Tim Promkes RSST – Kesulitan Buang Air Kecil (BAK) adalah kesulitan penyaluran air kencing keluar dari tubuh melalui saluran uretra dan lubang kencing di batang penis. Hal ini bisa membutuhkan waktu yang lebih lama dan usaha yang lebih keras dengan mengejan, bahkan ada yang tidak bisa sama sekali untuk buang air kecil.

Proses pengeluaran air kencing 2 (dua) tahap :

  • Dari ginjal ke kandung kemih
  • Dari kandung kemih ke lubang kencing

Kesulitan buang air kecil bisa ringan, sedang atau berat dengan gejala :

  • Urine sulit keluar di awal buang air kecil
  • Perlu mengejan saat buang air kecil
  • Aliran urine lemah atau tersendat-sendat
  • Urine menetes di akhir buang air kecil
  • Buang air kecil terasa tidak tuntas
  • Buang air kecil di malam hari menjadi lebih sering
  • Beser atau inkontinensia urine
  • Terasa sakit jika buang air kecil
  • Tidak bisa keluar air kecil sama sekali

Kesulitan buang air saat kencing bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti :

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK paling sering disebabkan oleh masuknya bakteri ke saluran kemih melalui uretra. Infeksi bisa terjadi di tiap bagian saluran kemih, termasuk ginjal, ureter (saluran kemih dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih atau uretra.

  • Uropati Obstruktif

Kondisi ini menyebabkan urine tidak dapat mengalir melalui ureter karena terhalang. Seharusnya urine mengalir dari ginjal ke kandung kemih, sebaliknya urine mengalir mundur atau kembali ke ginjal.

  • Batu ginjal

Penyakit batu ginjal paling mungkin terjadi pada manusia antara usia 20-40 tahun. Faktor risiko terbesar munculnya batu ginjal dalam tubuh adalah karena kurangnya berkemih sebanyak satu liter per hari.

  • Batu kandung kemih
  • BPH (Benigna Prostat Hyperplasia)
  • Kanker prostat

Kapan harus ke dokter?

Segeralah periksakan diri ke dokter bila mengalami kesulitan / gangguan saat buang air kecil, terutama jika disertai dengan :

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urine (hematuria)
  • Urine tidak keluar sama sekali

Perawatan Mandiri            

Bila gejala yang dirasakan tergolong ringan, pasien bisa melakukan penanganan secara mandiri untuk meredakan gejala, yaitu dengan :

  • Minum air putih yang cukup.
  • Menghindari minum apapun satu atau dua jam sebelum tidur.
  • Membatasi asupan minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
  • Membatasi konsumsi obat pilek yang mengandung dekongestan dan antihistamin.
  • Tidak menahan atau menunda buang air kecil.
  • Membuat jadwal untuk buang air kecil, misalnya tiap 4 atau 6 jam.
  • Menjaga berat badan ideal, dengan menjalani pola makan yang sehat.
  • Berolahraga secara teratur dan rutin melakukan senam kegel.
  • Mengelola stres dengan baik. (Pt)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Asep Nugraha Kusdiana. 2015. Asuhan Keperawatan Pada Pasien BPH.
  2. dr. Patricia Lukas Guntoro. 2020. Sering Buang Air Kecil.
  3. Sulung Lahitani. 2020. Waspada Jika Anda Tidak Cukup Buang Air Kecil.
  4. Syaifudin. 2006. Anatomi dan Fisiologis Saluran Kencing.