dr. Puspito Dewi, Sp.PD – Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day) diperingati setiap tanggal 14 November. Tema Hari Diabetes Sedunia  (HDS) 14 November 2021 adalah Access to Diabetes Care (Akses Perawatan Diabetes). Diabetes merupakan penyakit metabolik yang menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Diebetes Mellitus (DM) adalah “IBU” nya berbagai macam penyakit). Disebut juga sebagai ‘Silent Killer’ jika gejalanya terabaikan dan pada kenyataannya ditemukan sudah terjadi komplikasi.

Diabetes berasal dari Bahasa Yunani yang berarti mengalirkan atau mengalihkan. Mellitus berasal dari bahasa Latin yang berarti manis atau madu. Diabetes Mellitus dapat diartikan individu yang mengalirkan volume urine yang banyak dengan kadar glukosa tinggi.

Faktor Risiko DM :

  1. Kegemukan
  2. (Berat badan lebih / IMT > 23 kg/m2) dan Lingkar Perut (Pria > 90 cm dan Perempuan > 80cm)
  3. Kurang aktivitas fisik
  4. Dislipidemia (Kolesterol HDL ≤ 35 mg/dl, trigliserida ≥250 mg/dl)
  5. Riwayat penyakit jantung
  6. Hipertensi / tekanan darah tinggi  (> 140/90 mmHg)
  7. Diet tidak seimbang (tinggi gula, garam, lemak dan rendah serat)
  8. Usia > 45 tahun
  9. Riwayat DM pada keluarga
  10. Wanita dengan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Gejala Penyakit DM

  1. Keluhan klasik : sering kencing, sering merasa haus, sering merasa lapar dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
  2. Keluhan lain : lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta gatal-gatal pada kemaluan  wanita.

Meningkatnya frekuensi buang air kecil. Karena sel-sel di tubuh tidak dapat menyerap glukosa, ginjal mencoba mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin. Akibatnya, penderita jadi lebih sering kencing daripada orang normal dan mengeluarkan lebih dari 5 liter air kencing sehari. Ini berlanjut bahkan di malam hari. Penderita terbangun beberapa kali untuk buang air kecil. Itu pertanda ginjal berusaha singkirkan semua glukosa ekstra dalam darah.

Rasa haus berlebihan. Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil, penderita merasa haus dan butuhkan banyak air. Rasa haus yang berlebihan berarti tubuh Anda mencoba mengisi kembali cairan yang hilang itu. Sering ‘pipis‘ dan rasa haus berlebihan merupakan beberapa “cara tubuh  untuk mencoba mengelola gula darah tinggi”.

Penurunan berat badan. Kadar gula darah terlalu tinggi juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Karena hormon insulin tidak mendapatkan glukosa untuk sel, yang digunakan sebagai energi, tubuh memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.

Kelaparan. Rasa lapar yang berlebihan, merupakan tanda diabetes lainnya. Ketika kadar gula darah merosot, tubuh mengira belum diberi makan dan lebih menginginkan glukosa yang dibutuhkan sel.

Kulit jadi bermasalah. Kulit gatal, mungkin akibat kulit kering seringkali bisa menjadi tanda peringatan diabetes, seperti juga kondisi kulit lainnya, misalnya kulit jadi gelap di sekitar daerah leher atau ketiak.

Penyembuhan lambat Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan cepat merupakan tanda diabetes lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena pembuluh darah mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang mengelilingi pembuluh darah dan arteri. Diabetes mengurangi efisiensi sel progenitor endotel atau EPC, yang melakukan perjalanan ke lokasi cedera dan membantu pembuluh darah sembuhkan luka.

Infeksi jamur “Diabetes dianggap sebagai keadaan imunosupresi”. Hal itu berarti meningkatkan kerentanan terhadap berbagai infeksi, meskipun yang paling umum adalah candida dan infeksi jamur lainnya. Jamur dan bakteri tumbuh subur di lingkungan yang kaya akan gula.

Iritasi genital. Kandungan glukosa yang tinggi dalam urin membuat daerah genital jadi seperti sariawan dan akibatnya menyebabkan pembengkakan dan gatal.

Keletihan dan mudah tersinggung. Ketika orang memiliki kadar gula darah tinggi, tergantung berapa lama sudah merasakannya, mereka kerap merasa tak enak badan. Bangun untuk pergi ke kamar mandi beberapa kali di malam hari membuat orang lelah. Akibatnya, bila lelah orang cenderung mudah tersinggung.

Pandangan yang kabur. Penglihatan kabur atau sesekali melihat kilatan cahaya merupakan akibat langsung kadar gula darah tinggi. Membiarkan gula darah Anda tidak terkendali dalam waktu lama bisa menyebabkan kerusakan permanen, bahkan mungkin kebutaan. Pembuluh darah di retina menjadi lemah setelah bertahun-tahun mengalami hiperglikemia dan mikro-aneurisma, yang melepaskan protein berlemak yang disebut eksudat.

Kesemutan atau mati rasa. Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak, adalah tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Masih seperti penglihatan, jika kadar gula darah dibiarkan merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi permanen.

Bagaimana menegakkan diagnosis DM pada seseorang?

Diagnosis DM ditegakkan atas dasar pemeriksaan kadar glukosa/gula darah. Pemeriksaan glukosa darah yang dianjurkan adalah pemeriksaan glukosa secara enzimatik dengan bahan plasma darah vena.

Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥ 126 mg/dL. Puasa adalah kondisi tidak ada asupan kalori minimal 8 jam. (B)

Atau

Pemeriksaan glukosa plasma ≥ 200 mg/dL 2-jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) dengan beban glukosa 75 gram. (B)

Atau

Pemeriksaan glukosa plasma sewaktu ≥ 200 mg/Dl dengan keluhan klasik.

Atau

Pemeriksaan HbA1c ≥ 6,5% dengan menggunakan metode yang terstandarisasi oleh National Glycohaemoglobin Standarization Program (NGSP). (B)

Apa saja komplikasinya?

  1. Makroangiopati / makrovaskuler (menyerang pembuluh darah besar) : retinopati, nefropati, neuropati.
  2. Mikroangiopati / mikrovaskuler (menyerang pembuluh darah kecil) : serangan jantung, stroke, gangguan aliran darah  (pada kaki).
  3. Akut
  4. Kronik

Bagaimana penatalaksanaanya?

  1. Edukasi
  2. Latihan fisik
  3. Terapi nutrisi medis / diet penderita DM
  4. Obat anti diabetes
  5. Pemeriksaan gula darah secara teratur