunan berat bedan : karena kekurangan asupan gizi, berat badan akan turun.
  • Infeksi saluran nafas atas : akibat makanan / cairan menumpuk di saluran makanan atas bisa menyebabkan infeksi saluran nafas atas, karena lokasinya berdekatan.
  • Aspirasi : makanan atau minuman masuk ke saluran nafas, bisa berakibat sesak bahkan kematian kalau aspirasinya banyak dan menyumbat sakuran nafas.

Pelayanan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro kasus kesulitan menelan :

  • Endoskopi fungsi menelan dari mulut sampai saluran cerna (FEES).
  • Foto Rontgen fluoroskopi
  • CT Scan

Mengapa Melakukan Endoskopi THT?

Pemeriksaan Endoskopi digunakan unuk penegakan diagnosis adanya kelainan di Hidung, Tenggorok, Laring.

Kapan Harus Melakukan Endoskopi THT?

Pemeriksaan Endoskopi dilakukan bila dicurigai adanya kelainan di Hidung Tenggorok dan Laring.

Bagaimana Melakukan Prosedur Endoskopi THT ?

Pemeriksaan endoskopi dilakukan dengan cara memasukkan kamera berbentuk kabel ke dalam hidung, orofaring dan laring dan akan terlihat dalam layar monitor, sehingga akan terlihat kelainan yang ada.