Klaten – Data Registri Nasional POKJA Gagal Jantung PP PERKI 2018 mencatat setidaknya pasien gagal jantung di Indonesia sebanyak 17,2% meninggal saat perawatan di rumah sakit. Sebanyak 11,3% meninggal dalam 1 (satu) tahun perawatan, dan sebanyak 17,0% akan mengalami rehospitalisasi ulang. Apabila dilihat pandemi di seluruh dunia, jika dibandingkan dengan penyakit kanker misalnya, gagal jantung menempati urutan paling tinggi tingkat kematiannya selama 5 (lima) tahun sekitar 40%.

Gagal Jantung merupakan penyakit progresif, kronis, karena otot jantung tidak mampu memompa cukup darah dari jantung untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen seluruh tubuh. Hal ini menimbulkan gejala kelelahan dan sesak napas, sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan dan naik tangga.

Gagal jantung merupakan penyakit yang serius serta sulit untuk disembuhkan. Namun pasien dengan gagal jantung dapat tetap menikmati hidupnya apabila diterapi dengan benar dan menjalani hidup sehat serta pengobatan teratur.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Gagal Jantung Indonesia Tahun 2019 yang diperingati pada hari ini Jumat, 3 Mei 2019 RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) melalui Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan KSM Jantung dan Pembuluh Darah turut serta berpartisipasi dengan melaksanakan edukasi publik mengenai gagal jantung untuk bersama-sama melawan pandemi gagal jantung.

Kegiatan dilaksanakan di Instalasi Rawat Jalan Terpadu (IRJT) di Poliklinik Jantung dan Pembuluh Darah. Materi dipaparkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSST, dr. Muhammad Yulianto SA, Sp.JP dan Tim dengan metode ceramah dan tanya jawab.

Edukasi publik terkait serba-serbi gagal jantung juga dilaksanakan di Radio Sentral RSST, yang disampaikan oleh dr. Donna Paramita, Sp.JP selama kurang lebih 1 (satu) jam.

Selain itu, dalam kegiatan penyuluhan tersebut juga disampaikan informasi dan sosialisasi terkait Sentralisasi Kassa (Penata Rekening) oleh bapak Kasino, SE, M. Si dari bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana (Keuangan). Dalam sosialisasinya, beliau menyampaikan bahwa mulai tanggal 6 Mei 2019 mendatang, semua pelayanan penataan rekening dan pembayaran rawat inap pasien dipusatkan di satu tempat yaitu di sebelah selatan Ruang Edelweis atau Ruang Eks-Rekam Medik. Sebelumnya Kassa Rawat inap pasien dilayani di tiga tempat yang berbeda, ini dilakukan sebagai bentuk inovasi pelayanan dengan salah satu tujuan efisiensi dan efektivitas pelayanan penata rekening kepada pasien rawat inap.