Daya Dwidana, S.Kep.Ns – Healthies… mari kita kenali apa itu hiperkolesterol. Kolesterol adalah salah satu senyawa lemak menyerupai lilin yang ada di dalam tubuh, diproduksi oleh hati, dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan.

Nilai normal kolesterol adalah < 200 mg/dl.

Fungsi kolesterol dalam tubuh adalah :

  1. Memproduksi dan memperbarui dinding sel yang rusak,
  2. Melindungi jaringan saraf,
  3. Menghasilkan hormon,
  4. Memproduksi vitamin D, dan
  5. Menghasilkan enzim empedu yang berfungsi mencerna lemak.

Tipe kolesterol antara lain :

  1. Tipe yang baik (HDL / High Density Lipid).

Fungsi HDL mengangkut kembali lemak dari sel-sel ke hati dan menyerap dan menghancurkan kolesterol jahat dari organ hati melalui buang air.

  1. Tipe yang jahat (LDL / Low Density Lipid) nilai normal 100-129 mg/dl.

Fungsi LDL mengangkut lemak dari hati ke sel-sel yang membutuhkan.

Hiperkolesterolemia

Adalah suatu kondisi kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, > 200 mg/dl. (Kusuma dalam Nilawati 2018)

Tanda dan gejala hiperkolesterolemia :

  1. Pusing di kepala belakang tengkuk sampai pundak,
  2. Pundak pegal,
  3. Mudah merasa ngantuk,
  4. Kesemutan pada kaki dan tangan,
  5. Mudah lelah, dan
  6. Dada terasa nyeri seperti tertusuk.

Penyebab dari  hiperkolesterol adalah :

  1. Pola makan
  2. Merokok
  3. Berat badan berlebih (obesitas)
  4. Kurang olah raga
  5. Gangguan metabolisme
  6. Keturunan
  7. Stres emosional

Resiko dari hiperkolesterol adalah :

  1. Tekanan darah tinggi,
  2. Meningkatkan risiko serangan jantung,
  3. Meningkatkan risiko stroke,
  4. Diabetes Mellitus, dan
  5. Penyempitan arteri (arterosklerosis).

Bahaya dari hiperkolesterol :

Bahaya utama dari kolesterol darah yang tinggi adalah terbentuknya plak yang memperkecil diameter pembuluh darah yang menyebabkan terhambatnya suplai oksigen untuk jaringan tubuh.

Cara mencegah hiperkolesterolemia :

  1. Banyak makan sayur dan buah tinggi serat,
  2. Tidak merokok,
  3. Olah raga yang cukup,
  4. Obat-obatan, dan
  5. Menghindari makanan terlalu banyak lemak jenuh, seperti : mentega, jeroan kambing dan sapi, fast food, dan kuning telur.
  6. Melakukan pengecekan kolesterol rutin.

Menurunkan kadar kolesterol 10% dapat menurunkan risiko serangan jantung sampai lebih dari 50%.