Tim Promkes RSST – Kelola stres menjadi bagian dari upaya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). CERDIK…

Penyebab stres banyak sekali. Tekanan pekerjaan hingga keadaan / masalah keluarga seringkali membuat orang menjadi stres saat menghadapi  dan  menyelesaikan  masalah  tersebut.

Stres dalam hidup sehari-hari dapat memberikan rasa kurang / tidak nyaman bahkan mampu  membahayakan kesehatan, tetapi dapat pula justru memberikan rasa nyaman. Sebagai elemen yang memberikan rasa nyaman ia dapat dimanfaatkan, dapat dinikmati, selain sebagai pemberi rasa tersebut, juga sebagai pendorong untuk maju dalam kehidupan.

Sebagai faktor yang memberi rasa kurang / tidak nyaman, stres akan menimbulkan banyak keluhan, dalam keadaan akut dalam bentuk kegelisahan, dalam bentuk kronis, gangguan fisik maupun mental, kebosanan, kelelahan dan akhirnya kematian.

Apabila seseorang mengalami stres, maka hal ini juga bisa mengurangi penyerapan  nutrisi  dalam  sistem  tubuh  dari  makanan  yang  dikonsumsi / dari suplemen yang dimasukkan ke dalam  tubuh. Akan tetapi  kita tidak  perlu  cemas,  ada  beberapa  langkah  yang  bisa  kita  lakukan  untuk melawan stres sebelum kesehatan mulai terganggu. Kita bisa menggabungan langkah sederhana ini agar tubuh lebih siap mengatasi stres dalam kehidupan setiap hari :

  1. Tidur / Istirahat yang Cukup. Telah terbukti jika tidur benar-benar menolong mengurangi stres. Tidur memulihkan tubuh dan pikiran dan menolong kita dalam memelihara kesehatan mental dan fisik. Studi telah menunjukkan bahwa orang yang tidur tujuh hingga delapan jam setiap malamnya menikmati kesehatan dan kehidupan yang lebih panjang daripada orang yang kurang tidur. Keletihan membuat kita kurang dapat mengatasi dengan baik situasi penuh tekanan. Saat pasien yang mengidap stres mendapatkan lebih banyak istirahat, mereka akan merasa lebih baik dan lebih tabah dan mampu beradaptasi kala berurusan dengan peristiwa setiap harinya. Tidur cukup memberi lebih banyak kesehatan daripada yang kita tahu.
  2. Menjaga Nutrisi Dengan Mengkonsumsi Makanan Bergizi Seimbang. Saat seseorang mengalami stres maka vitamin B dalam tubuhnya akan berkurang dan penyerapan nutrisi vital akan menipis. Menjadi penting untuk memastikan makanan yang kita konsumsi bergizi seimbang. Mengkonsumsi makanan yang benar dan bergizi seimbang dapat menolong mengurangi stres serta mendorong lebih banyak energi. Cobalah untuk menciptakan waktu makan menjadi lebih tenang dan rileks. Makan dalam perjalanan biasanya membuat kita memilih makanan yang buruk dan suatu atmosfir penuh kesibukan yang hanya akan menyumbang terjadinya stres yang lebih besar.
  3. Hindari atau Batasi Kafein. Kafein adalah perangsang yang benar-benar membangkitkan reaksi stres dalam tubuh ( David Posen, Canadian Journal of Continuing Medical Education). Orang yang membatasi / menghindari konsumsi kafein dilaporkan mempunyai kondisi perasaan yang lebih santai, lebih tidak gelisah, dan dapat memperbaiki pola tidur.
  4. Olahraga / Aktivitas Fisik Secara Teratur. Olahraga merupakan kunci untuk mengurangi stres. Tidak ada yang menyangkal olah raga aerobik sebagai satu cara menyalurkan energi di waktu kita stres. Olahraga secara umum direkomendasikan dalam bentuk aerobik paling tidak selama 20 menit, 3 (tiga) kali seminggu.
  5. Nikmati Kesenangan Sederhana / Melakukan Kegiatan yang Sesuai Dengan Minat dan Kemampuan / Kembangkan Hobi yang Bermanfaat. Terkadang hal-hal kecil justru yang sangat berarti. Menekuni hobi atau ambil waktu rekreasi, bermain dengan anak atau keponakan atau membaca buku. Buatlah jadwal untuk melakukan hal-hal sederhana yang membawa kegembiraan pada diri kita.
  6. Membicarakan Keluhan Dengan Seseorang yang Dapat Dipercaya. Terkadang kita perlu juga membagi masalah kita kepada orang lain yang kita percaya. Meskipun terkadang kita tidak langsung menemukan solusi, tetapi paling tidak kita dapat bercerita secara terbuka kepada orang lain.
  7. Meningkatkan Ibadah dan Mendekatkan Diri pada Tuhan. Ibadah menjadi sarana kita untuk menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Selalu yakin dan percaya bahwa setiap Tuhan memberikan masalah terhadap kita pasti ada hikmahnya. Selain itu, setiap permasalahan pasti juga ada solusinya.
  8. Berpikir Positif. Berpikiran positif terhadap suatu hal akan berdampak baik pada pikiran dan hati kita.
  9. Tenangkan Pikiran Dengan Relaksasi. Relaksasi dapat kita lakukan dengan duduk dengan posisi santai dan nyaman, kita bayangkan hal-hal yang menyenangkan dengan mata terpejam. Tarif nafas dari hidung dan hembuskan nafas dari mulut, bayangkan seolah beban pikiran kita dilepaskan. Selalu bersyukur, ikhlas, dan juga sabar. (Hn)

 

 

 

 

 

Referensi               :

  1. https://www.instagram.com/p2ptmkemenkesri/
  2. https://promkes.kemkes.go.id/
  3. http://p2ptm.kemkes.go.id/cerdik/
  4. Musradinur. 2016. Stres dan Cara Mengatasinya Dalam Perspektif Psikologi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.