dr. Kanina Sista, Sp.F, M.Sc – Dalam pengembangan sistem kesehatan, hak pasien memainkan peranan penting. Awalnya hak pasien didasarkan pada hak asasi manusia seperti integritas dan penentuan nasibnya sendiri, dimana mempunyai peran penting dalam konteks perawatan kesehatan dan sangat relevan dalam konteks hubungan antara pasien dan tenaga kesehatan. Sekarang, konsep hak pasien secara bertahap berkembang dari hak individu pasien kemudian memasukkan hak sosial pasien yang mencakup hak akses dan hak khusus lain.

Berdasarkan Peraturan Menteri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, rumah sakit memiliki kewajiban untuk menghormati dan melindungi hak pasien dengan cara memberlakukan peraturan dan standar rumah sakit, melakukan pelayanan yang berorientasi pada hak dan kepentingan pasien, serta melakukan monitoring dan evaluasi penerapannya.

Menurut Abedi et al, pasien harus ikut berperan aktif dalam perawatan kesehatan, bukan hanya menjadi penerima layanan yang pasif sehingga dapat terselenggara pelayanan kesehatan yang terbaik bagi pasien dan keluarga. Hal ini membutuhkan peningkatan kesadaran baik oleh pasien dan tenaga kesehatan sehingga dapat terjadi kerjasama yang baik antara kedua pihak. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, maka pasien / keluarga dan tenaga kesehatan wajib mengetahui hak dan kewajiban pasien.

Hak Pasien

Rumah sakit berkewajiban untuk berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan menghormati dan melindungi hak pasien. Hak pasien adalah sebagai berikut :

  1. Memperoleh informasi yang benar tentang pelayanan rumah sakit termasuk tata tertib, peraturan yang berlaku serta hak dan kewajiban pasien.
  2. Memperoleh layanan kesehatan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa diskriminasi; bermutu serta ekfektif dan efisien.
  3. Memperoleh informasi terkait kesehatannya, termasuk diagnosis, tata cara tindakan, tujuan tindakan, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi, prognosis dan perkiraan biaya.
  4. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginan dan peraturan yang berlaku.
  5. Memberikan persetujuan atau menolak suatu tindakan kedokteran.
  6. Memperoleh second opinion atau konsultasi tentang penyakit kepada dokter lain.
  7. Memperoleh keamanan dan keselamatan selama perawatan di rumah sakit.
  8. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data medisnya.
  9. Mendapatkan pendampingan dalam keadaan kritis.
  10. Dapat menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan serta menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  11. Mengajukan pengaduan, mengeluhkan usul, saran, perbaikan, menggugat dan atau menuntut rumah sakit apabila rumah sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar.

Kewajiban Pasien

Terkadang peraturan di setiap rumah sakit dapat berbeda, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu,namun secara umum, dalam menerima pelayanan dari rumah sakit, pasien mempunyai kewajiban :

  1. Mematuhi peraturan yang berlaku di rumah sakit.
  2. Menggunakan fasilitas rumah sakit secara bertanggung jawab.
  3. Menghormati hak pasien lain, pengunjung dan hak tenaga kesehatan serta petugas lainnya yang bekerja di rumah sakit.
  4. Memberikan informasi yang jujur, lengkap dan akurat, sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah kesehatannya.
  5. Memberikan informasi mengenai kemampuan finansial dan jaminan kesehatan yang dimilikinya.
  6. Mematuhi rencana terapi yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit dan disetujui oleh pasien yang bersangkutan.
  7. Menerima segala konsekuensi atas keputusan pribadinya jika menolak rencana terapi yang direkomendasikan.
  8. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Apabila pasien dan atau keluarga merasa bingung atau tidak memahaminya, sangat direkomendasikan untuk bertanya pada penyedia layanan kesehatan sehingga mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya.

Rumah sakit memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan hak dan kewajiban pasien, hal ini dapat dilakukan secara masif dengan publikasi dan distribusi menggunakan brosur, poster, banner dan lain sebagainya baik secara langsung maupun menggunakan sosial media.

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. Gafurova, N., Babaev, J. 2020. Review Protecting The Rights of The Patient As a Consumer of Health Services : International Standards and National Legislation. Journal of critical reviews, 7 (I), 192-199. http://dx.doi.org/10.31838/jcr.07.01.33.
  2. Peraturan Menteri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien.
  3. Abedi, G., Shojaee, J., Moosazadeh, M., Rostami, F., Nadi, A., Abedini, E., Palenik, C. J., & Askarian, M. 2017. Awareness and Observance of Patient Rights from the Perspective of Iranian Patients : a Systematic Review and Meta-Analysis. Iranian journal of medical sciences, 42(3), 227-234.