Posted by Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran at November 24, 2022 11:47 am Informasi Kesehatan

Klaten, Senin 21 November 2022, Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) menyelenggarakan siaran kesehatan dengan tema “Kenali Apa Itu Gangguan Menelan?”. Narasumber Dr. dr. Budi Santoso, M.Sc, Sp. THT-KL Acara diselenggarakan di ruang radio sentral RSST.

Disfagia adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi susah menelan. Butuh waktu dan usaha lebih untuk menggerakkan makanan atau cairan dari mulut menuju lambung. Semua umur bisa terkena gangguan menelan. Tetapi risiko lebih tinggi pada: lansia, bayi, dan orang yang memiliki gangguan pada otak atau sistem saraf, tumor, dll.

Penyebab

Disfagia dapat disebabkan oleh :

  1. Sumbatan di tenggorokan, seperti makanan yang terperangkap,
  2. Tenggorokan yang bengkak
  3. Kondisi penyakit yang memicu peradangan pada tenggorokan
  4. Pembengkakan lidah
  5. Pembengkakan amandel
  6. Penyakit karena aliran balik asam lambung atau refluks esophagus

Pembagian berdasar tempat gangguan menelan

  1. Mulut: tumor, gangguan saraf
  2. Tenggorok: Gangguan saraf, tumor
  3. Esofagus/ Saluran makanan dalam dada: Esofagus menyempit, sumbatan Esofagus, tumor Esofagus

Faktor risiko

  • Penuaan, akibat penuaan alami, kerongkongan yang sudah tua dan risiko terhadap beberapa kondisi tertentu seperti Stroke atau penyakit Parkinson, lansia berisiko lebih tinggi mengalami kesulitan menelan.
  • Kondisi kesehatan tertentu. Orang-orang dengan gangguan Neurologis atau sistem saraf lebih mudah mengalami kesulitan menelan

Gejala

  • Nyeri saat menelan
  • Tidak mampu untuk menelan
  • Makanan terasa tersangkut di dalam tenggorokan atau di belakang pertengahan tulang dada
  • Terdapat air liur yang mengalir keluar
  • Suara serak
  • Mengalami sensasi hangat dan terbakar yang tidak nyaman di dada (Heartburn)
  • Makanan atau asam lambung mengalir kembali ke tenggorokan
  • Penurunan berat badan yang tidak diharapkan
  • Batuk-batuk atau tersedak saat menelan
  • Memotong makanan menjadi kecil-kecil atau menghindari makanan tertentu karena kesulitan menelan

Diagnosis kesulitan menelan

a) Pemeriksaan fisik: mulut, tenggorok

b) Pemeriksaan menelan: FEES

c) Pemeriksaan Endoskopi: Esofagus

d) Pemeriksaan rontgen: mulut sampai lambung

Pengobatan

Pengobatan tergantung dari penyebab dan lokasi :

Perawatan sendiri

1. Mengganti makanan yang anda konsumsi. Dokter dapat meminta anda untuk mengonsumsi

     makanan dan cairan tertentu untuk mempermudah menelan.

2. Beberapa olahraga bisa membantu anda mengkoordinasi otot menelan dan menstimulasi ulang saraf yang memicu refleks menelan anda.

3. Anda juga perlu belajar teknik menelan. anda mungkin akan belajar menempatkan makanan di dalam mulut anda untuk menyiapkan posisi tubuh dan kepala untuk menelan

Bantuan medis

  1. NGT / selang makanan dari hidung ke lambung
  2. Obat – obatan
  3. Operasi

Pencegahan

  • Mengubah cara makan, cobalah makan dalam porsi kecil tetapi sering. Potong makanan menjadi kecil- kecil dan makan dengan lebih perlahan.
  • Mencoba makanan dengan berbagai tekstur. Hal ini untuk melihat makanan apa yang menyebabkan kesulitan menelan. Pada sebagian orang, minuman seperti kopi dan jus dapat menjadi masalah. Makanan kental atau lengket seperti krim kacang atau karamel juga dapat sulit ditelan.
  • Hindari alkohol, rokok, dan Kafein. Ketiga hal ini dapat memperparah Heartburn. Jika gangguan menelan terjadi menahun maka anda harus langsung berkonsultasi kepada dokter. Selain itu, deteksi dini dan penanganan segera dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan menelan yang berhubungan dengan penyempitan tenggorokan.

Daftar Pustaka

  • Iqbal Muhammad, dkk. 2014. Evaluasi Proses Menelan Disfagia Orofaring Dengan Fiberoptic Endoscopic Examination Of Swallowing (FEES). Bagian Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala-Leher Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. ORLI Volume 44 Nomer 2.
  • Atqa Izzah. 2019. Kualitas Hidup Pasien Disfagia Di KSM THT-KL RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya